Desa Sidan Luncurkan Kisidan Cabin dan Coffee Shop, Perkuat Desa Wisata Berbasis Alam, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat

Gianyar | Berandabali.id – Pemerintah Desa Sidan, Kecamatan Gianyar, terus menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan sektor pariwisata desa melalui berbagai inovasi. Salah satu terobosan terbaru adalah peluncuran Kisidan Cabin dan Kisidan Coffee Shop yang dijadwalkan resmi beroperasi pada 1 Agustus 2026 di kawasan wisata Kisidan North Hill.

Kepala Desa Sidan, I Made Sukra Suyasa, S.Sos., NL.P., CPM, mengatakan kehadiran Kisidan Cabin merupakan bagian dari pengembangan kawasan wisata yang selama ini telah memiliki ruang pertemuan (meeting room), restoran, area ayunan (swing), serta jalur jogging (jogging track). Kini, kawasan tersebut dilengkapi dengan fasilitas penginapan untuk memberikan pengalaman wisata yang lebih lengkap bagi para pengunjung.

“Kami akan meluncurkan Kisidan Cabin pada 1 Agustus bersamaan dengan Kisidan Coffee Shop. Ini merupakan salah satu pengembangan di kawasan Kisidan North Hill untuk melengkapi fasilitas desa wisata yang sedang kami bangun,” ujarnya.

Menurut Sukra Suyasa, tahap awal Kisidan Cabin akan menyediakan delapan unit kamar, dengan lima kamar yang telah siap digunakan. Penginapan tersebut dipasarkan dengan tarif mulai Rp450.000 per malam dan terbuka bagi seluruh wisatawan, baik wisatawan lokal maupun mancanegara.

Selain penginapan, Kisidan Coffee Shop juga dihadirkan sebagai ruang bersantai, tempat menerima tamu, sekaligus menjadi pusat aktivitas bagi wisatawan yang menikmati panorama alam Desa Sidan.

Pemesanan kamar dapat dilakukan melalui berbagai kanal digital, mulai dari telepon, email, Facebook, Instagram hingga TikTok. Langkah ini dilakukan agar promosi dan akses reservasi semakin mudah menjangkau wisatawan.

Lebih lanjut, Sukra Suyasa menjelaskan bahwa pembangunan penginapan merupakan bagian penting dari konsep besar Desa Sidan sebagai desa wisata terpadu. Menurutnya, sebuah destinasi wisata tidak cukup hanya memiliki objek wisata, tetapi juga harus didukung fasilitas akomodasi yang memadai.

“Kami ingin membangun kawasan desa wisata yang utuh. Objek wisatanya sudah ada, sekarang kami lengkapi dengan penginapan. Ke depan kami juga akan bekerja sama dengan masyarakat untuk mengembangkan homestay di rumah-rumah warga sehingga kapasitas kamar semakin banyak dan mampu melayani rombongan wisatawan domestik maupun mancanegara,” jelasnya.

Seluruh pengelolaan destinasi wisata dilakukan melalui sistem satu pintu di bawah naungan BUMDes bersama Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). Sistem tersebut diterapkan agar pengelolaan penginapan, objek wisata, hingga potensi masyarakat dapat berjalan lebih profesional, terintegrasi, dan memberikan manfaat yang merata.

Menurut Sukra Suyasa, kehadiran Kisidan Cabin diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi desa. Selain meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes), pengembangan desa wisata juga diyakini akan membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.

“Kalau pendapatan desa meningkat, tentu akan kembali untuk kepentingan masyarakat. Di sisi lain masyarakat juga akan ikut berdaya. Ketika nantinya rumah-rumah warga menjadi homestay, mereka akan memperoleh tambahan penghasilan. Begitu pula UMKM akan semakin berkembang karena wisatawan akan membeli produk-produk lokal,” katanya.

Ia menambahkan, Desa Sidan memiliki potensi yang sangat lengkap untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata unggulan. Mulai dari keindahan alam, jalur trekking, wisata spiritual, kelas memasak (cooking class), produk UMKM, seni budaya, hingga masyarakat yang masih menjaga tradisi lokal.

“Semua potensi itu akan kami satukan menjadi sebuah paket wisata yang menarik. Orang datang ke Sidan tidak hanya menginap, tetapi juga menikmati atraksi wisata, budaya, seni, kuliner, hingga berinteraksi langsung dengan masyarakat,” ungkapnya.

Bagi Pemerintah Desa Sidan, peluncuran Kisidan Cabin bukan sekadar menghadirkan fasilitas penginapan, tetapi menjadi awal dari transformasi ekonomi masyarakat melalui pengembangan desa wisata yang berkelanjutan.

“Kami ingin menunjukkan bahwa desa mampu menciptakan inovasi untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat. Desa Sidan memiliki alam yang indah, masyarakat yang masih menjaga budaya, serta kekayaan seni dan tradisi. Semua itu akan kami jadikan kekuatan utama dalam membangun desa wisata yang berdaya saing,” tegas Sukra Suyasa.

Di akhir keterangannya, ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Gianyar yang selama ini telah memberikan dukungan terhadap pengembangan Desa Wisata Sidan. Ia berharap sinergi tersebut terus berlanjut, baik dalam pembangunan, pengembangan program maupun promosi destinasi wisata.

“Dukungan pemerintah daerah sangat kami rasakan. Ke depan kami berharap pendampingan dan promosi terus ditingkatkan agar Desa Wisata Sidan semakin dikenal luas dan mampu memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (Tim Berandabali.id)

Populer

Belum Semua Rakyat Sejahtera, Anggota DPR Kariyasa Adnyana Soroti Kinerja Pemerintah

163 Pejabat Pemkab Badung Dilantik, Adi Arnawa Tekankan Integritas dan Kinerja

Rumah Pengupas Bawang di Bogor Dipasangi Garis Polisi, Warga Batasi Akses Setelah Viral

Wisatawan Sudah Bayar PWA, Tapi Bali Dapat Apa? Ini Pekerjaan Rumahnya

Imigrasi Denpasar Buru Tiga WNA yang Viral Diusir dari Gym Ubud, Disebut Warga Israel Ternyata Gunakan Paspor Bulgaria

Terbaru

Belum Semua Rakyat Sejahtera, Anggota DPR Kariyasa Adnyana Soroti Kinerja Pemerintah

163 Pejabat Pemkab Badung Dilantik, Adi Arnawa Tekankan Integritas dan Kinerja

Rumah Pengupas Bawang di Bogor Dipasangi Garis Polisi, Warga Batasi Akses Setelah Viral

Wisatawan Sudah Bayar PWA, Tapi Bali Dapat Apa? Ini Pekerjaan Rumahnya

Imigrasi Denpasar Buru Tiga WNA yang Viral Diusir dari Gym Ubud, Disebut Warga Israel Ternyata Gunakan Paspor Bulgaria