Gede Harja Astawa Soroti Kemacetan Jalan Gajah Mada, Minta Proyek Dipercepat: Tambah Tenaga Kerja atau Lembur!

 

DENPASAR | Berandabali. Id– Ketua Fraksi Gerindra DPRD Provinsi Bali, Gede Harja Astawa, menyoroti kemacetan yang terjadi di Jalan Gajah Mada, Denpasar. Ia menilai, kemacetan di kawasan tersebut bukan semata-mata disebabkan oleh antrean bahan bakar minyak (BBM), melainkan juga akibat pekerjaan proyek jalan yang memakan waktu cukup panjang.

Kondisi ini dinilai perlu segera mendapatkan perhatian serius dari pelaksana proyek, pengawas, serta pemerintah terkait. Pasalnya, Jalan Gajah Mada merupakan salah satu kawasan aktivitas masyarakat yang ramai, terlebih dengan keberadaan Pasar Badung dan Pasar Kumbasari yang menjadi pusat kegiatan perdagangan di Kota Denpasar.

Menurut Gede Harja Astawa, lamanya proses pengerjaan jalan berdampak langsung terhadap kelancaran arus lalu lintas dan kenyamanan masyarakat yang beraktivitas di kawasan tersebut.

Ia meminta agar seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan proyek segera mengevaluasi pola kerja di lapangan, sehingga pengerjaan dapat dipercepat tanpa mengabaikan kualitas pekerjaan maupun aspek keselamatan.

“Kemacetan di Jalan Gajah Mada bukan karena antrean BBM, tetapi karena pekerjaan jalan yang memakan waktu cukup panjang. Mohon perhatian dari pelaksana proyek, pengawas, dan pemerintah agar pengerjaannya bisa dipercepat,” tegasnya.

Gede Harja Astawa menyampaikan, terdapat sejumlah langkah yang dapat dipertimbangkan untuk mempercepat penyelesaian proyek. Di antaranya dengan menambah jumlah tenaga kerja atau memperpanjang jam kerja melalui sistem lembur, sepanjang tetap memperhatikan ketentuan kerja, keselamatan, dan standar kualitas konstruksi.

Menurutnya, langkah tersebut perlu dikaji secara serius agar pekerjaan tidak berlarut-larut dan masyarakat tidak terus-menerus menanggung dampak kemacetan.

“Solusinya bisa dengan menambah tenaga kerja atau menambah jam kerja. Tentu harus disertai pengawasan yang baik, sehingga pekerjaan bisa lebih cepat selesai dan tidak terus mengganggu aktivitas masyarakat,” ujarnya.

READ  Bupati Adi Arnawa Dorong Bakamda Ikut Jaga Kawasan Pariwisata Badung

Jangan Abaikan Aktivitas Pasar dan Masyarakat

Gede Harja Astawa juga menekankan bahwa keberadaan Pasar Badung dan Pasar Kumbasari membuat kelancaran lalu lintas di Jalan Gajah Mada menjadi sangat penting. Kedua pasar tersebut merupakan pusat perdagangan yang setiap hari menjadi tujuan pedagang, pembeli, maupun masyarakat dari berbagai wilayah.

Apabila kemacetan berlangsung berkepanjangan, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh pengguna jalan, tetapi juga berpotensi mengganggu aktivitas perdagangan, distribusi barang, serta mobilitas masyarakat di sekitar kawasan pasar.

Karena itu, ia berharap pelaksanaan proyek tidak hanya berorientasi pada penyelesaian pekerjaan secara teknis, tetapi juga mempertimbangkan dampak sosial dan ekonomi yang ditimbulkan selama proses pengerjaan berlangsung.

Koordinasi antara pelaksana proyek, pengawas, dan pemerintah dinilai penting untuk memastikan setiap tahapan pekerjaan berjalan efektif. Pengaturan lalu lintas selama proyek berlangsung juga perlu menjadi perhatian agar masyarakat tetap dapat melintas dengan aman dan nyaman.

Pengawasan Harus Berjalan Optimal

Selain percepatan pengerjaan, Gede Harja Astawa menegaskan pentingnya pengawasan secara konsisten di lapangan. Pengawasan diperlukan untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai jadwal, penggunaan tenaga kerja efektif, serta pelaksanaan proyek tetap memenuhi standar kualitas dan keselamatan.

Ia berharap pemerintah dan pihak terkait tidak membiarkan persoalan kemacetan berlangsung terlalu lama tanpa langkah nyata yang dapat dirasakan masyarakat.

“Ini menyangkut rasa aman dan kelancaran masyarakat, termasuk masyarakat di sekitarnya. Karena itu, percepatan pekerjaan dan pengawasan harus menjadi perhatian bersama,” ungkapnya.

Gede Harja Astawa berharap aspirasi tersebut menjadi bahan evaluasi bagi seluruh pihak yang bertanggung jawab atas pengerjaan jalan di kawasan Gajah Mada. Dengan langkah konkret, penambahan tenaga kerja atau pengaturan jam kerja yang lebih efektif, serta pengawasan yang optimal, proyek diharapkan dapat segera diselesaikan.

READ  Kabupaten  Gianyar Tembus Panggung Nasional,  Tiga Karya Unggulan Endek hingga Tenun Ikat Bersinar di Kriyanusa 2026

Dengan demikian, arus lalu lintas di kawasan Pasar Badung dan Pasar Kumbasari dapat kembali lebih lancar, aktivitas perdagangan berjalan nyaman, dan masyarakat tidak lagi terbebani oleh kemacetan berkepanjangan. (Tim)

Populer

HUT Ke-47 Sekaa Teruna Putra Laksana, Wabup Bagus Alit Sucipta Beri Apresiasi Pemuda Banjar Bersih, Darmasaba

Wabup Dirga Ajak Generasi Muda Jaga Kesehatan, Jauhi Narkoba, dan Peduli Sesama

Kapolsek Kuta Edukasi Pelajar tentang Bahaya Bullying dan Tertib Berlalu Lintas

Kiprah Arya Bagiastra Dari Mengawal Hukum Adat Bali hingga Tata Kelola Apartemen Jakarta, Mantapkan Langkahnya di Dunia Profesional

Sebelum Difungsikan sebagai Puspem, Pemkab Gianyar Gelar Karya Rsigana hingga Tawur Balik Sumpah

Terbaru

HUT Ke-47 Sekaa Teruna Putra Laksana, Wabup Bagus Alit Sucipta Beri Apresiasi Pemuda Banjar Bersih, Darmasaba

Wabup Dirga Ajak Generasi Muda Jaga Kesehatan, Jauhi Narkoba, dan Peduli Sesama

Kapolsek Kuta Edukasi Pelajar tentang Bahaya Bullying dan Tertib Berlalu Lintas

Kiprah Arya Bagiastra Dari Mengawal Hukum Adat Bali hingga Tata Kelola Apartemen Jakarta, Mantapkan Langkahnya di Dunia Profesional

Sebelum Difungsikan sebagai Puspem, Pemkab Gianyar Gelar Karya Rsigana hingga Tawur Balik Sumpah