Denpasar, Berandabali.id – Kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar tengah menelusuri keberadaan tiga warga negara asing (WNA) yang viral setelah video pengusiran mereka dari sebuah gym di Ubud, Gianyar, Bali, beredar luas di media sosial.
Video tersebut memicu perhatian publik karena dalam rekaman terdengar pembicaraan yang mengaitkan ketiga WNA dengan Israel dan IDF (Israel Defense Forces).
Namun, hasil pengecekan awal Imigrasi Denpasar menunjukkan ketiganya masuk ke Indonesia menggunakan paspor Bulgaria.
Kepala Bidang Intelijen dan Penindakan Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar, Ida Bagus Made Suandita, mengatakan pihaknya telah mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan terkait kejadian tersebut.
“Yang jelas dari hasil pengecekan kami, yang bersangkutan warga negara Bulgaria dan lahir di sana,” ujar Suandita saat dikonfirmasi.
Imigrasi Telusuri Keberadaan Tiga WNA
Suandita menjelaskan bahwa informasi mengenai ketiga WNA tersebut berkembang cukup cepat di media sosial. Karena itu, Imigrasi Denpasar melakukan penelusuran untuk memastikan identitas dan status keimigrasian mereka.
Ia menegaskan, kewarganegaraan seseorang tidak dapat ditentukan hanya berdasarkan tempat kelahiran.
Dalam kasus ini, data awal yang diperoleh Imigrasi menunjukkan ketiga WNA tersebut menggunakan paspor Bulgaria ketika memasuki wilayah Indonesia, meskipun disebut memiliki tempat kelahiran di Israel.
Imigrasi masih melakukan pendalaman untuk memastikan identitas, kewarganegaraan dan keberadaan ketiganya.
Berawal dari Persoalan dengan Pegawai Gym
Berdasarkan pengecekan awal, persoalan di gym tersebut diduga bermula dari sikap salah satu WNA terhadap pegawai.
Pemilik gym kemudian meminta ketiga pria tersebut meninggalkan lokasi setelah terjadi perdebatan.
Pemilik Ayenda, Samir (32), sebelumnya memberikan klarifikasi melalui media sosial terkait kejadian tersebut.
Menurut Samir, ketiga pria asing itu datang ke gym dan salah satu di antaranya diduga bersikap kasar terhadap staf. Situasi kemudian berkembang menjadi perdebatan hingga pihak gym meminta mereka meninggalkan tempat.
Samir juga mengaku sempat menanyakan kewarganegaraan ketiganya. Dalam klarifikasinya, ia menyebut mereka mengaku sebagai warga negara Israel.
Video Viral Picu Perdebatan
Video pengusiran tersebut kemudian menyebar luas di media sosial dan memunculkan berbagai spekulasi.
Perbincangan warganet berkembang dari persoalan etika di gym hingga dugaan mengenai kewarganegaraan ketiga WNA tersebut serta keterkaitan dengan Israel dan IDF.
Di sisi lain, muncul pula tudingan bahwa pengusiran tersebut berkaitan dengan faktor agama atau identitas tertentu.
Samir membantah hal tersebut. Ia menyatakan persoalan bermula dari sikap salah satu WNA terhadap staf gym serta percakapan yang muncul dalam insiden tersebut.
Setelah video menjadi viral, gym tersebut juga disebut mendapatkan sejumlah ulasan negatif di Google, termasuk ulasan bintang satu.
Imigrasi Masih Lakukan Pendalaman
Kantor Imigrasi Denpasar kini masih melakukan penelusuran terhadap ketiga WNA tersebut.
Pendalaman dilakukan untuk memastikan identitas, kewarganegaraan dan status keimigrasian mereka selama berada di Indonesia.
Dengan demikian, penyebutan ketiga pria tersebut sebagai “warga Israel” di media sosial perlu dibedakan dengan data kewarganegaraan berdasarkan dokumen perjalanan yang digunakan saat masuk ke Indonesia.
Berdasarkan pengecekan awal Imigrasi Denpasar, ketiganya masuk ke Indonesia menggunakan paspor Bulgaria, sementara mereka disebut memiliki tempat kelahiran di Israel.
Hingga proses penelusuran selesai, informasi mengenai kewarganegaraan maupun dugaan keterkaitan ketiganya dengan pihak tertentu masih perlu merujuk pada hasil pemeriksaan resmi Imigrasi. (Tim Berandabali.id)