GIANYAR | Berandabali.id — Pelaku pariwisata Bali sekaligus Pendamping Desa Sidan, Drs. I Wayan Dumya, menyampaikan pandangannya mengenai dinamika politik menjelang pelaksanaan Pemilihan Perbekel (Pilkel) di sejumlah desa di Kabupaten Gianyar. Ia menilai, momentum Pilkel semestinya menjadi ruang demokrasi yang sehat dan fair bagi seluruh calon, tanpa adanya tekanan terhadap masyarakat.

Dumya secara khusus menyoroti munculnya isu mengenai bantuan sosial (bansos) yang dalam praktiknya dikhawatirkan dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk menekan, menakut-nakuti, membatasi pilihan, atau menggalang dukungan politik.

Menurutnya, bansos pada hakikatnya merupakan bentuk perhatian dan kebijakan pemerintah untuk membantu masyarakat, sehingga dalam pelaksanaannya tidak semestinya dikaitkan dengan kepentingan politik praktis, apalagi dijadikan alat untuk memengaruhi pilihan masyarakat dalam Pilkel.

“Semua sudah seharusnya berjalan apa adanya. Bantuan kepada masyarakat jangan sampai kemudian dipersepsikan sebagai alat untuk menekan atau mengekang masyarakat agar memilih salah satu calon. Pilkel harus berjalan secara fair dan masyarakat diberikan kebebasan menentukan pilihannya,” ujar Dumya.

Ia menegaskan, kritik tersebut bukan ditujukan kepada kebijakan Bupati Gianyar secara keseluruhan. Justru, Dumya mengaku melihat banyak kebijakan pemerintah Kabupaten Gianyar yang selama ini memberikan dampak nyata kepada masyarakat.

Apresiasi terhadap Kepemimpinan Bupati Gianyar

Dumya juga memberikan apresiasi terhadap kepemimpinan Bupati Gianyar I Made Mahayastra, yang dinilainya telah membawa perkembangan signifikan bagi Kabupaten Gianyar.

Menurutnya, berbagai program pembangunan selama periode pertama hingga saat ini telah memberikan perubahan yang cukup besar, terutama dari sisi pembangunan infrastruktur dan pelayanan kepada masyarakat.

“Saya melihat apa yang dilakukan di Gianyar luar biasa. Pemerintah cukup responsif dan banyak kebijakan yang menyentuh masyarakat sampai ke tingkat paling bawah,” katanya.

Ia menilai, apabila kemudian muncul persoalan di lapangan, masyarakat perlu melihat persoalan tersebut secara proporsional. Sebab, menurut Dumya, tidak semua persoalan yang terjadi di tingkat bawah merupakan kebijakan atau instruksi langsung dari pimpinan daerah.

“Namanya juga manusia, tentu ada hal-hal yang tidak selalu sempurna seperti yang diharapkan. Bisa saja ada informasi yang belum sampai, atau mungkin data yang diterima belum sepenuhnya valid. Karena itu, jangan kemudian setiap persoalan di lapangan langsung dikaitkan sebagai kebijakan atau instruksi Bupati,” tegasnya.

Jangan Seret Nama Bupati ke Kepentingan Pilkel

Dumya berharap seluruh pihak dapat menjaga suasana Pilkel agar tetap kondusif. Menurutnya, para calon perbekel yang telah dinyatakan memenuhi persyaratan merupakan putra-putri terbaik dari masing-masing desa yang memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan kepercayaan masyarakat.

Pilkel, kata dia, seharusnya menjadi ajang bagi masyarakat untuk menentukan pemimpin terbaik berdasarkan visi, misi, kapasitas, rekam jejak, serta kemampuan calon dalam membangun desanya.

“Jangan sampai nama Bupati kemudian dibawa-bawa untuk kepentingan memenangkan calon tertentu. Kalau ada oknum yang melakukan tekanan atau memberikan narasi seolah-olah bantuan pemerintah berkaitan dengan pilihan politik masyarakat, itu yang harus diluruskan,” ujarnya.

Menurut Dumya, menjaga nama baik kepala daerah juga menjadi tanggung jawab bersama. Apalagi, jika kebijakan pemerintah selama ini memang telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Pusat Pemerintahan Dinilai Jadi Langkah Strategis

Selain persoalan Pilkel, Dumya juga menyoroti pembangunan pusat pemerintahan Kabupaten Gianyar yang dinilainya sebagai salah satu langkah strategis dalam meningkatkan efektivitas pelayanan publik.

Dengan terkonsentrasinya berbagai layanan pemerintahan dalam satu kawasan, masyarakat ke depan diharapkan lebih mudah mengurus berbagai keperluan administrasi dan pelayanan tanpa harus berpindah-pindah lokasi.

“Kalau semua berada dalam satu pintu, tentu masyarakat akan sangat dimudahkan. Ini merupakan bagian dari pembangunan yang manfaatnya akan dirasakan masyarakat dalam jangka panjang,” katanya.

Dumya menilai pembangunan tidak hanya dapat dilihat dari proyek fisik semata, tetapi juga dari bagaimana pemerintah menghadirkan pelayanan yang lebih cepat, mudah, transparan, dan dekat dengan masyarakat.

Pilkel Harus Menjadi Ajang Demokrasi yang Sehat

Lebih jauh, Dumya berharap pelaksanaan Pilkel di Gianyar benar-benar menjadi momentum demokrasi di tingkat desa. Para calon hendaknya diberikan ruang yang sama untuk menyampaikan visi dan misi, sementara masyarakat diberikan kebebasan penuh menentukan pilihan.

Ia berpandangan bahwa siapa pun yang nantinya terpilih sebagai perbekel merupakan bagian penting dari masa depan pembangunan Gianyar.

“Putra-putra terbaik di masing-masing desa ini sedang bertarung untuk mendapatkan kepercayaan masyarakat. Siapa pun yang terpilih nantinya akan menjadi bagian dari tim pembangunan Gianyar dari tingkat paling bawah. Karena itu, mari berikan kesempatan kepada masyarakat untuk memilih secara bebas dan bermartabat,” tutur Dumya.

Ia juga mengajak seluruh pihak untuk tidak membangun opini yang dapat memperkeruh suasana, terlebih dengan membawa-bawa nama Bupati maupun pemerintah daerah tanpa dasar yang jelas.

Menurutnya, yang paling penting saat ini adalah memastikan proses Pilkel berjalan jujur, adil, demokratis, aman, dan bermartabat.

“Yang saya inginkan sebenarnya sederhana. Nama baik pemerintah tetap terjaga, masyarakat tidak merasa tertekan, dan Pilkel menjadi ajang yang fair. Jangan sampai ada oknum yang memanfaatkan program pemerintah untuk kepentingan politik tertentu. Pemerintah bekerja untuk seluruh masyarakat, bukan hanya untuk kelompok atau calon tertentu,” pungkasnya.

Dumya menegaskan, pandangan tersebut disampaikannya bukan karena kedekatan maupun kepentingan pribadi dengan Bupati Gianyar. Ia mengaku tidak memiliki hubungan khusus dengan orang nomor satu di Gianyar tersebut.

“Ini murni karena saya melihat apa yang sudah dilakukan untuk Gianyar. Saya melihat pembangunan dan kebijakan yang menyentuh masyarakat. Karena itu, kalau ada persoalan di lapangan, saya kira harus diluruskan agar masyarakat tidak salah memahami dan agar pembangunan yang sudah baik tidak kemudian tercoreng oleh ulah oknum,” tandasnya. (Tim Newsyess)