Tut Lengoh Mohon Restu kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, Jelang Lima Hari Pencoblosan untuk Tulikup Lebih Baik

Gianyar,BerandaBali.id — Lima hari menjelang hari pencoblosan Pemilihan Perbekel (Pilkel) Desa Tulikup, calon Perbekel Desa Tulikup nomor urut 3, Dr. drh. I Ketut Gede Nata Kesuma, M.M.A., yang akrab disapa Tut Lengoh, memilih menutup tahapan perjuangannya dengan cara yang sederhana dan penuh makna.

Bersama keluarga inti dan tim pendukungnya, Tut Lengoh melaksanakan persembahyangan di Pura Kahyangan Desa dan Pura Paibon Desa Adat Tulikup. Persembahyangan tersebut menjadi momentum untuk memohon petunjuk, kerahayuan, serta doa restu kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, agar seluruh proses Pilkel Desa Tulikup berjalan lancar, damai, dan membawa kebaikan bagi seluruh masyarakat.

Di tengah suasana politik desa yang semakin mendekati hari pencoblosan, Tut Lengoh memilih untuk mengedepankan ketenangan, ketulusan dan rasa hormat kepada seluruh krama. Baginya, perjuangan menuju kepemimpinan bukan semata-mata tentang memenangkan sebuah kontestasi, melainkan tentang bagaimana menjaga persaudaraan dan kebersamaan masyarakat Desa Tulikup.

Persembahyangan juga menjadi bentuk penyerahan diri kepada kehendak Tuhan. Setelah berusaha dan bekerja sesuai kemampuan, hasil akhirnya diserahkan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

“Kami datang bukan hanya untuk memohon kemenangan, tetapi memohon petunjuk agar setiap langkah yang kami lakukan tetap berada di jalan yang baik dan benar. Apapun hasilnya nanti, semoga seluruh proses ini membawa kedamaian dan kebaikan bagi Desa Tulikup,” ujar Tut Lengoh dengan penuh kerendahan hati.

Ia menyadari bahwa kepercayaan masyarakat merupakan sesuatu yang sangat berharga. Karena itu, dirinya tidak ingin menjadikan Pilkel sebagai ruang untuk saling menjatuhkan, melainkan sebagai kesempatan bagi seluruh calon untuk menyampaikan gagasan dan pengabdian terbaik bagi desa.

Menjelang hari pencoblosan, Tut Lengoh pun menyampaikan pesan khusus kepada seluruh krama masyarakat Desa Tulikup.

READ  Pemkab Tabanan Lepas 20 Peserta KSPAN Tabanan Ikuti Muspa Bali 2026

Dengan segala kerendahan hati, ia memohon doa restu sekaligus dukungan masyarakat. Namun lebih dari itu, ia mengajak seluruh krama untuk tetap menjaga persaudaraan, apapun pilihan politik masing-masing.

“Kepada seluruh krama Desa Tulikup yang saya hormati dan cintai, dengan segala kerendahan hati saya memohon doa restu dan dukungannya. Tetapi yang paling penting bagi saya, jangan sampai perbedaan pilihan membuat kita menjadi jauh sebagai saudara. Kita tetap satu keluarga besar Tulikup.”

Menurutnya, siapa pun yang nantinya dipercaya memimpin Desa Tulikup merupakan bagian dari keluarga besar desa. Karena itu, persatuan masyarakat harus ditempatkan di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.

“Jika saya diberikan kepercayaan oleh masyarakat, saya akan menerimanya sebagai sebuah amanah, bukan sebagai kebanggaan. Amanah itu harus dipertanggungjawabkan dengan kerja, ketulusan dan keberanian untuk berbuat yang terbaik. Jika belum menjadi pilihan, saya juga akan tetap menjadi bagian dari masyarakat Tulikup dan tetap menjaga persaudaraan.”

Tut Lengoh menegaskan, harapannya sederhana, yakni melihat Desa Tulikup terus bergerak menjadi desa yang semakin baik, maju, harmonis dan sejahtera, dengan pembangunan yang tetap berpijak pada adat, budaya, kebersamaan serta kepentingan masyarakat.

Ia pun mengajak seluruh masyarakat menggunakan hak pilih dengan hati nurani.

“Lima hari ini mari kita lalui dengan hati yang tenang. Jangan saling mencela, jangan saling merendahkan. Mari kita memilih dengan hati nurani dan tetap menjaga keharmonisan. Karena setelah pencoblosan selesai, kita semua akan kembali menjadi satu keluarga besar Desa Tulikup.”

Persembahyangan di Pura Kahyangan Desa dan Pura Paibon tersebut sekaligus menjadi refleksi bagi Tut Lengoh bahwa dalam setiap perjuangan manusia hanya mampu berusaha, sementara hasil akhirnya tetap berada di tangan Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

READ  Ribuan Nyawa Burung Liar Terselamatkan, Karantina Bali Dapat Pengakuan Dunia

Dengan doa, ketulusan dan semangat pengabdian, ia berharap Pilkel Desa Tulikup dapat berlangsung aman, damai, jujur dan penuh rasa kekeluargaan.

“Semoga Ida Sang Hyang Widhi Wasa memberikan jalan terbaik untuk Tulikup. Apapun yang menjadi kehendak-Nya, semoga itulah yang terbaik untuk seluruh krama. Yang terpenting bagi saya, Tulikup tetap bersatu, Tulikup tetap harmonis, dan Tulikup ke depan menjadi lebih baik.”

Kini, hanya tinggal hitungan hari menuju pencoblosan. Di tengah ketatnya persaingan, Tut Lengoh memilih menitipkan harapan melalui doa, sembari mengajak seluruh masyarakat menjaga satu hal yang jauh lebih berharga daripada kemenangan dalam sebuah kontestasi: persaudaraan. (Tim)

Populer

Dari Supir Trek dan Warisan Keluarga, Bakso Balung Babi Beranak Tut Lonto Jadi Buruan Pecinta Kuliner di Bali 

Selama 37 Tahun Menekuni Aktuaria dan Hukum, Arya Bagiastra Bawa Perspektif Profesional dalam Tata Kelola PPPSRS

Mamaka Fun Run Vol. 3: Lari Lebih Besar, Komunitas Lebih Besar, Tujuan Lebih Besar

Lansia Terperosok ke Jurang Dalam di Karangasem Berhasil Dievakuasi

Pemkab Badung Berpartisipasi dalam Colours of Cultures Festival Ke-10

Terbaru

Dari Supir Trek dan Warisan Keluarga, Bakso Balung Babi Beranak Tut Lonto Jadi Buruan Pecinta Kuliner di Bali 

Selama 37 Tahun Menekuni Aktuaria dan Hukum, Arya Bagiastra Bawa Perspektif Profesional dalam Tata Kelola PPPSRS

Mamaka Fun Run Vol. 3: Lari Lebih Besar, Komunitas Lebih Besar, Tujuan Lebih Besar

Lansia Terperosok ke Jurang Dalam di Karangasem Berhasil Dievakuasi

Pemkab Badung Berpartisipasi dalam Colours of Cultures Festival Ke-10