Gianyar,BerandaBali.id – Menjelang pelaksanaan Pemilihan Perbekel (Pilkel) Desa Kedewatan, calon Perbekel nomor urut 2, AKP Purn. Ngakan Nyoman Jayawijaya, memilih menyempatkan diri untuk melakukan persembahyangan di Pura Taman Sari, Banjar Tanggayuda, Rabu (16/9/2026).
Persembahyangan tersebut menjadi momen bagi Ngakan Nyoman Jayawijaya untuk memanjatkan doa dan memohon tuntunan serta restu kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, agar seluruh tahapan pemilihan dapat berjalan dengan baik, lancar dan damai.
Dengan khusyuk, ia memohon agar diberikan kemudahan, kelancaran, kejernihan pikiran serta petunjuk dalam menjalankan proses pencalonan. Lebih dari sekadar ikhtiar untuk menghadapi pemilihan, persembahyangan tersebut juga menjadi ungkapan harapan agar amanah yang kelak dipercayakan masyarakat dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
“Yang paling utama adalah memohon petunjuk dan restu kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Semoga seluruh proses berjalan lancar, damai dan diberikan jalan terbaik,” demikian doa dan harapan yang dipanjatkannya.
Menariknya, saat datang ke Pura Taman Sari, Ngakan Nyoman Jayawijaya masih mengenakan seragam pecalang. Hal tersebut karena hingga saat ini dirinya masih mengemban tugas sebagai pecalang di Desa Adat setempat.
Seragam pecalang yang dikenakannya menjadi penanda bahwa di tengah kesibukannya sebagai calon Perbekel, ia masih menjalankan tanggung jawabnya dalam menjaga keamanan dan ketertiban adat di lingkungan Desa Adat.
Bagi Ngakan Nyoman Jayawijaya, proses menuju pemilihan bukan hanya tentang persaingan untuk mendapatkan kepercayaan masyarakat. Lebih jauh, Pilkel merupakan bagian dari perjalanan demokrasi di tingkat desa yang harus dijalani dengan rasa tanggung jawab, saling menghormati dan tetap menjaga persaudaraan.
Karena itu, doa yang dipanjatkannya tidak hanya ditujukan untuk dirinya sendiri. Ia juga berharap seluruh tahapan Pilkel Desa Kedewatan dapat berlangsung aman, tertib, lancar dan penuh kedamaian, tanpa mengganggu keharmonisan masyarakat.
Suasana persembahyangan di Pura Taman Sari pun menjadi ruang untuk menenangkan hati. Di tengah dinamika politik desa, doa menjadi pengingat bahwa jabatan pada akhirnya merupakan sebuah amanah, sementara keputusan terakhir berada di tangan masyarakat.
Ngakan Nyoman Jayawijaya berharap siapa pun yang nantinya mendapat kepercayaan masyarakat Desa Kedewatan dapat menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya dan membawa desa menuju arah yang lebih baik.
Dengan semangat tersebut, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga suasana kondusif hingga seluruh rangkaian Pilkel selesai.
Sebab, kemenangan dalam sebuah pemilihan bukan semata-mata tentang siapa yang memperoleh suara terbanyak, tetapi juga bagaimana seluruh prosesnya mampu menjaga persaudaraan dan keharmonisan masyarakat.
Dari Pura Taman Sari, doa itu dipanjatkan sederhana: semoga diberikan petunjuk, dilancarkan jalannya, dijauhkan dari hal-hal yang tidak baik, serta Pilkel Desa Kedewatan berlangsung damai, aman dan lancar. (Tim)