Prestasi Mulia Duta Tabanan di UDG Bali XXIII, Bukti Kebudayaan dan Generasi Unggul Terus Berkembang

Denpasar, BerandaBali.id – Prestasi membanggakan dirangkum kembali oleh kontingen Kabupaten Tabanan di Utsawa Dharma Gita (UDG) Bali XXIII Tahun 2026 Berlangsung September 11-16 2026 di Gedung Ksirarnawa, Taman Kebudayaan (Pusat Seni), Denpasar.

Tema “Dharmagita Atmanam Dharma”, UDG Bali XXIII tak hanya menjadi ruang perlombaan sastra agama Hindu, melainkan Juga menjadi bagian penting dari upaya untuk menjaga kelestarian tradisi, bahasa, sastra, dan nilai-nilai spiritual Bali di tengah perkembangan zaman.

Kontingen Tabanan berhasil mencatat 18 prestasi, terdiri dari 2 medali emas, 2 medali perak, 4 medali perunggu dan 14 penghargaan Kategori Pengharapan, yaitu 6 Harapan I, 5 Harapan II dan 3 Harapan III.

Prestasi diraih melalui berbagai ranting yang disusul duta Tabanan dalam sebuah perlombaan yang membawa kontingen sembilan kabupaten di Bali.

Tanggal 12 September 2026, Kontingen Tabanan meraih Juara II Dharma Adult English Discourse, Juara III Dharma Wacana Girls Bahasa Inggris Dewasa dan Pemenang III Membaca Putri Dewasa Palawakya.

Sejumlah pencapaian Harapan juga diraih melalui Kategori Pembacaan Remaja, Wacana Dharma Wanita Remaja Bali, Membaca Remaja Sloka Putri, Membaca Cowok dan Cewek Sloka, dan Cewek Remaja dan Cewek Dewasa.

Prestasi ditambahkan pada 13 September 2026. Tabanan berhasil meraih Ith Utsawa Champion Hafalan Sloka Teen Boys dan Utsawa Champion Hafalan Gadis Dewasa Sloka.

Selain itu, Tabanan juga meraih Juara III Dharma Men’s Teenage English Discourse serta sejumlah Hope Penghargaan dalam Kategori Palawakya, Kakawin, Sloka, Dharma English Discourse dan Dharma Carita.

Pada 14 September 2026, kontingen Tabanan menambahkan prestasi melalui Utsawa Utsawa Kedua Membaca Anak-anak Sloka Dewasa dan Juara III Utsawa Nyanyian Agama Hindu.

Sedangkan penghargaan Harapan kembali tercapai dalam kategori Dharma Carita Boys dan Dharma Wiwada.

READ  Uji Coba Badung First Car Free Day Perdana di Kerobokan, Bupati Badung Komitmen Perluas Ruang Terbuka Hijau

Secara keseluruhan, UDG Bali XXIII Tahun 2026 mempersembahkan 11 kompetisi dengan 37 kategori, termasuk membaca sloka, palawakya, kakawin, kidung, nyanyian religi Hindu, Gaguritan, Dharmawacana Balinese and English Language, menghafal sloka, Dharmawiwada dan Dharmacarita.

Bagi masyarakat Tabanan, prestasi tidak hanya berbicara tentang jumlah medali. Prestasi peserta digambarkan sebagai pelatihan seni, sastra dan kultur agama masih memiliki ruang yang kuat di kalangan generasi yang lebih muda.

Penguasaan Sloka, Kakawin, Palawakya, Kidung ke Dharmawacana sementara juga merupakan sarana untuk mempertahankan kemampuan generasi penerus memahami dan menyampaikan nilai-nilai warisan kultur besar Bali.

Keberhasilan juga memperkuat ekosistem budaya Kabupaten Tabanan. Pelatihan terus menerus dapat melahirkan generasi yang tidak hanya mencapai kemampuan di tingkat daerah, tetapi juga mampu Ambillah Identitas Tabanan dan Kekayaan Budaya ke Tingkat Nasional.

Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M. saat dikonfirmasikan Rabu (16/9) sore menyampaikan apresiasi atas perjuangan kontingen Tabanan yang telah membawa nama lokal di UDG Bali XXIII.

“Prestasi ini suatu kebanggaan bagi seluruh masyarakat Tabanan. Lebih dari sekadar medali, prestasi duta Tabanan menunjukkan bahwa nilai-nilai budaya dan spiritual hidup dan berkembang di tengah-tengah generasi muda. Pemerintah Kabupaten Tabanan memberikan apresiasi kepada seluruh peserta, pembina, pejabat dan semua pihak yang telah bekerja keras untuk mempersiapkan kontingen,” kata Dr. I Komang Gede Sanjaya.

Menurut Bupati Sanjaya, pengukuhan kesenian dan budaya merupakan bagian penting dalam mewujudkan pembangunan manusia sejalan Pengawasan Era Tabanan New Safe, Unggul dan Madani.

“Aman, Unggul dan Madani New Era Tabanan bukan hanya tentang infrastruktur dan pembangunan ekonomi, tetapi juga Karakter pembangunan manusia, kultur dan harga diri. Prestasi di UDG adalah salah satu bukti bahwa Kultivasi harus dijalankan bersama dengan konstruksi di daerah lain. Kami ingin generasi Tabanan semakin unggul, masih berakar pada nilai-nilai kultural dan mampu berkontribusi lebih luas tingkat,” dia bersikeras.

READ  Soroti Akses Rujukan Darurat,  Fraksi Demokrat- Nasdem Dorong RSU Kabupaten/Kota Terhubung Lebih Baik

Bupati Sanjaya juga berharap prestasinya menjadi motivasi bagi generasi muda Tabanan untuk terus belajar, mempraktekkan dan mencintai seni dan kultur daerah.

Sementara Kepala Dinas Kebudayaan Tabanan I Dewa Putu Mahendra, S. STP. , M.M. mengucapkan terima kasih kepada semua peserta, pembina, dan pejabat yang telah memberikan kemampuan terbaik saat menghadiri UDG Bali XXIII.

“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada seluruh peserta dan duta resmi Kabupaten Tabanan. Prestasi ini adalah hasil dari olah raga,disiplin dan jerih payah. Kami juga mengapresiasi dukungan dari semua pihak yang telah membantu sehingga kontingen Tabanan dapat melakukan dan memberikan hasil terbaik,” ucap Cucu Mahendra.

I Dewa Putu Mahendra Tegaskan, Prestasi Tingkat Provinsi Bali Menjadi Bagian Dari Evaluasi Dan Proses Langkah menghadapi UDG Tingkat Nasional 2027 di Sulawesi Tengah.

“Setelah implementasi UDG tingkat provinsi ini, kami akan mengevaluasi semua peserta, terutama bagi yang berkesempatan menjadi duta besar Bali di tingkat nasional. persiapan harus dilakukan secara lebih matang, dari sisi materi, penampilan, atau persaingan mental. Ekspetasi, pengalaman yang didapatkan di UDG Bali XXIII menjadi supply penting untuk performa maksimal di tingkat nasional,” jelasnya.

UDG Bali XXIII juga menjadi momentum untuk mempererat hubungan antara pelestarian kebudayaan dan pengembangan pemuda generasi.

Tema “Dharmagita Atmanam Dharma” terkait erat dengan hasrat Atma Kerthi, yang menempatkan manusia sebagai bagian penting dalam proses berkembang biak melalui penguatan nilai-nilai budaya dan spiritual.

Lewat acara, masyarakat tidak hanya menyaksikan persaingan, tetapi juga mendapat ruang untuk melihat bagaimana sastra dan agama seni diwariskan ke generasi berikutnya. Bagi Pemerintah Kabupaten Tabanan, kelestarian pembangunan menjadi investasi budaya untuk memastikan identitas setempat tetap kuat dan mampu Tumbuh dan Bersaing di tingkat nasional. (Rls)

READ  Populasi Penyu Disebut Mulai Meningkat di Tabanan

Populer

Dari Supir Trek dan Warisan Keluarga, Bakso Balung Babi Beranak Tut Lonto Jadi Buruan Pecinta Kuliner di Bali 

Selama 37 Tahun Menekuni Aktuaria dan Hukum, Arya Bagiastra Bawa Perspektif Profesional dalam Tata Kelola PPPSRS

Mamaka Fun Run Vol. 3: Lari Lebih Besar, Komunitas Lebih Besar, Tujuan Lebih Besar

Lansia Terperosok ke Jurang Dalam di Karangasem Berhasil Dievakuasi

Pemkab Badung Berpartisipasi dalam Colours of Cultures Festival Ke-10

Terbaru

Dari Supir Trek dan Warisan Keluarga, Bakso Balung Babi Beranak Tut Lonto Jadi Buruan Pecinta Kuliner di Bali 

Selama 37 Tahun Menekuni Aktuaria dan Hukum, Arya Bagiastra Bawa Perspektif Profesional dalam Tata Kelola PPPSRS

Mamaka Fun Run Vol. 3: Lari Lebih Besar, Komunitas Lebih Besar, Tujuan Lebih Besar

Lansia Terperosok ke Jurang Dalam di Karangasem Berhasil Dievakuasi

Pemkab Badung Berpartisipasi dalam Colours of Cultures Festival Ke-10