Badung, BerandaBali.id – Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta beserta Kepala WHDI Kabupaten Badung Ibu Yunita Alit SUCIPTA HADIR Rangkaian Upacara Pengerjaan Mamungkah, Ngenteg Linggih, Padudusan Wraspati Kalpa, Caru Rsi Gana Utama dan Nyurud Ayu di Pura Ibu Panti Dukuh Bualu, Desa Adat Bualu, Kuta Selatan, Kamis (17/9).
Dalam rangka, pemerintah setempat memberikan apresiasi tinggi atas semangat kebersamaan dan gotong royong dalam melestarikan kelestarian tradisi, budaya, dan spiritualitas.
Kehadiran Wabup Bagus Alit Sucipta bertepatan dengan implementasi Rangkaian Nyurud Ayu. Momen ini Diselenggarakan juga dengan sejumlah upacara Manusa Yad yang diikuti oleh penduduk setempat, termasuk upacara Monthly Matelu. 22 Penetapan dua pasangan, serta upacara Mesangih Gigi diikuti oleh 30 peserta.
” Atas nama Pemerintah Kabupaten Badung, saya menyampaikan apresiasi kepada seluruh kru dan komite yang telah membawa serangkaian upacara ini dengan semangat gotong royong.
Semoga seluruh prosesi berjalan dengan lancar dan memberikan kedamaian, kesejahteraan dan kemakmuran bagi keluarga,” ucapnya.
Selanjutnya, Wabup Bagus Alit Sucipta menegaskan bahwa pembangunan di Kabupaten Badung tidak hanya berorientasi pada infrastruktur fisik, tetapi juga meliputi penguatan kehidupan sosial, tradisional, budaya, dan rohani masyarakat Bali.
Menurutnya, desa-desa pribumi dan kegiatan religius merupakan pilar-pilar penting dalam menjaga identitas daerah.
Wabu juga diperintahkan untuk tetap bersatu, menjaga kebersamaan, dan membangun komunikasi yang baik agar nilai-nilai budaya sosial dijalankan Lestari Pemerintah Kabupaten Badung juga terus mendorong partisipasi masyarakat dalam pembangunan.
Dukungan untuk kegiatan pribumi tidak hanya ditafsirkan sebagai bantuan jasmani, tetapi upaya untuk memperkuat solidaritas dan kapasitas masyarakat dalam menjaga warisan leluhur.
Sementara, Manggala Karya Wayan Darma mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas perhatian Ibu Kota Badung Pura Panti Bualu.
Pendampingan dari pemerintah telah membantu penyelesaian pembangunan fisika pura yang ditangguhkan oleh 98 Kepala Keluarga (KK).
“Bantuan Pemerintah Kabupaten Badung Pembangunan Fisik Rp 2 Miliar Sudah Terealisasi Dan Bisa Baik-Baik di manfaatkan krama,” kata Wayan Darma.
Darma menambahkan, puncak karya telah berhasil digelar pada 15 September 2026, yang kemudian dilanjutkan dengan serial tersebut Nyurud Ayu dan upacara The Manusa Yad.
Kehadiran para pemimpin daerah dinilai sebagai wujud nyata kepedulian pemerintah terhadap keberadaan masyarakat adat di wilayah Bualu.
Agenda ini turut dihadiri oleh Bendesa Adat Bualu I Made Suarma beserta santri tradisional, tokoh masyarakat, LPM Kelurahan Benoa, dan semua Krama Pura. (Rls)