Gianyar, BerandaBali. Id – Ada banyak cara untuk mencintai desa. Ada yang diwujudkan melalui kerja, pengabdian, menjaga tradisi, membangun kebersamaan, dan ada pula yang dituangkan melalui karya seni yang lahir dari ketulusan hati.
Semangat itulah yang hendak disampaikan I Ketut Gede Kesumawijaya, S.Sos., M.Ag., calon Perbekel Desa Sayan nomor urut 1, melalui sebuah persembahan yang sederhana namun sarat makna, yakni Mars Desa Sayan.
Karya tersebut dipersembahkan sebagai bentuk yadnya, bhakti, sekaligus ungkapan cinta terhadap Desa Sayan. Bukan sekadar lagu, Mars Desa Sayan diharapkan menjadi bagian dari semangat bersama dalam perjalanan kehidupan dinas maupun adat di tengah masyarakat.
Dengan penuh kerendahan hati, Kesumawijaya menyampaikan persembahan tersebut kepada masyarakat Desa Sayan.
“Niki titiang persembahkan Lagu Mars Desa Sayan. Mogi astu wenten kewigunannyane ring pemargi dinas dan adat,” demikian ungkapnya.
Bagi Kesumawijaya, sebuah karya yang lahir dari rasa tulus dan ikhlas tidak semata-mata dinilai dari bentuknya. Lebih dari itu, karya tersebut menjadi simbol niat baik dan persembahan untuk desa.
“Yadnya yang dibangun dari rasa tulus dan ikhlas, yadnya persembahan dan bhakti dalam karya Mars Desa Sayan,” menjadi pesan yang mengiringi lahirnya lagu tersebut.
Menghidupkan Semangat Kebersamaan
Mars Desa Sayan membawa pesan tentang persatuan, kebersamaan, semangat juang, serta harapan agar masyarakat terus melangkah bersama untuk kemajuan desa.
Lantunan liriknya mengajak seluruh masyarakat untuk menyatukan langkah dan membangun semangat kolektif.
“Bersama bersatu, kita maju bersama selamanya. Selamanya…”
Pesan tersebut menggambarkan harapan agar kemajuan Desa Sayan tidak hanya menjadi tanggung jawab satu pihak, melainkan menjadi gerakan bersama seluruh masyarakat.
Semangat persatuan juga menjadi bagian penting dalam kehidupan Desa Sayan yang memiliki dinamika sosial, adat, budaya, dan kehidupan kemasyarakatan yang terus berkembang.
Melalui Mars Desa Sayan, Kesumawijaya ingin menghadirkan sebuah karya yang dapat menjadi pengingat bahwa membangun desa membutuhkan kebersamaan, rasa memiliki, serta semangat untuk terus bergerak maju.
Karya yang Diharapkan Menjadi Bagian dari Desa
Mars Desa Sayan juga diharapkan dapat memiliki ruang dalam berbagai kegiatan desa, baik kegiatan dinas maupun adat. Lagu tersebut dapat menjadi salah satu media untuk menumbuhkan rasa bangga terhadap desa sekaligus memperkuat identitas dan semangat kebersamaan masyarakat.
Di tengah perjalanan Desa Sayan menuju masa depan, karya semacam ini memiliki makna tersendiri. Seni tidak hanya menjadi hiburan, tetapi dapat menjadi media untuk menyampaikan pesan persatuan, kecintaan terhadap desa, serta semangat membangun.
Kesumawijaya menempatkan karya tersebut sebagai sebuah persembahan, bukan sekadar pencapaian pribadi.
Semangat itu kemudian ditutup dengan doa universal:
“Om Shanti, Shanti, Shanti Om.”
Doa tersebut menjadi simbol harapan agar setiap langkah pengabdian untuk Desa Sayan senantiasa dilandasi kedamaian, ketulusan, dan niat baik.
Bagi Desa Sayan, Mars Desa Sayan diharapkan bukan hanya menjadi sebuah lagu, tetapi juga menjadi nyanyian kebersamaan—yang mengingatkan seluruh masyarakat bahwa desa akan semakin kuat ketika seluruh elemen mampu bersatu, saling menghargai, menjaga adat dan budaya, serta melangkah bersama menuju masa depan.
Sebab, pada akhirnya, kemajuan sebuah desa bukan hanya tentang siapa yang berada di depan, tetapi tentang bagaimana seluruh masyarakat dapat bersama-sama berjalan, bergandengan tangan, dan menjaga Desa Sayan sebagai rumah bersama.(Tim)