Salurkan Hak Pilih di TPS 7, SDN 4 Tut Lengoh Ajak Warga Tulikup Gunakan Hak Suara dengan Bijak

Gianyar, BerandaBali. Id– Suasana pemilihan Perbekel Desa Tulikup, Kecamatan Gianyar, Kabupaten Gianyar, Minggu (20/9/2026), berlangsung dalam semangat demokrasi dan kebersamaan. Salah satu calon Perbekel Desa Tulikup, Dr. drh. I Ketut Gede Nata Kesuma, M.M.A., yang akrab disapa Tut Lengoh, turut menyalurkan hak pilihnya di TPS 7, SDN 4 Tulikup.

Tut Lengoh yang maju sebagai calon Perbekel Desa Tulikup nomor urut 3, datang untuk menggunakan hak konstitusionalnya bersama masyarakat. Momen pencoblosan tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan Pilkel Desa Tulikup, setelah seluruh tahapan kampanye dan persiapan pemilihan dilalui.

Usai memberikan hak suaranya, Tut Lengoh menyampaikan pesan kepada seluruh masyarakat Desa Tulikup agar menggunakan hak pilih dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab.

Menurutnya, momentum pemilihan Perbekel bukan sekadar memilih sosok untuk memimpin desa, tetapi juga menjadi kesempatan bagi masyarakat menentukan arah pembangunan dan masa depan Desa Tulikup.

Ia berharap masyarakat dapat menyalurkan hak pilihnya kepada calon pemimpin yang memiliki integritas, komitmen, serta rekam jejak yang jelas, sehingga pilihan yang diberikan benar-benar lahir dari hati nurani dan pertimbangan yang matang.

«“Saya berharap masyarakat bisa menyalurkan hak pilihnya dengan baik, memilih calon pemimpin yang berintegritas dan memiliki rekam jejak yang jelas. Karena pilihan masyarakat hari ini akan menentukan arah Desa Tulikup ke depan,” ujar Tut Lengoh saat ditemui Tim Redaksi Newsyess.com usai menggunakan hak pilihnya.»

Lebih dari sekadar kompetisi politik di tingkat desa, Tut Lengoh juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga suasana Pilkel tetap sejuk, aman, dan penuh persaudaraan.

Ia berharap seluruh tahapan pemilihan dapat berjalan dengan lancar, tertib, jujur, dan damai hingga proses penghitungan suara selesai.

READ  I Ketut Gede Kesumawijaya Sampaikan Terima Kasih: 3 Tahun 5 Bulan Mengabdi Membangun Pondasi Desa Mandiri dari sayan untuk sayan 

“Yang paling penting, saya berharap Pilkel Desa Tulikup berjalan dengan lancar dan damai. Siapa pun nanti yang mendapatkan kepercayaan masyarakat, mari kita hormati bersama. Karena pada akhirnya, kita semua adalah bagian dari Desa Tulikup,” pesannya.

Semangat tersebut menjadi pengingat bahwa pesta demokrasi di tingkat desa sejatinya bukan tentang siapa yang paling unggul, melainkan bagaimana masyarakat dapat menggunakan hak pilihnya secara bertanggung jawab dan tetap menjaga persatuan.

Bagi Tut Lengoh, demokrasi di desa harus tumbuh dari hati masyarakat. Perbedaan pilihan adalah hal yang wajar dalam sebuah proses demokrasi, namun persaudaraan dan keharmonisan masyarakat harus tetap menjadi pijakan bersama.

Dengan telah disalurkannya hak pilih oleh para calon dan masyarakat, Pilkel Desa Tulikup kini memasuki tahapan penting menuju penghitungan suara. Harapan akan lahirnya pemimpin yang mampu membawa Desa Tulikup bergerak maju pun menjadi doa bersama masyarakat.

Demokrasi boleh berbeda pilihan, tetapi persaudaraan jangan sampai kehilangan arah. (Tim)

Populer

Dari Supir Trek dan Warisan Keluarga, Bakso Balung Babi Beranak Tut Lonto Jadi Buruan Pecinta Kuliner di Bali 

Selama 37 Tahun Menekuni Aktuaria dan Hukum, Arya Bagiastra Bawa Perspektif Profesional dalam Tata Kelola PPPSRS

Mamaka Fun Run Vol. 3: Lari Lebih Besar, Komunitas Lebih Besar, Tujuan Lebih Besar

Lansia Terperosok ke Jurang Dalam di Karangasem Berhasil Dievakuasi

Pemkab Badung Berpartisipasi dalam Colours of Cultures Festival Ke-10

Terbaru

Dari Supir Trek dan Warisan Keluarga, Bakso Balung Babi Beranak Tut Lonto Jadi Buruan Pecinta Kuliner di Bali 

Selama 37 Tahun Menekuni Aktuaria dan Hukum, Arya Bagiastra Bawa Perspektif Profesional dalam Tata Kelola PPPSRS

Mamaka Fun Run Vol. 3: Lari Lebih Besar, Komunitas Lebih Besar, Tujuan Lebih Besar

Lansia Terperosok ke Jurang Dalam di Karangasem Berhasil Dievakuasi

Pemkab Badung Berpartisipasi dalam Colours of Cultures Festival Ke-10