Gianyar,BerandaBali.id — Pesta demokrasi Pemilihan Perbekel (Pilkel) serentak Kabupaten Gianyar yang berlangsung pada Minggu, 20 September 2026, menghadirkan hasil menggembirakan bagi masyarakat Desa Peliatan, Kecamatan Ubud.
Cokorda Gede Agusnawa, calon Perbekel Desa Peliatan nomor urut 1, berhasil meraih suara terbanyak dan berdasarkan hasil penghitungan yang disampaikan, unggul telak dari calon lainnya.
Dari total sekitar 5.000 suara yang dihitung, Cokorda Gede Agusnawa disebut memperoleh sekitar 3.500 suara atau 67,19 persen.
Perolehan tersebut menempatkannya sebagai calon dengan dukungan suara dominan dalam Pilkel Desa Peliatan periode 2026–2034.
Kemenangan tersebut semakin terasa kuat karena dukungan terhadap Agusnawa disebut tersebar hampir di seluruh banjar di Desa Peliatan.
Kondisi ini menunjukkan bahwa pilihan masyarakat tidak hanya terkonsentrasi pada satu wilayah, tetapi relatif merata di berbagai lingkungan desa.
Hasil tersebut sekaligus menjadi puncak dari perjalanan panjang Agusnawa dalam mengikuti tahapan Pilkel Desa Peliatan. Sebelumnya, ia resmi ditetapkan sebagai calon Perbekel pada 17 Agustus 2026 dan kemudian mendapatkan nomor urut 1 dalam pengundian nomor calon.
“Ini Kemenangan Rakyat Peliatan”
Usai unggul dalam penghitungan suara, kemenangan tersebut tidak ingin semata-mata dimaknai sebagai kemenangan seorang calon.
Cokorda Gede Agusnawa memandang hasil Pilkel sebagai bentuk kepercayaan masyarakat Peliatan sekaligus amanah yang harus dijawab dengan kerja nyata.
“Ini kemenangan rakyat Peliatan,” menjadi pesan yang menggambarkan bahwa kemenangan tersebut merupakan hasil dari kepercayaan masyarakat yang diberikan melalui bilik suara.
Dengan hasil tersebut, Agusnawa diproyeksikan mengemban amanah sebagai Perbekel Desa Peliatan untuk periode 2026–2034, melanjutkan pengabdian di tingkat desa dengan membawa visi pembangunan yang menempatkan masyarakat sebagai pusat pelayanan dan pembangunan.
Sebelumnya, Agusnawa menyampaikan gagasan pembangunan Peliatan yang bertumpu pada nilai Tri Hita Karana, penguatan pelayanan publik, pemberdayaan ekonomi masyarakat, kehidupan sosial dan adat, serta pembangunan lingkungan yang berkelanjutan.
Dari Birokrasi Kembali Mengabdi ke Desa
Kemenangan ini juga menjadi babak baru perjalanan Cokorda Gede Agusnawa yang memiliki pengalaman panjang di lingkungan pemerintahan Kabupaten Gianyar.
Pengalaman birokrasi tersebut menjadi salah satu modal yang ia tawarkan kepada masyarakat Peliatan dalam kontestasi Pilkel 2026. Sebelumnya, Agusnawa tercatat pernah menduduki sejumlah jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gianyar.
Kini, setelah mendapatkan kepercayaan masyarakat melalui Pilkel, pengalaman tersebut dituntut untuk diterjemahkan menjadi pelayanan pemerintahan desa yang nyata, transparan, responsif, dan menyentuh kebutuhan masyarakat.
Kemenangan Harus Menjadi Awal Persatuan
Menariknya, sejak awal mengikuti tahapan Pilkel, Agusnawa konsisten menyuarakan pentingnya menjaga persaudaraan masyarakat Peliatan.
Dalam Deklarasi Damai Pilkel Gianyar, ia bahkan menegaskan kesiapan menerima dua kemungkinan dalam sebuah kontestasi demokrasi: menang maupun kalah. Ia mengingatkan bahwa persaingan politik desa jangan sampai merusak hubungan persaudaraan masyarakat.
Karena itu, setelah hasil penghitungan suara menunjukkan keunggulannya, kemenangan tersebut diharapkan tidak menjadi sekat baru di tengah masyarakat.
Sebaliknya, kemenangan harus menjadi momentum untuk kembali menyatukan seluruh elemen masyarakat Peliatan.
Tidak ada lagi nomor 1 atau nomor 2. Tidak ada lagi kelompok yang menang maupun kelompok yang kalah.
Yang ada adalah satu Peliatan.
Peliatan yang harus dibangun bersama, dijaga adat dan budayanya, dirawat lingkungannya, diperkuat ekonominya, serta ditingkatkan pelayanan pemerintahannya.
Amanah Delapan Tahun di Depan
Dengan dukungan suara yang disebut mencapai 67,19 persen, tantangan berikutnya justru semakin besar. Kepercayaan masyarakat tersebut harus dijawab melalui program dan kerja nyata selama masa kepemimpinan 2026–2034.
Masyarakat tentu berharap kemenangan di bilik suara tidak berhenti sebagai angka dalam rekapitulasi. Suara sekitar 3.500 warga tersebut membawa harapan agar pemerintahan Desa Peliatan ke depan semakin dekat dengan masyarakat.
Pilkades serentak Gianyar pada 20 September 2026 pun menjadi catatan penting bagi Desa Peliatan.
Dari ribuan suara yang diberikan masyarakat, lahir sebuah mandat politik desa.
Cokorda Gede Agusnawa menjadi pemenang dalam perhitungan suara yang disampaikan, tetapi pekerjaan sesungguhnya baru dimulai.
Sebab setelah pesta demokrasi usai, rakyat tidak lagi menunggu janji.
Rakyat menunggu pengabdian.
Dari Peliatan, untuk Peliatan. Dari suara rakyat, menjadi amanah untuk membangun desa.(Tim)