Made Arya Amitaba ini Pesan Direktur Utama BPR Kanti: Jangan Menunggu Sempurna untuk Bisa Memberi Manfaat

Bali,BerandaBali.id – Sebuah pesan penuh makna disampaikan Direktur Utama Bank BPR Kanti, Made Arya Amitaba, SE., MM. melalui sebuah perumpamaan sederhana tentang buah melon dan dahaga.

“Melon yang dipaksa matang mungkin tidak semanis melon yang tumbuh pada waktunya. Tetapi ketika seseorang sedang kehausan, ia tetap bisa memberi air dan menghilangkan dahaga.”

Kalimat tersebut menyimpan pesan mendalam tentang arti sebuah proses, kesabaran, serta kebermanfaatan dalam kehidupan.

Tidak semua hal harus dipaksakan untuk segera mencapai hasil. Ada sesuatu yang justru membutuhkan waktu agar tumbuh dan berkembang secara alami.

Menurut pesan yang disampaikan Made Arya Amitaba, proses kehidupan setiap orang tidak selalu berjalan dengan kecepatan yang sama.

Ada yang mencapai keberhasilan lebih cepat, sementara yang lain membutuhkan waktu lebih panjang untuk menemukan kematangan dan jalannya.

Namun, perbedaan proses tersebut bukan berarti seseorang harus menunggu sampai dirinya sempurna untuk dapat memberikan manfaat kepada orang lain.

Ibarat seseorang yang sedang kehausan, air tetap memiliki arti ketika diberikan pada saat yang tepat.

Nilai sebuah pemberian bukan semata-mata dilihat dari bentuk atau besarnya, tetapi dari manfaat yang dirasakan oleh mereka yang menerimanya.

Pesan tersebut sekaligus menjadi refleksi bahwa proses dan kebermanfaatan dapat berjalan bersamaan.

Seseorang boleh terus belajar, bertumbuh, memperbaiki diri, dan mengejar kualitas terbaik.

Tetapi dalam proses itu, ia tetap dapat berbagi, membantu, bekerja dengan tulus, serta memberikan sesuatu yang bermanfaat bagi lingkungan di sekitarnya.

Dalam kehidupan sosial maupun dunia kerja, prinsip tersebut menjadi penting. Setiap orang memiliki kemampuan, pengalaman dan kelebihan yang berbeda.

Sesuatu yang mungkin terlihat sederhana bagi seseorang, bisa memiliki arti besar bagi orang lain.

READ  CALON KADES TUSAN NGAKAN NYOMAN KENCANA USUNG DESA TUSAN ERA BARU: MUSYAWARAH JADI KUNCI, SUARA WARGA TAK BOLEH DIABAIKAN

Karena itu, tidak semestinya seseorang merasa harus menunggu menjadi yang terbaik terlebih dahulu untuk mulai berbuat baik.

Pesan Made Arya Amitaba juga dapat dimaknai sebagai ajakan untuk menghargai proses dan waktu.

Seperti buah yang membutuhkan waktu untuk matang, manusia pun membutuhkan pengalaman untuk mencapai kematangan.

Memaksakan sesuatu sebelum waktunya mungkin dapat menghasilkan pencapaian yang terlihat cepat, tetapi belum tentu menghasilkan kualitas sebagaimana yang diharapkan.

Sebaliknya, menjalani proses dengan sabar memberikan ruang bagi seseorang untuk belajar dari pengalaman, memahami keadaan, dan tumbuh menjadi pribadi yang lebih matang.

Namun ketika kesempatan untuk membantu hadir, jangan pula menunggu sampai semuanya sempurna.

Sebab, kebaikan yang diberikan pada waktu yang tepat bisa menjadi sesuatu yang sangat berarti bagi orang lain.

Pesan sederhana dari Direktur Utama Bank BPR Kanti tersebut pada akhirnya bukan sekadar berbicara tentang melon dan air.

Lebih jauh, pesan itu mengajarkan keseimbangan antara kesabaran dalam menjalani proses dan kepekaan untuk tetap memberikan manfaat kepada sesama.

Hidup memang membutuhkan waktu untuk bertumbuh. Tetapi hidup juga membutuhkan keberanian untuk hadir dan memberi ketika orang lain sedang membutuhkan.

Tumbuhlah sesuai waktunya, tetapi jangan menunggu sempurna untuk menjadi berguna.

Pesan ini menjadi pengingat bahwa setiap orang memiliki waktunya masing-masing untuk berkembang.

Yang terpenting bukan sekadar seberapa cepat seseorang sampai pada tujuan, tetapi juga seberapa banyak manfaat yang mampu ia tinggalkan sepanjang perjalanan tersebut. (Tim)

Populer

Dari Supir Trek dan Warisan Keluarga, Bakso Balung Babi Beranak Tut Lonto Jadi Buruan Pecinta Kuliner di Bali 

Selama 37 Tahun Menekuni Aktuaria dan Hukum, Arya Bagiastra Bawa Perspektif Profesional dalam Tata Kelola PPPSRS

Mamaka Fun Run Vol. 3: Lari Lebih Besar, Komunitas Lebih Besar, Tujuan Lebih Besar

Lansia Terperosok ke Jurang Dalam di Karangasem Berhasil Dievakuasi

Pemkab Badung Berpartisipasi dalam Colours of Cultures Festival Ke-10

Terbaru

Dari Supir Trek dan Warisan Keluarga, Bakso Balung Babi Beranak Tut Lonto Jadi Buruan Pecinta Kuliner di Bali 

Selama 37 Tahun Menekuni Aktuaria dan Hukum, Arya Bagiastra Bawa Perspektif Profesional dalam Tata Kelola PPPSRS

Mamaka Fun Run Vol. 3: Lari Lebih Besar, Komunitas Lebih Besar, Tujuan Lebih Besar

Lansia Terperosok ke Jurang Dalam di Karangasem Berhasil Dievakuasi

Pemkab Badung Berpartisipasi dalam Colours of Cultures Festival Ke-10