Gianyar,BerandaBali.id — Pengabdian dalam kehidupan adat bukan sekadar menjalankan sebuah jabatan, tetapi merupakan bentuk ketulusan dalam ngayah, menjaga kebersamaan, serta memberikan pelayanan terbaik bagi krama.
Semangat tersebut tercermin dalam rangkaian pelantikan Kelihan Banjar Adat Teges Kawan dan Banjar Adat Yangloni yang baru di Desa Adat Peliatan, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar.
Dalam momentum pergantian kepemimpinan tersebut, LPD Desa Adat Peliatan turut memberikan cenderamata atau suvenir sebagai bentuk apresiasi dan penghargaan kepada para Kelihan Banjar Adat Teges Kawan dan Yangloni sebelumnya.
Pemberian cenderamata tersebut menjadi simbol penghormatan atas dedikasi, pengabdian, serta kontribusi yang telah diberikan selama menjalankan amanah untuk krama banjar.
Bagi LPD Peliatan, setiap pengabdian yang telah diberikan dalam kehidupan adat memiliki nilai yang sangat berarti. Sebab, keberadaan para Kelihan Banjar Adat menjadi bagian penting dalam menjaga komunikasi, kebersamaan, keharmonisan, serta keberlanjutan kehidupan sosial dan adat di tengah masyarakat.
Pemucuk LPD Desa Adat Peliatan, I Wayan Yudatama, menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada para Kelihan Banjar Adat sebelumnya yang telah mendedikasikan waktu, tenaga, pikiran, serta hati untuk melayani krama.
“Pengabdian yang telah diberikan merupakan bagian penting dari perjalanan kehidupan adat. Kami di LPD Peliatan menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dedikasi serta pengabdian yang selama ini telah diberikan untuk krama,” ujar I Wayan Yudatama.
Menurutnya, pergantian kepemimpinan bukan berarti berakhirnya sebuah pengabdian. Sebaliknya, pergantian tersebut merupakan bagian dari estafet untuk melanjutkan amanah, menjaga nilai-nilai kebersamaan dan memastikan roda kehidupan adat tetap berjalan dengan baik.
“Setiap kepemimpinan memiliki masa dan tantangannya masing-masing. Yang terpenting adalah semangat ngayah dan pengabdian kepada krama tetap berlanjut. Kepada Kelihan yang baru, kami mengucapkan selamat mengemban amanah. Semoga diberikan kelancaran, kekuatan dan ketulusan dalam menjalankan tugas,” ungkapnya.
I Wayan Yudatama juga berharap para Kelihan Banjar Adat yang baru dapat melanjutkan hal-hal baik yang telah diwariskan oleh para pendahulunya, sekaligus menghadirkan semangat baru dalam membangun kebersamaan di lingkungan banjar.
“Semoga kepemimpinan yang baru mampu membawa semangat kebersamaan, keharmonisan dan pelayanan yang semakin baik bagi seluruh krama. LPD Peliatan siap terus bersinergi dan mendukung kehidupan adat serta kegiatan-kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” tegasnya.
Momentum tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa kemajuan desa adat tidak lahir dari satu tangan, melainkan dari kerja bersama. Para pemimpin adat datang dan berganti, tetapi semangat ngayah, kebersamaan dan menjaga keharmonisan krama harus tetap menjadi fondasi.
LPD Peliatan pun menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjalankan fungsi pelayanan keuangan, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan sosial dan adat di Desa Adat Peliatan.
“Matur suksma atas segala pengabdian dan dedikasi yang telah diberikan. Selamat melanjutkan estafet pengabdian kepada para Kelihan Banjar Adat yang baru. Bersama membangun, melayani dengan ketulusan.”
Pergantian kepemimpinan akhirnya bukan tentang siapa yang meninggalkan jabatan dan siapa yang menggantikannya. Lebih dari itu, ia adalah tentang bagaimana sebuah pengabdian terus diwariskan, dari satu generasi ke generasi berikutnya, demi menjaga harmoni, persatuan dan kerahayuan krama Desa Adat Peliatan. (Tim)