Klungkung,BerandaBali.id – Deklarasi damai calon Perbekel di Kabupaten Klungkung menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen bersama dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan suasana demokrasi yang sehat menjelang pelaksanaan pemilihan perbekel (Pilkel).
Seluruh calon diharapkan mampu mengedepankan persaingan yang sehat, menghormati perbedaan pilihan, serta menerima hasil pemilihan sesuai ketentuan yang berlaku.
Komitmen tersebut turut disuarakan Ngakan Nyoman Kancana, S.H., calon Perbekel Desa Tusan nomor urut 4. Ia menegaskan bahwa Pilkel bukan sekadar ajang untuk memperebutkan jabatan, melainkan proses demokrasi untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat menentukan sosok pemimpin terbaik bagi desanya.
Menurut Kancana, pesan yang disampaikan Bupati Klungkung dalam kegiatan deklarasi damai sejalan dengan visi dan misi yang diusungnya, yakni “Menuju Desa Tusan Era BARU (Berintegritas, Aman, Responsif, dan Unggul).”
Baginya, unsur aman dalam visi tersebut tidak hanya berkaitan dengan keamanan lingkungan, tetapi juga mencakup terciptanya suasana yang kondusif selama seluruh tahapan pemilihan berlangsung.
“Sebagai calon, kita harus mampu menjaga kondusivitas desa selama proses pemilihan. Siapa pun yang nantinya terpilih, kita harus siap menerima keputusan panitia sesuai aturan yang berlaku,” ujarnya.
Ia menilai, deklarasi damai harus dimaknai lebih dari sekadar seremonial. Komitmen tersebut perlu diwujudkan melalui sikap dan tindakan nyata, terutama oleh para calon beserta tim dan pendukung masing-masing.
Terlebih, Desa Tusan memiliki lima calon yang akan bersaing dalam kontestasi Pilkel. Kondisi ini membutuhkan kedewasaan politik agar perbedaan pilihan tidak berkembang menjadi perselisihan maupun gesekan di tengah masyarakat.
Kancana menegaskan, seluruh calon harus mampu mengendalikan diri dan mengingatkan para pendukung agar tidak saling menjelekkan, menyerang, ataupun menjatuhkan calon lain.
“Pertama, kami akan menyampaikan kepada para pendukung agar tidak saling menjelekkan sesama calon. Kita harus mengajak masyarakat berpikir dengan akal sehat. Pemilihan ini adalah bagian dari proses demokrasi, sehingga harus dijalani dengan cara yang baik dan bermartabat,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa seluruh calon yang mengikuti kontestasi merupakan putra-putra terbaik desa yang memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk memperoleh kepercayaan masyarakat.
Karena itu, persaingan seharusnya diarahkan pada adu gagasan, program, serta visi dan misi, bukan pada upaya menjatuhkan pihak lain. Dengan demikian, masyarakat dapat menentukan pilihan berdasarkan pertimbangan yang rasional dan sesuai kebutuhan pembangunan desa.
Siap Menang, Siap Kalah, Hormati Keputusan
Kancana menyambut positif pesan Bupati Klungkung yang menekankan pentingnya menjaga keamanan dan kenyamanan selama tahapan Pilkel, sekaligus mengingatkan seluruh calon agar siap menang maupun kalah.
Menurutnya, kesiapan menerima hasil pemilihan merupakan bagian penting dari kedewasaan seorang calon pemimpin. Dalam setiap kontestasi demokrasi, hanya satu calon yang akan memperoleh kepercayaan untuk memimpin desa. Karena itu, kemungkinan menang maupun kalah harus diterima sebagai konsekuensi yang wajar.
“Bagi kami, kalah dan menang itu sudah biasa dalam proses demokrasi. Yang paling penting bukan semata-mata bagaimana kita menang, tetapi bagaimana memperoleh kepercayaan masyarakat. Ketika hasilnya sudah ditetapkan sesuai aturan, kita harus menghormatinya,” ungkapnya.
Ia juga menilai bahwa pelaksanaan demokrasi di Klungkung harus terus dijaga agar masyarakat mendapatkan ruang yang bebas untuk menentukan pemimpinnya tanpa tekanan maupun intervensi.
Menurut Kancana, masyarakat perlu diberikan kesempatan seluas-luasnya untuk menilai rekam jejak, karakter, kemampuan, serta program yang ditawarkan masing-masing calon. Dengan begitu, keputusan yang dihasilkan benar-benar mencerminkan aspirasi masyarakat desa.
Ajak Masyarakat Tidak Golput
Selain mengedepankan perdamaian ant calon, Kancana juga mengajak masyarakat Desa Tusan untuk berpartisipasi aktif dalam Pilkel dan tidak memilih golput.
Ia menilai, keberhasilan demokrasi tidak hanya menjadi tanggung jawab calon dan penyelenggara, tetapi juga membutuhkan keterlibatan masyarakat sebagai pemegang hak suara.
Menurutnya, calon harus proaktif mendatangi masyarakat, menyampaikan program, serta meyakinkan pemilih melalui gagasan yang realistis dan berpihak pada kepentingan desa. Di sisi lain, masyarakat juga perlu aktif mencari informasi dan menilai calon secara objektif sebelum menentukan pilihan.
“Kami berharap masyarakat hadir ke TPS dan menggunakan hak suaranya. Jangan sampai ada yang golput, karena setiap suara memiliki arti penting bagi masa depan desa,” katanya.
Ia menambahkan, masyarakat hendaknya memilih berdasarkan karakter calon, integritas, serta visi dan misi yang ditawarkan. Dengan cara tersebut, proses pemilihan diharapkan mampu melahirkan pemimpin yang benar-benar mendapat kepercayaan dan dukungan masyarakat.
Kancana menilai, sinergi antara calon dan masyarakat menjadi salah satu kunci untuk mencegah munculnya sikap apatis terhadap proses demokrasi. Partisipasi aktif masyarakat akan memperkuat rasa tanggung jawab bersama dalam menentukan arah pembangunan desa.
Pilkel Bukan Sekadar Kompetisi, tetapi Tanggung Jawab Bersama
Lebih jauh, Kancana berharap semangat deklarasi damai dapat terus dijaga hingga seluruh tahapan Pilkel selesai. Para calon diharapkan tidak hanya menunjukkan sikap santun saat kegiatan deklarasi, tetapi juga konsisten menjaga etika politik dalam setiap aktivitas sosialisasi dan pendekatan kepada masyarakat.
Baginya, Pilkel harus menjadi ruang bagi masyarakat untuk memilih pemimpin terbaik tanpa harus mengorbankan persaudaraan, keharmonisan, dan persatuan warga.
Perbedaan pilihan merupakan hal yang wajar dalam demokrasi. Namun, setelah proses pemilihan selesai, seluruh elemen masyarakat diharapkan kembali bersatu untuk mendukung pembangunan desa, siapa pun yang nantinya memperoleh mandat sebagai perbekel.
“Harapan kami, ada sinergi antara calon dan masyarakat. Calon harus aktif meyakinkan masyarakat melalui visi dan misi, sementara masyarakat juga harus proaktif mencari pemimpin terbaik. Dengan begitu, masyarakat tidak bersikap apatis, tetapi ikut bertanggung jawab terhadap proses demokrasi di desanya,” ujarnya.
Melalui komitmen tersebut, Kancana berharap Pilkel Desa Tusan dapat berlangsung aman, tertib, dan damai. Ia ingin kontestasi ini menjadi contoh bahwa perbedaan pilihan politik tidak harus memecah hubungan sosial, melainkan menjadi bagian dari proses bersama untuk menentukan masa depan desa.
Pada akhirnya, esensi deklarasi damai bukan hanya memastikan pemilihan berjalan tanpa konflik, tetapi juga membangun kesadaran bahwa persatuan masyarakat jauh lebih penting daripada kemenangan seorang calon.
Sebab, siapa pun yang terpilih nantinya, tujuan utama Pilkel tetap sama: menghadirkan kepemimpinan yang dipercaya masyarakat dan membawa Desa Tusan menuju masa depan yang lebih baik. (Tim)