Saat Jadi Pj Perbekel Sayan Kesumawijaya Hadirkan Program Pemberdayaan Lewat Banten Bebangkit

Gianyar, BerandaBali.id – Kepedulian terhadap masyarakat tidak selalu harus diwujudkan melalui program pembangunan fisik. Di tengah kehidupan desa yang kuat dengan adat dan tradisi, pemberdayaan masyarakat juga dapat hadir melalui kepedulian terhadap kegiatan sosial-keagamaan yang menjadi bagian penting dari kehidupan krama.

Hal itulah yang pernah dilakukan I Ketut Gede Kesumawijaya, S.Sos., M.Ag., saat masih menjabat sebagai Penjabat (Pj.) Perbekel Desa Sayan, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar.

Salah satu program yang dilaksanakan saat itu diwujudkan melalui kegiatan Mepunia Atiwa-Tiwa dan Atma Wedana dalam rangka Ngaben Kinembulin, yang berlangsung pada Senin, 3 Agustus 2026.

Program tersebut menyasar sejumlah banjar di wilayah Pemerintahan Desa Dinas Sayan, yakni Banjar Sindu, Banjar Baung, Banjar Mas, Banjar Pande, dan Banjar Penestanan Kaja.

Namun, yang menjadi perhatian dalam program tersebut bukan semata-mata bantuan dalam pelaksanaan kegiatan adat. Kesumawijaya menghadirkan konsep pemberdayaan masyarakat melalui “Banten Bebangkit”, sebagai bentuk dukungan nyata pemerintah desa terhadap kebutuhan krama dalam menjalankan kewajiban adat dan keagamaan.

Program ini juga menjadi bagian dari upaya menghadirkan pelayanan pemerintahan desa yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat.

“Banten Bebangkit” ditempatkan sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat, bukan sekadar bantuan yang bersifat konsumtif. Kehadirannya diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan krama sekaligus memperkuat semangat gotong royong dalam pelaksanaan kegiatan adat di desa.

Yang tak kalah penting, program tersebut ditegaskan tidak menggunakan Dana Kesehatan (Dana Kes). Dukungan diberikan melalui skema program pemberdayaan masyarakat yang dilaksanakan oleh Pemerintahan Desa Dinas Sayan.

Bagi Kesumawijaya, pembangunan desa tidak hanya berbicara mengenai infrastruktur, tetapi juga bagaimana pemerintah hadir ketika masyarakat menjalankan berbagai kegiatan sosial, adat dan keagamaan.

Kehadiran pemerintah desa dalam ruang-ruang kehidupan masyarakat menjadi penting, terlebih di Bali, ketika adat dan tradisi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan krama.

READ  Ketut Sudarsana Ketua DPRD Gianyar Turun langsung  Atensi Krisis BBM, Sembilan SPBU yang Sempat Kosong Mulai Terisi

Melalui program tersebut, pemerintah desa berupaya membangun hubungan yang lebih dekat dengan masyarakat. Pemerintah bukan hanya hadir di kantor desa, tetapi juga hadir di tengah krama, memahami kebutuhan mereka dan memberikan dukungan sesuai kewenangan serta kemampuan desa.

Program Banten Bebangkit tersebut kini kembali mendapat perhatian seiring dengan keikutsertaan I Ketut Gede Kesumawijaya, S.Sos., M.Ag. sebagai Calon Perbekel Desa Sayan nomor urut 1 dalam Pemilihan Perbekel Desa Sayan.

Pengalaman ketika dipercaya menjadi Pj. Perbekel menjadi salah satu catatan perjalanan Kesumawijaya dalam memahami secara langsung kebutuhan masyarakat Desa Sayan.

Dari program tersebut tergambar sebuah pendekatan bahwa pemberdayaan masyarakat tidak harus selalu dimulai dari program besar. Terkadang, keberpihakan kepada masyarakat justru terlihat dari bagaimana pemerintah mampu membaca kebutuhan krama dan hadir pada saat mereka membutuhkan dukungan.

Banten Bebangkit menjadi salah satu contoh kecil bagaimana program pemberdayaan dapat bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat, sekaligus menjaga semangat gotong royong, kebersamaan dan keberlanjutan adat di Desa Sayan.

Bagi Desa Sayan, pembangunan yang kuat bukan hanya tentang apa yang terlihat secara fisik, tetapi juga tentang bagaimana pemerintah mampu menjaga kehidupan sosial masyarakat tetap hidup, guyub dan saling menguatkan.

Dan dari sanalah, sebuah program sederhana dapat memiliki makna yang jauh lebih besar: pemerintah hadir bersama masyarakat, tumbuh bersama krama, dan bekerja untuk menjaga kekuatan desa dari dalam. (TBB)

Populer

Dari Supir Trek dan Warisan Keluarga, Bakso Balung Babi Beranak Tut Lonto Jadi Buruan Pecinta Kuliner di Bali 

Selama 37 Tahun Menekuni Aktuaria dan Hukum, Arya Bagiastra Bawa Perspektif Profesional dalam Tata Kelola PPPSRS

Mamaka Fun Run Vol. 3: Lari Lebih Besar, Komunitas Lebih Besar, Tujuan Lebih Besar

Lansia Terperosok ke Jurang Dalam di Karangasem Berhasil Dievakuasi

Pemkab Badung Berpartisipasi dalam Colours of Cultures Festival Ke-10

Terbaru

Dari Supir Trek dan Warisan Keluarga, Bakso Balung Babi Beranak Tut Lonto Jadi Buruan Pecinta Kuliner di Bali 

Selama 37 Tahun Menekuni Aktuaria dan Hukum, Arya Bagiastra Bawa Perspektif Profesional dalam Tata Kelola PPPSRS

Mamaka Fun Run Vol. 3: Lari Lebih Besar, Komunitas Lebih Besar, Tujuan Lebih Besar

Lansia Terperosok ke Jurang Dalam di Karangasem Berhasil Dievakuasi

Pemkab Badung Berpartisipasi dalam Colours of Cultures Festival Ke-10