Rekam Jejak Birokrat Cokorda Gede Agusnawa Jadi Pertimbangan Dukungan 10 Banjar ke Nomor 1 di Peliatan

 

GIANYAR | Berandabali.com – Dukungan terhadap Cokorda Gede Agusnawa, calon Perbekel Desa Peliatan nomor urut 1, dalam Pemilihan Perbekel (Pilkel) Desa Peliatan, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, periode 2026–2034, semakin menguat.

Sedikitnya 10 Banjar Dinas di Desa Peliatan disebut mulai merapatkan barisan untuk memberikan dukungan kepada calon nomor urut 1. Dukungan tersebut menjadi salah satu gambaran menguatnya aspirasi masyarakat menjelang pelaksanaan Pilkel Desa Peliatan.

Bukan sekadar dukungan politik, masyarakat yang datang menyatakan keberpihakan juga membawa harapan agar kepemimpinan Desa Peliatan ke depan diisi oleh sosok yang memiliki pengalaman, memahami tata kelola pemerintahan, serta mampu bekerja dan merangkul seluruh lapisan masyarakat.

Dukungan dari 10 Banjar Dinas tersebut disampaikan melalui pertemuan dan silaturahmi bersama masyarakat. Sejumlah perwakilan warga bahkan datang ke Puri Kewendanan untuk menyampaikan aspirasi sekaligus menyatakan dukungan terhadap Cokorda Gede Agusnawa.

Komunikasi pun berlangsung dalam suasana kekeluargaan. Di tengah pertemuan, masyarakat berkesempatan berkomunikasi langsung dengan Cokorda Gede Agusnawa melalui sambungan telepon maupun video call.

Momentum tersebut memperlihatkan bahwa dukungan terhadap calon nomor urut 1 tidak hanya berbicara mengenai kontestasi politik, tetapi juga menyangkut kepercayaan masyarakat terhadap sosok yang dinilai memiliki pengalaman dan rekam jejak dalam birokrasi.

Rekam Jejak Birokrat Jadi Pertimbangan

Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam pencalonan Cokorda Gede Agusnawa adalah rekam jejaknya sebagai birokrat.

Pengalaman dalam lingkungan pemerintahan dinilai menjadi modal penting bagi seorang calon perbekel. Sebab, kepala desa tidak hanya dituntut mampu berkomunikasi dengan masyarakat, tetapi juga harus memahami tata kelola pemerintahan, administrasi, pelayanan publik, perencanaan pembangunan, hingga pengelolaan program yang menyentuh kepentingan masyarakat.

Pengalaman birokrasi juga menjadi bekal dalam memahami bagaimana pemerintahan bekerja dari sisi perencanaan hingga pelaksanaan.

READ  Aduan Warga soal Pelayanan Kesehatan Mengemuka, Komisi IV DPRD Badung Gelar Raker

Hal inilah yang kemudian menjadi salah satu alasan sebagian masyarakat menaruh harapan kepada Cokorda Gede Agusnawa.

Bagi masyarakat, pengalaman pemerintahan bukan semata-mata soal jabatan yang pernah diemban. Lebih jauh, pengalaman tersebut diharapkan mampu diterjemahkan menjadi kemampuan mengelola pemerintahan desa secara tertib, transparan, efektif dan berorientasi pada kepentingan warga.

Dengan pengalaman tersebut, Cokorda Gede Agusnawa dinilai memiliki modal untuk membawa pola kerja pemerintahan yang lebih terarah sekaligus tetap dekat dengan masyarakat.

Dukungan 10 Banjar Dinas

Dukungan dari 10 Banjar Dinas menjadi salah satu momentum penting dalam perjalanan Pilkel Desa Peliatan.

Pesan dukungan yang disampaikan masyarakat menegaskan bahwa barisan pendukung calon nomor urut 1 mulai menyatukan langkah.

“Dari 10 Banjar Dinas, kami sampun merapatkan barisan untuk mendukung dan siap memenangkan calon nomor satu. Astungkara, salam damai. Mogi Jagat Peliatan yang saya cintai mendapatkan kesehatan, kecukupan rezeki, rahayu, rahayu, rahayu,” demikian pesan dukungan yang disampaikan.

Dukungan tersebut sekaligus menjadi cerminan bahwa masyarakat mulai melihat pentingnya kepemimpinan yang memiliki pengalaman dan kemampuan menjalankan roda pemerintahan desa.

Namun demikian, dukungan politik tidak diharapkan menjadi sumber perpecahan. Masyarakat tetap mengedepankan persaudaraan dan keharmonisan sebagai bagian penting dalam kehidupan Desa Peliatan.

“Beda pilihan adalah hal yang paling mulia dalam menentukan pilihan. Yang terpenting persatuan dan persaudaraan tetap dijaga. Jaya desaku,” demikian pesan yang disampaikan.

Bukan Hanya Infrastruktur, Pemberdayaan Masyarakat Jadi Perhatian

Selain pengalaman birokrasi, perhatian terhadap pemberdayaan masyarakat juga menjadi bagian dari harapan yang disampaikan dalam dukungan terhadap calon nomor urut 1.

Salah satu gagasan yang mendapat perhatian adalah “Banten Bebangkit”, yang diarahkan sebagai bentuk perhatian terhadap kebutuhan masyarakat dalam kegiatan sosial, adat dan keagamaan.

READ  Rumah dan Tempat Potong Ayam Ludes Terbakar di Denpasar, 1 Unit mobil serta 3 Motor Ikut Hangus

Program tersebut tidak hanya dipandang sebagai bentuk bantuan, tetapi juga bagian dari upaya menghadirkan pemberdayaan yang bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat.

Banten Bebangkit diharapkan dapat menjadi ruang untuk memperkuat semangat gotong royong, menjaga tradisi, serta mempererat hubungan sosial masyarakat di tingkat banjar.

Gagasan tersebut sejalan dengan pandangan bahwa pembangunan desa tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan fisik.

Desa membutuhkan pembangunan manusia, penguatan ekonomi masyarakat, pemberdayaan, pelestarian budaya, pelayanan publik yang baik, serta pemerintahan yang mampu hadir ketika masyarakat membutuhkan.

Di titik inilah pengalaman birokrasi menjadi penting. Seorang perbekel dituntut bukan hanya mampu membuat program, tetapi juga memahami bagaimana program tersebut direncanakan, dianggarkan, dilaksanakan dan dipertanggungjawabkan.

Dukungan Boleh Menguat, Persaudaraan Tetap Dijaga

Menguatnya dukungan terhadap Cokorda Gede Agusnawa nomor urut 1 menjadi bagian dari dinamika Pilkel Desa Peliatan.

Namun masyarakat juga mengingatkan bahwa pesta demokrasi desa harus tetap berlangsung secara damai dan bermartabat.

Sebab setelah seluruh tahapan Pilkel berakhir, siapa pun yang terpilih nantinya akan memimpin masyarakat yang sama.

Karena itu, perbedaan pilihan tidak boleh berubah menjadi perpecahan.

Dukungan boleh menguat. Pilihan politik boleh berbeda. Namun persaudaraan masyarakat Peliatan harus tetap menjadi yang utama.

Bagi pendukung Cokorda Gede Agusnawa, dukungan dari 10 Banjar Dinas menjadi energi sekaligus amanah. Kepercayaan masyarakat harus dibalas dengan kerja nyata, pelayanan yang baik, serta kepemimpinan yang mampu merangkul seluruh elemen masyarakat.

Pada akhirnya, Pilkel bukan hanya tentang memenangkan nomor urut.

Lebih dari itu, Pilkel adalah momentum memilih sosok yang dipercaya mampu membawa pemerintahan desa berjalan lebih baik, pelayanan masyarakat semakin kuat, serta pembangunan Desa Peliatan semakin terarah.

Dengan dukungan yang mulai menguat dari 10 Banjar Dinas dan rekam jejak birokrasi yang menjadi salah satu pertimbangan masyarakat, Cokorda Gede Agusnawa nomor urut 1 kini menghadapi Pilkel Peliatan dengan membawa satu pesan: dukungan harus diterjemahkan menjadi kerja dan pengabdian untuk desa.
Jaya Desaku. Jaya Peliatan. Rahayu.
(Tim Newsyess)

READ  Anggota DPRD Bali Nyoman Suwirta Peduli, Sambangi Warga Tohpati  klungkung dan Serahkan Bantuan Kursi Roda

Populer

Dari Supir Trek dan Warisan Keluarga, Bakso Balung Babi Beranak Tut Lonto Jadi Buruan Pecinta Kuliner di Bali 

Selama 37 Tahun Menekuni Aktuaria dan Hukum, Arya Bagiastra Bawa Perspektif Profesional dalam Tata Kelola PPPSRS

Mamaka Fun Run Vol. 3: Lari Lebih Besar, Komunitas Lebih Besar, Tujuan Lebih Besar

Lansia Terperosok ke Jurang Dalam di Karangasem Berhasil Dievakuasi

Pemkab Badung Berpartisipasi dalam Colours of Cultures Festival Ke-10

Terbaru

Dari Supir Trek dan Warisan Keluarga, Bakso Balung Babi Beranak Tut Lonto Jadi Buruan Pecinta Kuliner di Bali 

Selama 37 Tahun Menekuni Aktuaria dan Hukum, Arya Bagiastra Bawa Perspektif Profesional dalam Tata Kelola PPPSRS

Mamaka Fun Run Vol. 3: Lari Lebih Besar, Komunitas Lebih Besar, Tujuan Lebih Besar

Lansia Terperosok ke Jurang Dalam di Karangasem Berhasil Dievakuasi

Pemkab Badung Berpartisipasi dalam Colours of Cultures Festival Ke-10