Calon kades Gelar Mesimakrama di Banjar Pande, Kesumawijaya Nomor Urut 1 Teguhkan Komitmen Mengabdi untuk Sayan

Gianyar, BerandaBali.id — Suasana penuh keakraban dan kekeluargaan mewarnai kegiatan Mesimakrama Calon Perbekel Desa Sayan yang berlangsung di Banjar Pande, Desa Sayan, Selasa (1/9/2026). Dalam kesempatan tersebut, I Ketut Gede Kesumawijaya, S.Sos., M.Ag., calon Perbekel Desa Sayan nomor urut 1, hadir bersama dua kandidat lainnya untuk menyapa dan menyampaikan gagasan kepada masyarakat.

Mesimakrama menjadi ruang penting bagi para calon untuk bertemu langsung dengan masyarakat, membangun komunikasi yang terbuka, sekaligus menyampaikan visi dan komitmen apabila nantinya dipercaya memimpin Desa Sayan.

Kehadiran Kesumawijaya dalam kegiatan tersebut mendapat perhatian masyarakat Banjar Pande. Dengan suasana yang berlangsung penuh kekeluargaan, ia berupaya membangun kedekatan dengan warga sekaligus menunjukkan bahwa kontestasi Pilkel tidak semestinya menjadi sekat yang memisahkan masyarakat.

Kegiatan ini turut dihadiri para Penglingsir Puri, Babinsa Desa Sayan, Bhabinkamtibmas Desa Sayan, panitia Pilkel, Kelihan Adat, Kelihan Dinas, Pakis, serta pemuda-pemudi dan masyarakat Banjar Pande.

Seluruh kandidat Perbekel Desa Sayan juga hadir dalam kegiatan tersebut. Kehadiran bersama ini menjadi gambaran bahwa proses demokrasi di tingkat desa dapat dijalankan dengan semangat kebersamaan, saling menghormati dan menjaga persatuan masyarakat.

Bagi Kesumawijaya, perjumpaan langsung dengan masyarakat bukan sekadar bagian dari tahapan Pilkel. Lebih dari itu, Mesimakrama menjadi momentum untuk mendengarkan aspirasi warga dari dekat.

Menurutnya, seorang calon pemimpin desa harus mampu hadir di tengah masyarakat, mendengar persoalan yang dihadapi warga dan memahami kebutuhan desa secara menyeluruh.

Nomor urut 1 bagi Kesumawijaya bukan hanya angka dalam surat suara, tetapi menjadi simbol perjuangan dan ikhtiar untuk menghadirkan pengabdian yang nyata bagi Desa Sayan.

Ia menegaskan bahwa pembangunan desa tidak dapat dilakukan seorang diri. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah desa, desa adat, tokoh masyarakat, generasi muda, serta seluruh elemen masyarakat.

READ  Bupati dan Wabup Badung Instruksikan Jajaran Pantau Antrian BBM Siagakan Petugas Kesehatan di SPBU

Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk tetap menjaga suasana Pilkel agar berlangsung aman, damai dan bermartabat. Perbedaan pilihan, menurutnya, merupakan bagian dari demokrasi dan tidak boleh menghilangkan persaudaraan sebagai sesama krama Desa Sayan.

Mesimakrama di Banjar Pande pun berlangsung dalam suasana yang hangat. Warga mendapat kesempatan untuk melihat dan mendengar langsung para calon yang akan berkompetisi dalam Pilkel Desa Sayan.

Bagi Kesumawijaya, momentum tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjang menuju hari pemilihan. Ia memilih untuk terus bergerak, menyapa masyarakat dan menyampaikan gagasan dengan cara yang santun.

“Pilkel bukan tentang siapa yang paling tinggi berdiri, tetapi siapa yang paling siap berdiri bersama masyarakat,” menjadi semangat yang ingin dibawa Kesumawijaya dalam perjuangannya menuju kursi Perbekel Desa Sayan.

Dengan pengalaman, latar belakang pendidikan dan komitmen pengabdian yang dibawanya, Kesumawijaya berharap masyarakat dapat memberikan penilaian secara objektif terhadap seluruh calon.

Ia pun mengajak seluruh masyarakat Sayan untuk menjadikan Pilkel sebagai momentum memilih pemimpin terbaik sekaligus memperkuat persatuan desa.

Sebab, setelah seluruh tahapan politik berakhir dan masyarakat telah menentukan pilihan, yang tersisa bukan lagi nomor urut dan rivalitas, melainkan satu tujuan bersama: membangun Desa Sayan agar semakin maju, harmonis dan sejahtera.

Mesimakrama di Banjar Pande menjadi salah satu saksi perjalanan I Ketut Gede Kesumawijaya, S.Sos., M.Ag., calon Perbekel Desa Sayan nomor urut 1, dalam mengetuk pintu hati masyarakat, membawa gagasan, sekaligus menawarkan pengabdian untuk masa depan Sayan. (TBB)

Populer

Dari Supir Trek dan Warisan Keluarga, Bakso Balung Babi Beranak Tut Lonto Jadi Buruan Pecinta Kuliner di Bali 

Selama 37 Tahun Menekuni Aktuaria dan Hukum, Arya Bagiastra Bawa Perspektif Profesional dalam Tata Kelola PPPSRS

Mamaka Fun Run Vol. 3: Lari Lebih Besar, Komunitas Lebih Besar, Tujuan Lebih Besar

Lansia Terperosok ke Jurang Dalam di Karangasem Berhasil Dievakuasi

Pemkab Badung Berpartisipasi dalam Colours of Cultures Festival Ke-10

Terbaru

Dari Supir Trek dan Warisan Keluarga, Bakso Balung Babi Beranak Tut Lonto Jadi Buruan Pecinta Kuliner di Bali 

Selama 37 Tahun Menekuni Aktuaria dan Hukum, Arya Bagiastra Bawa Perspektif Profesional dalam Tata Kelola PPPSRS

Mamaka Fun Run Vol. 3: Lari Lebih Besar, Komunitas Lebih Besar, Tujuan Lebih Besar

Lansia Terperosok ke Jurang Dalam di Karangasem Berhasil Dievakuasi

Pemkab Badung Berpartisipasi dalam Colours of Cultures Festival Ke-10