Gianyar, BerandaBali.id – Peta persaingan Pemilihan Perbekel (Pilkel) Desa Tulikup, Kecamatan Gianyar, Kabupaten Gianyar, periode 2026–2034 semakin menarik perhatian. Nama Dr. drh. I Ketut Gede Nata Kesuma, M.M.A., yang akrab disapa Tut Nata atau Tut Lengoh, mencuat sebagai salah satu kandidat yang mendapat dukungan kuat dari masyarakat.
Dalam Polling Redaksi Newsyess.com yang sebelumnya dilakukan terkait Pilkel Tulikup, Tut Lengoh tercatat memperoleh 78,1 persen dukungan responden. Angka tersebut menempatkannya pada posisi unggul dalam peta preferensi masyarakat yang terpotret melalui polling tersebut.
Namun, keunggulan angka survei tersebut tidak membuat Tut Lengoh menganggap kemenangan sebagai sesuatu yang sudah pasti. Ia menyadari bahwa polling hanyalah gambaran aspirasi masyarakat pada saat survei dilakukan, sementara keputusan akhir tetap berada di tangan masyarakat Tulikup melalui proses pemilihan.
Justru dengan dukungan yang tinggi tersebut, Tut Lengoh menyatakan semakin siap menghadapi seluruh proses demokrasi dengan sikap terbuka dan sportif.
Unggul Survei Bukan Berarti Pasti Menang
Bagi Tut Lengoh, hasil survei merupakan bentuk kepercayaan sekaligus tanggung jawab. Angka 78,1 persen bukan untuk dijadikan alasan berpuas diri, melainkan dorongan untuk terus mendengar aspirasi masyarakat.
Ia tetap membuka diri terhadap dinamika politik yang berkembang hingga hari pemilihan. Menurutnya, masyarakat memiliki hak penuh untuk menentukan siapa sosok yang dianggap paling layak memimpin Desa Tulikup selama periode 2026–2034.
Karena itu, Tut Lengoh menegaskan kesiapannya menerima apa pun hasil Pilkel nantinya.
Menang maupun tidak terpilih, keputusan masyarakat harus dihormati.
Sikap tersebut menjadi bagian dari komitmennya untuk menjadikan Pilkel Tulikup sebagai pesta demokrasi yang sehat, damai dan tetap menjaga persaudaraan masyarakat.
Siap Mengabdi, Siap Menerima Hasil Demokrasi
Tut Lengoh menyatakan kesiapannya maju sebagai bakal calon Perbekel Desa Tulikup bukan semata-mata karena dorongan untuk mengejar jabatan.
Dengan latar belakang sebagai dokter hewan dan akademisi, ia membawa semangat pengabdian serta keinginan untuk ikut memberikan kontribusi bagi pembangunan desa.
Menurutnya, seorang calon pemimpin harus memiliki kesiapan mental menghadapi dua kemungkinan: mendapatkan amanah masyarakat atau memberikan kesempatan kepada figur lain yang nantinya dipilih oleh warga.
Karena itu, baginya, kemenangan bukan satu-satunya ukuran keberhasilan dalam sebuah proses demokrasi.
Keberanian untuk tampil menawarkan gagasan, kesediaan mendengar masyarakat dan kemampuan menerima keputusan rakyat dengan lapang dada juga merupakan bagian penting dari demokrasi.
78,1 Persen Jadi Modal Moral, Bukan Jaminan Kemenangan
Perolehan 78,1 persen dalam polling Redaksi Newsyess.com tentu menjadi modal moral yang cukup kuat bagi Tut Lengoh
Dukungan tersebut menunjukkan adanya tingkat penerimaan masyarakat yang tinggi terhadap sosoknya. Namun, hasil polling tidak dapat disamakan dengan hasil pemungutan suara resmi.
Karena itu, perjalanan menuju Pilkel masih menjadi ruang terbuka bagi seluruh kandidat untuk menyampaikan visi, misi dan program terbaiknya.
Tut Nata pun tidak ingin terjebak dalam euforia angka survei. Ia memilih menjadikan dukungan tersebut sebagai energi untuk semakin dekat dengan masyarakat dan memahami persoalan yang dihadapi warga Tulikup.
Dari Survei Menuju Pengabdian
Jika nantinya mendapatkan kepercayaan masyarakat, Tut Lengoh siap mengemban tanggung jawab untuk membawa Desa Tulikup menuju arah pembangunan yang lebih baik.
Gagasan mengenai penguatan sumber daya manusia, pemberdayaan ekonomi masyarakat, pertanian dan peternakan, pengelolaan lingkungan serta pembangunan desa yang berkelanjutan menjadi bagian dari perhatian dalam pencalonannya.
Namun, jika masyarakat menentukan pilihan berbeda, ia juga menyatakan siap menerima dan menghormati keputusan tersebut.
Sebab, demokrasi menurutnya bukan sekadar bagaimana seseorang memenangkan pemilihan, tetapi bagaimana seluruh proses dapat berlangsung secara bermartabat dan tetap menjaga keutuhan masyarakat.
Tulikup Tetap Satu, Apa Pun Hasil Pilkel
Kontestasi Pilkel Tulikup periode 2026–2034 pada akhirnya bukan hanya tentang siapa yang mendapatkan suara terbanyak. Lebih jauh, pemilihan tersebut akan menentukan arah perjalanan Desa Tulikup dalam delapan tahun mendatang.
Tut Nata dengan julukan Tut Lengoh kini menyatakan siap memasuki proses tersebut dengan penuh keyakinan, tetapi tetap rendah hati.
Unggul 78,1 persen dalam polling bukan alasan untuk merasa sudah menang. Sebaliknya, tidak terpilih pun bukan alasan untuk berhenti mencintai dan mengabdi kepada Desa Tulikup.
Sikap siap menang dan siap menerima jika tidak terpilih menjadi pesan penting yang ingin dibawa Tut Lengoh dalam kontestasi Pilkel Tulikup 2026.
Pada akhirnya, suara masyarakatlah yang menjadi penentu. Siapapun yang mendapatkan mandat, seluruh elemen masyarakat diharapkan tetap bersatu karena setelah pesta demokrasi berakhir, Tulikup tetap satu keluarga, satu desa dan satu tujuan: membangun desa yang semakin maju, mandiri dan sejahtera. (TBB)