Denpasar, BerandaBali.id – Perjalanan politik I Nengah Senantara menjadi salah satu cerita menarik dalam peta politik Bali. Berangkat dari dunia usaha dan aktivitas sosial-organisasi, pria asal Buleleng ini kemudian berhasil mencatat sejarah sebagai kader Partai NasDem pertama dari Bali yang menembus DPR RI.
Kini, Senantara berada di dua panggung strategis sekaligus.
Di Senayan, ia merupakan anggota DPR RI periode 2024-2029 dari daerah pemilihan Bali dan menjalankan tugas di Komisi VI DPR RI. Sementara di tingkat daerah, ia dipercaya memimpin Partai NasDem sebagai Ketua DPW NasDem Bali periode 2024-2029.
Dua posisi tersebut membuat sosok Senantara tidak hanya berhadapan dengan dinamika politik nasional, tetapi juga dengan pekerjaan besar membangun dan memperkuat mesin politik NasDem di seluruh Bali.
Berawal dari Buleleng dan Dunia Pendidikan
I Nengah Senantara lahir di Singaraja. Berdasarkan profil resmi MPR RI, perjalanan pendidikannya dimulai dari SDN 1 Tembok, kemudian SMPN 1 Tejakula hingga SMPP Singaraja.
Ia selanjutnya menempuh pendidikan tinggi di Fakultas Pertanian Universitas Udayana pada 1983 hingga 1988.
Dunia pendidikan tersebut kemudian menjadi salah satu fondasi perjalanan panjang Senantara sebelum akhirnya dikenal sebagai pengusaha dan politisi.
Dunia usaha menjadi bagian penting dalam perjalanan hidupnya.
Dalam profil resmi DPR RI dari Partai NasDem, Senantara tercatat pernah menjalankan sejumlah usaha, di antaranya Sergug Gallery Gianyar, The Light Villas Seminyak-Kuta, The Yubi Villas Petitenget-Kuta, Bidadari Batik Denpasar, The Sun Hotel Legian Kuta serta The Bidadari Villas & Spa Kerobokan Kuta Selatan.
Ia juga tercatat sebagai pemilik PT BPR Bali Dewata.
Pengalaman tersebut membuat perjalanan Senantara tidak hanya bersentuhan dengan dunia politik, tetapi juga dengan sektor usaha, pariwisata, jasa dan ekonomi masyarakat.
Dari Dunia Usaha ke Pengabdian Adat
Sebelum memasuki panggung politik nasional, Senantara juga aktif dalam kehidupan sosial dan organisasi di Bali.
Catatan MPR RI menyebut dirinya pernah dipercaya sebagai Kelian Adat Prajuru Desa Adat Medahan, Kemenuh sejak 2014.
Ia juga tercatat pernah menjadi anggota Ikatan Mahasiswa Udayana atau IKAYANA, Harley Owner Group dan PERBALKIN.
Pengalaman berorganisasi dan bersentuhan langsung dengan masyarakat tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjang yang kemudian membawanya masuk lebih jauh ke dunia politik.
Pecah Telur NasDem Bali di DPR RI
Momentum penting dalam perjalanan politik Senantara terjadi pada Pemilu 2024.
Pada pesta demokrasi tersebut, Partai NasDem untuk pertama kalinya berhasil mendapatkan kursi DPR RI dari daerah pemilihan Bali.
KPU menetapkan I Nengah Senantara sebagai calon terpilih DPR RI dari Dapil Bali dengan perolehan 51.563 suara.
Hasil tersebut menjadi catatan sejarah bagi NasDem Bali.
Senantara menjadi satu-satunya calon legislatif Partai NasDem dari Bali yang berhasil mendapatkan kursi DPR RI pada Pemilu 2024.
Dengan demikian, ia tercatat sebagai kader NasDem Bali pertama yang berhasil membawa partai tersebut menembus Senayan melalui Dapil Bali.
Kursi tersebut sekaligus menjadi modal penting bagi NasDem Bali untuk membangun kekuatan politik yang lebih besar menuju Pemilu 2029.
Dari Anggota DPR RI Menjadi Ketua NasDem Bali
Perjalanan politik Senantara kemudian berkembang semakin cepat.
Pada Maret 2025, Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh menunjuk Senantara sebagai Ketua DPW Partai NasDem Bali menggantikan Julie Laiskodat.
Penunjukan tersebut dilakukan tanpa Musyawarah Wilayah. Surat keputusan penunjukan diserahkan Sekjen DPP Partai NasDem Hermawi Taslim kepada Senantara di Jakarta pada 3 Maret 2025.
Pelantikan dan serah terima kepemimpinan kemudian berlangsung di Denpasar pada 3 April 2025.
Dalam momentum tersebut, Surya Paloh secara langsung menyerahkan pataka Partai NasDem dari Julie Laiskodat kepada Senantara.
Senantara dipercaya memimpin DPW NasDem Bali untuk periode 2024-2029.
Surya Paloh meminta Senantara bekerja lebih ulet, memberikan pengayoman kepada kader, membangun motivasi serta memperkuat jaringan partai di Bali.
Bagi Senantara, kepercayaan tersebut bukan sekadar jabatan politik, tetapi sebuah tanggung jawab untuk membawa NasDem Bali terus tumbuh dan berkembang.
Membawa NasDem Bali Menuju Target Lebih Besar
Sebagai ketua DPW, pekerjaan Senantara tidak berhenti pada keberhasilan mempertahankan satu kursi DPR RI.
Ia menghadapi tantangan untuk mengonsolidasikan struktur partai di seluruh kabupaten/kota di Bali sekaligus meningkatkan perolehan kursi legislatif pada Pemilu 2029.
Generasi muda juga menjadi salah satu perhatian.
Senantara mendorong keterlibatan generasi milenial dan Gen Z dalam aktivitas politik NasDem. Konsolidasi ke seluruh DPD NasDem kabupaten/kota menjadi bagian penting dari agenda kepemimpinannya.
Langkah tersebut mulai terlihat dalam berbagai konsolidasi daerah.
Pada Agustus 2026, misalnya, DPD NasDem Karangasem mulai mempersiapkan diri menghadapi Pemilu 2029 dengan target memperoleh 9 hingga 12 kursi DPRD Karangasem.
Target itu lebih tinggi dibandingkan lima kursi yang diperoleh NasDem pada Pemilu 2024.
Dalam konsolidasi tersebut, Senantara hadir bersama Ketua DPD NasDem Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri.
Dari Senayan, Membawa Persoalan Bali ke Tingkat Nasional
Sebagai anggota Komisi VI DPR RI, ruang kerja Senantara tidak hanya berkaitan dengan politik kepartaian.
Komisi VI memiliki ruang lingkup tugas antara lain perdagangan, BUMN, koperasi, persaingan usaha serta sektor ekonomi lainnya.
Posisi tersebut dimanfaatkan Senantara untuk membawa sejumlah persoalan Bali ke tingkat nasional.
Salah satu isu yang menjadi perhatiannya adalah perkembangan pariwisata Bali.
Pada September 2026, Senantara menyoroti perkembangan pariwisata yang dinilainya terlalu terkonsentrasi di Bali Selatan.
Ia menyebut kawasan Bali Selatan telah mengalami kondisi yang ia istilahkan sebagai overcapacity, dengan berbagai persoalan seperti kemacetan dan tingginya harga tiket penerbangan.
Karena itu, ia mendorong pemerataan pengembangan pariwisata ke berbagai wilayah Bali lainnya.
Menurut Senantara, persoalan pariwisata Bali tidak cukup hanya diukur dari banyaknya wisatawan yang datang.
Yang lebih penting adalah bagaimana membangun ekosistem pariwisata yang sehat, merata dan mampu memberikan manfaat ekonomi lebih luas bagi masyarakat di seluruh Bali.
Mendorong Kemandirian Industri Nasional
Perhatian Senantara di Komisi VI juga menyentuh persoalan industri dan hilirisasi nasional.
Dalam kunjungan kerja Komisi VI ke Kalimantan Barat pada Februari 2026, ia menyoroti program hilirisasi pertambangan.
Menurutnya, hilirisasi tidak semata-mata berbicara mengenai peningkatan nilai ekonomi sumber daya alam, tetapi juga berkaitan dengan kemandirian dan kedaulatan Indonesia dalam mengelola kekayaan alamnya sendiri.
Ia mempertanyakan sejauh mana Indonesia mampu mengurangi ketergantungan terhadap bahan baku dan teknologi dari luar negeri.
Persoalan emas nasional juga menjadi sorotan.
Senantara mempertanyakan komitmen pasokan emas untuk kebutuhan dalam negeri serta mendorong BUMN sektor pertambangan memiliki strategi dan peta jalan yang lebih konkret dalam membangun kemandirian industri nasional.
Dari Pelabuhan hingga Kapal Pesiar
Isu transportasi laut dan kemaritiman juga menjadi perhatian Senantara.
Dalam kunjungan kerja reses Komisi VI ke PT Pelindo di Surabaya pada Juli 2026, ia mendukung penguatan industri perkapalan nasional serta optimalisasi PT PAL melalui Danantara.
Ia juga menyoroti antrean panjang penyeberangan Ketapang-Gilimanuk yang kerap terjadi saat periode liburan dan hari raya.
Menurutnya, persoalan tersebut membutuhkan langkah konkret, mulai dari penambahan armada, pengoperasian pelabuhan baru hingga peremajaan kapal.
Namun, seluruh upaya tersebut harus tetap menempatkan aspek keselamatan sebagai prioritas.
Senantara juga menyoroti aktivitas kapal pesiar di Pelabuhan Benoa.
Ia meminta evaluasi terhadap dugaan praktik monopoli agar aktivitas kapal pesiar tidak hanya menjadi angka statistik pariwisata, tetapi benar-benar memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi pelaku usaha lokal Bali.
Menjaga Soliditas NasDem Bali
Sebagai Ketua DPW NasDem Bali, Senantara juga menghadapi dinamika internal partai.
Pada April 2026, ia mengumpulkan kader NasDem Bali untuk meluruskan isu mengenai kabar merger atau fusi NasDem dengan Partai Gerindra.
Dalam pertemuan tersebut, Senantara menyatakan NasDem Bali tetap solid di bawah kepemimpinan Surya Paloh dan meminta kader tidak terpengaruh oleh informasi yang dinilainya tidak benar.
Ia mengumpulkan anggota dewan serta jajaran pengurus NasDem Bali dalam pertemuan tersebut.
Langkah itu menunjukkan bahwa kepemimpinannya tidak hanya diarahkan untuk membangun kekuatan elektoral, tetapi juga menjaga soliditas dan konsolidasi organisasi.
Dua Panggung, Satu Tanggung Jawab
Perjalanan I Nengah Senantara kini berada di dua jalur yang saling beririsan.
Sebagai anggota DPR RI, ia menjalankan fungsi legislasi, anggaran dan pengawasan melalui Komisi VI.
Sebagai Ketua DPW NasDem Bali, ia bertanggung jawab terhadap konsolidasi organisasi, penguatan kader serta peningkatan elektoral partai di Pulau Dewata.
Data resmi KPU menetapkan Senantara sebagai anggota DPR RI terpilih dari Bali dengan perolehan 51.563 suara. Sementara data MPR RI mencatatnya sebagai anggota MPR RI periode 2024-2029 dari Fraksi Partai NasDem.
Perjalanan itu bermula dari dunia usaha, organisasi dan pengabdian sosial di Bali.
Kini, namanya telah menjadi bagian dari peta politik Bali setelah berhasil mencatat sejarah sebagai kader NasDem Bali pertama yang membawa partainya mendapatkan kursi DPR RI dari Dapil Bali.
Di Senayan, ia membawa isu ekonomi, BUMN, industri, kemaritiman hingga pariwisata Bali.
Di internal partai, ia menghadapi pekerjaan rumah yang tidak kalah besar: mempertahankan kursi DPR RI yang telah diraih, memperkuat struktur organisasi dan membangun mesin politik NasDem menuju Pemilu 2029.
Bagi Senantara, keberhasilan menembus Senayan bukanlah garis akhir.
Justru, itu menjadi awal dari tanggung jawab yang lebih besar membawa aspirasi Bali ke panggung nasional sekaligus membangun kekuatan politik NasDem di tanah kelahirannya. (Tim)