Gianyar, BerandaBali.id – Tahapan Pemilihan Perbekel Desa Sayan, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, memasuki momentum penting.
Dalam pengundian nomor urut calon yang dilaksanakan Agustus 2026, I Ketut Gede Kesumawijaya, S.Sos., M.Ag., resmi mendapatkan nomor urut 1.
Nomor tersebut langsung disambut dengan semangat dan optimisme.
Bagi Ketut Gede Kesumawijaya, nomor satu bukan sekadar angka dalam surat suara, tetapi menjadi simbol tekad untuk menempatkan kepentingan masyarakat sebagai prioritas utama dalam membangun Desa Sayan.
Dengan mengusung jargon “Satu Hati untuk Sayan”, Ketut Gede Kesumawijaya menawarkan gagasan besar “Tri Hita Siddhi Sayan Bersinar”, dengan cita-cita menghadirkan Desa Sayan yang sejahtera, harmonis dan mandiri.
Semangat tersebut kemudian diperkuat dengan semboyan perjuangan yang menjadi pegangan dalam mengabdi kepada masyarakat, yakni:
“Bersih Hati, Tulus Mengabdi, Nyata Bekerja, Siap Melayani” Menurut Ketut Gede Kesumawijaya, pembangunan desa tidak semestinya hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari sejauh mana masyarakat merasakan manfaat pembangunan dalam kehidupan sehari-hari.
Karena itu, konsep Sayan Bersinar dirancang sebagai gagasan pembangunan yang menyatukan kesejahteraan masyarakat, penguatan ekonomi, keamanan dan ketertiban, tata kelola pemerintahan, kelestarian lingkungan serta adat dan budaya.
“Satu Hati untuk Sayan” menjadi pesan utama yang ingin disampaikan kepada seluruh masyarakat. Ia berharap perbedaan pilihan dalam proses demokrasi tidak menjadi sekat, melainkan menjadi bagian dari perjalanan bersama untuk menentukan masa depan Desa Sayan.
Dalam gagasan Tri Hita Siddhi Sayan Bersinar, Ketut Gede Kesumawijaya membawa visi mewujudkan Desa Sayan yang sejahtera, harmonis dan mandiri, dengan pemerintahan yang berintegritas, bersinergi dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Program yang ditawarkan mencakup berbagai sektor, mulai dari peningkatan kualitas sumber daya manusia, kesehatan, pendidikan, pemberdayaan perempuan dan pemuda, hingga penguatan perlindungan sosial bagi masyarakat yang membutuhkan.
Di bidang kesehatan, perhatian diarahkan pada penguatan Posyandu, layanan bagi lansia, pencegahan stunting, peningkatan gizi masyarakat serta fasilitasi akses kesehatan bagi kelompok rentan.
Sementara sektor pendidikan diarahkan pada penguatan PAUD/TK, dukungan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, pengembangan literasi serta peningkatan keterampilan generasi muda agar memiliki daya saing.
Tidak kalah penting, penguatan ekonomi masyarakat menjadi salah satu perhatian utama. UMKM akan didorong agar semakin berkembang melalui digitalisasi pemasaran, pendampingan legalitas usaha, akses permodalan serta pengembangan sentra pemasaran bersama.
BUMDes diharapkan dapat menjadi salah satu motor penggerak ekonomi desa dengan mengoptimalkan potensi dan aset yang dimiliki Desa Sayan.
Sektor pertanian, subak dan pariwisata juga dipandang sebagai kekuatan ekonomi yang harus dikembangkan secara berkelanjutan.
Pengembangan wisata berbasis masyarakat, homestay, ekowisata, promosi digital serta penguatan Pokdarwis menjadi bagian dari gagasan tersebut.
Konsep Sayan Bersinar juga menempatkan keamanan, ketertiban dan keharmonisan sosial sebagai fondasi penting pembangunan.
Sinergi antara Pecalang, Linmas, Babinsa, Bhabinkamtibmas dan masyarakat akan diperkuat. Sistem keamanan lingkungan dan kesiapsiagaan menghadapi bencana juga menjadi perhatian.
Di tengah perkembangan Sayan sebagai bagian dari kawasan Ubud, penataan kawasan wisata, parkir, aktivitas usaha, lingkungan dan arus lalu lintas dinilai perlu dilakukan secara terencana agar perkembangan ekonomi tidak mengorbankan kenyamanan masyarakat.
Semangat Asah-Asih-Asuh juga menjadi bagian dari gagasan untuk membangun hubungan sosial yang harmonis, mengedepankan musyawarah, gotong royong dan penyelesaian persoalan secara kekeluargaan.
Ketut Gede Kesumawijaya juga membawa gagasan tata kelola pemerintahan desa yang transparan, akuntabel dan responsif.
Digitalisasi pelayanan publik, keterbukaan informasi, transparansi APBDes, pengelolaan arsip serta kanal pengaduan masyarakat menjadi bagian dari upaya menghadirkan pelayanan pemerintahan yang lebih mudah dan cepat.
Koordinasi antara Pemerintah Desa dengan BPD, Desa Adat, LKD, PKK, Karang Taruna serta berbagai unsur masyarakat juga akan diperkuat.
Bagi Ketut Gede Kesumawijaya, pemerintah desa harus hadir bukan hanya ketika masyarakat membutuhkan pelayanan administrasi, tetapi juga ketika masyarakat membutuhkan solusi.
Sebagai wilayah yang memiliki kekayaan alam, adat dan budaya, pembangunan Desa Sayan juga diarahkan tetap menjaga keseimbangan lingkungan.
Kelestarian subak, sungai, kawasan hijau serta pengelolaan sampah menjadi bagian dari perhatian. Optimalisasi TPS 3R, Bank Sampah, penghijauan serta edukasi lingkungan akan menjadi bagian dari upaya menjaga Sayan tetap asri.
Pada saat bersamaan, adat dan budaya menjadi identitas yang tidak boleh tergerus oleh perkembangan zaman.
Dukungan terhadap kegiatan adat, pura, Pasraman, Sekaa Teruna-Teruni, kesenian tradisional, dokumentasi sejarah desa serta pelestarian nilai-nilai budaya menjadi bagian dari gagasan Sayan Bersinar.
Pengundian nomor urut pada Minggu, 23 Agustus 2026, menjadi babak baru bagi I Ketut Gede Kesumawijaya dalam kontestasi Pemilihan Perbekel Desa Sayan.
Mendapat nomor urut 1, ia mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan momentum demokrasi desa sebagai proses memilih pemimpin yang mampu bekerja, melayani dan mengabdikan diri bagi kepentingan bersama.
Baginya, kemenangan bukan semata-mata tentang mendapatkan jabatan, tetapi tentang bagaimana kepercayaan masyarakat nantinya dapat dijawab dengan kerja nyata.
Semangat itu terangkum dalam pesan yang dibawanya,“Satu Hati untuk Sayan.” Dengan cita-cita “Tri Hita Siddhi Sayan Bersinar”, ia berharap Desa Sayan ke depan semakin sejahtera, harmonis dan mandiri, tanpa kehilangan jati diri adat, budaya dan lingkungan.
“Bersih Hati, Tulus Mengabdi, Nyata Bekerja, Siap Melayani.” Dengan semangat tersebut, I Ketut Gede Kesumawijaya memohon doa restu dan dukungan masyarakat Desa Sayan untuk bersama-sama mewujudkan Sayan yang lebih baik.
Satu hati untuk Sayan.Sayan Bersinar.Sayan Sejahtera, Harmoni dan Mandiri.(TBB)