Dari B2B ke Pasar Global, Grande Granola Bali Tembus Jepang hingga Amerika Serikat Lewat Shopee

Denpasar, BerandaBali.id -Berawal dari, Bisnis to Bisnis (B2B) menyasar, Hotel dan Cafe di Bali.

Usaha Grande Granola didirikan 2015 dibangun oleh dua wanita bertekat kuat ini, Stefanie dan Lucy ini menyebut, langkah demi langkah telah dijalani dalam kembangkan produk serta perluas pasar.

Kedua Wanita pantang menyerah ini, akhirnya mulai jatuhkan pilihan dengan pasarkan produk manfaatkan fitur Shopee.

Hal ini dilatarbelakangi kedua Wanita murah senyum ini, melihat perkembangan pemasaran mulai menyasar ke on line saat ini maupun ke depannya.

Dengan pemanfaatan tersebut, Stefanie mengaku produk mampu tembus pasar ekspor hingga saat ini.

“Sebelumnya B2B.Kemudian pandemi COVID menerpa, terus omset kita turun 60%.Saya kemudian mulai mikir gimana caranya supaya bisa dapetin tambah revenue. Terus waktu itu juga mulai gencar untuk digital marketing,kayak Shopee, orang pada beli online kan. Nah, terus saya masukin di Shopee.Kebetulan Shopee juga nawarin kita untuk jadi Shopee Mall, terus kita akhirnya ikut Shopee Mall. Ya mulai dari situ deh kita jalanin dari Shopee,” jelas Stefanie, belum lama ini di Denpasar.

Dirinya menyebut, dengan Shopee Mall​ manfaat didapat sangat besar karena, Shopee tidak hanya sales akan tetapi, brand recognition berdampak pada pengenalan produk.

“Oh sangat besar, karena year-on-year juga Shopee itu terus-menerus meningkat ya untuk sales-nya. Dan juga kami percaya kalau Shopee itu bukan cuma sales-nya aja, tapi juga brand recognition. Jadi kayak orang-orang tuh bisa tahu brand kita dari Shopee sih. Jadi lumayan sih,” ujarnya.

Dirinya mengatakan, Dengan pemanfaatan fitur di Shopee akhirnya berdampak pada perluasan pemasaran tidak hanya lokal akan tetapi merambah pasar eksport.

“Kalau fitur dari Shopee itu yang paling kita pakai, itu yang pertama Iklan (Shopee Ads), itu yang paling pertama. Kedua, dia ada Shopee Ekspor, itu juga sangat membantu. Jadi sekarang kita juga bisa ekspor ke Jepang, Filipina, Hong Kong, South Africa, Dubai, Malaysia, Singapura, US sama Asia Tenggara.Jadi kayak itu sangat membantu sih,” terangnya.

READ  Pertamina Patra Niaga Perkuat Monitoring Stok dan Distribusi BBM-LPG Jelang MotoGP Mandalika

Dirinya menyampaikan, fitur Shopee sangat membantu.Sehingga produk terserap kurang lebih sekitar 2.000-an Pcs per bulan untuk ekspor serta, pemakaian gampang, dapat setting harga jadi, sangat nyaman digunakan selama menjalankan usaha.

“Kalau sebulan sekitar 8 ton. Tapi kan tergantung ya Kak, kalau di Bali itu kan musiman (seasonal) ya, he-eh. Tapi rata-rata sekitar segitu sebulan,” cetusnya.

Sembari Ia berharap, mendapat tempat di daerah Tabanan untuk pindah produksi.

“Kalau goal-nya kita yang paling dekat itu untuk kita mau pindah produksi kan, production house-nya kita mau pindah di Tabanan. Terus kalau dari situ kita mulai akan nambah varian, terus kita mau lebih gencar di export market gitu,” harapnya.(TBB)

Populer

Dari Supir Trek dan Warisan Keluarga, Bakso Balung Babi Beranak Tut Lonto Jadi Buruan Pecinta Kuliner di Bali 

Selama 37 Tahun Menekuni Aktuaria dan Hukum, Arya Bagiastra Bawa Perspektif Profesional dalam Tata Kelola PPPSRS

Mamaka Fun Run Vol. 3: Lari Lebih Besar, Komunitas Lebih Besar, Tujuan Lebih Besar

Lansia Terperosok ke Jurang Dalam di Karangasem Berhasil Dievakuasi

Pemkab Badung Berpartisipasi dalam Colours of Cultures Festival Ke-10

Terbaru

Dari Supir Trek dan Warisan Keluarga, Bakso Balung Babi Beranak Tut Lonto Jadi Buruan Pecinta Kuliner di Bali 

Selama 37 Tahun Menekuni Aktuaria dan Hukum, Arya Bagiastra Bawa Perspektif Profesional dalam Tata Kelola PPPSRS

Mamaka Fun Run Vol. 3: Lari Lebih Besar, Komunitas Lebih Besar, Tujuan Lebih Besar

Lansia Terperosok ke Jurang Dalam di Karangasem Berhasil Dievakuasi

Pemkab Badung Berpartisipasi dalam Colours of Cultures Festival Ke-10