Dukung  Penuh Tut Lengoh,  Yayasan Braya Siyut Bersatu Dorong Penataan  Pantai Siyut Jadi Destinasi Kekinian Anak Muda

Gianyar, BerandaBali. Id –  Dukungan terhadap calon Perbekel Desa Tulikup nomor urut 3, Dr. drh. I Ketut Gede Nata Kesuma, M.M.A., atau Tut Lengoh, terus mendapat perhatian dari berbagai elemen masyarakat. Salah satunya datang dari Yayasan Braya Siyut Bersatu (BSB) yang melihat pentingnya menghadirkan terobosan baru dalam pengembangan potensi desa, khususnya sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Ketua Yayasan Braya Siyut Bersatu, I Wayan Eka Widanta, mengatakan dukungannya kepada Tut Lengoh tidak semata-mata karena momentum Pemilihan Perbekel (Pilkel), tetapi karena melihat gagasan, rekam jejak dan potensi program yang dinilai dapat dikembangkan untuk kepentingan masyarakat Tulikup.

Salah satu harapan yang menjadi perhatian BSB adalah bagaimana Pantai Siyut dapat dikembangkan menjadi kawasan wisata yang lebih kekinian, menarik dan ramah bagi generasi muda, tanpa meninggalkan karakter serta kearifan lokal masyarakat setempat.

Menurut I Wayan Eka Widanta, Pantai Siyut memiliki potensi besar apabila ditata dan dikembangkan secara kreatif. Kawasan pantai tidak hanya bisa menjadi tempat menikmati pemandangan laut, tetapi juga dapat dikembangkan sebagai ruang berkumpul, rekreasi, ekonomi kreatif dan aktivitas anak muda.

“Pantai Siyut memiliki potensi yang luar biasa. Harapan kami ke depan bisa dikembangkan menjadi tempat wisata yang lebih kekinian, sehingga anak-anak muda, para milenial dan masyarakat umum mempunyai ruang untuk berkumpul, berkreasi dan menikmati suasana pantai,” ujar I Wayan Eka Widanta.

Pantai Siyut Didorong Jadi Ruang Kreatif Anak Muda

BSB melihat perubahan gaya hidup generasi muda sebagai peluang yang dapat dikembangkan dalam pembangunan desa.

Anak muda saat ini tidak hanya mencari tempat wisata untuk menikmati pemandangan, tetapi juga membutuhkan ruang yang nyaman untuk berkumpul, berdiskusi, bekerja, membuat konten, menikmati kuliner maupun sekadar menikmati suasana matahari terbenam.

READ  BEM Pertanian Unud Soroti Alih Fungsi Lahan dan Krisis Regenerasi Petani di Bali

Karena itu, kawasan Pantai Siyut dinilai memiliki peluang untuk diarahkan menjadi salah satu ruang publik kreatif yang dapat mengakomodasi kebutuhan tersebut.

Konsepnya dapat dikembangkan melalui penataan kawasan yang lebih menarik, area duduk yang nyaman, ruang aktivitas anak muda, spot foto, kegiatan seni dan budaya, kuliner lokal hingga berbagai aktivitas ekonomi kreatif.

“Kalau dikelola dengan baik, Pantai Siyut bukan hanya menjadi tempat orang datang melihat pantai. Tetapi bisa menjadi ruang ekonomi baru bagi masyarakat dan ruang kreatif bagi anak muda,” kata Eka Widanta.

Warung Kopi Kekinian, Ruang Berkumpul dan Tumbuhnya UMKM

Selain pengembangan kawasan pantai, Yayasan Braya Siyut Bersatu juga mendorong hadirnya warung kopi kekinian yang dapat menjadi salah satu daya tarik baru bagi anak muda.

Warung kopi tersebut tidak sekadar tempat menjual kopi, tetapi dapat dirancang sebagai ruang interaksi dan kreativitas generasi muda.

Mulai dari tempat nongkrong, diskusi komunitas, kegiatan UMKM, pertunjukan seni, hingga ruang promosi produk-produk lokal masyarakat Tulikup.

Konsep tersebut diharapkan mampu membuka peluang ekonomi baru sekaligus memberikan ruang bagi anak muda untuk berkembang.

“Warung kopi kekinian juga penting. Anak muda membutuhkan tempat berkumpul yang nyaman. Kalau tempat itu dikelola oleh masyarakat dan UMKM lokal, maka yang tumbuh bukan hanya tempat nongkrong, tetapi juga ekonomi masyarakat,” jelasnya.

Menurutnya, keberadaan ruang kreatif seperti itu dapat menjadi bagian dari ekosistem pariwisata Pantai Siyut.

Wisatawan datang menikmati pantai, kemudian menikmati kuliner lokal, membeli produk UMKM, menikmati kopi, sekaligus berinteraksi dengan masyarakat setempat.

Dengan konsep tersebut, perputaran ekonomi diharapkan tidak hanya berhenti di kawasan wisata, tetapi ikut dirasakan oleh masyarakat sekitar.

BSB: Wisata Harus Memberikan Manfaat bagi Masyarakat

READ  Xl7 dan New Carry Raih Trusted & Popular Brand Dalam Ajang Disway Awards 2026

Yayasan Braya Siyut Bersatu menilai pengembangan pariwisata desa harus memiliki orientasi yang jelas, yakni memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Pembangunan kawasan wisata tidak cukup hanya mempercantik tempat. Lebih dari itu, harus mampu menciptakan lapangan usaha, membuka peluang bagi UMKM, melibatkan generasi muda dan meningkatkan pendapatan masyarakat.

Karena itu, BSB berharap pengembangan Pantai Siyut nantinya dapat dilakukan secara terencana dan melibatkan berbagai unsur masyarakat.

Masyarakat lokal harus menjadi bagian penting dari pembangunan, bukan hanya sebagai penonton.

“Yang paling penting adalah masyarakat harus ikut merasakan manfaatnya. Jangan sampai wisata berkembang, tetapi masyarakat lokal tidak ikut tumbuh. Kami berharap ekonomi kreatif, UMKM dan anak-anak muda bisa menjadi bagian dari pengembangan Pantai Siyut,” tegas Eka.

Dukungan kepada Tut Lengoh Berangkat dari Harapan

Dukungan Yayasan Braya Siyut Bersatu kepada Tut Lengoh juga tidak terlepas dari harapan agar Desa Tulikup ke depan memiliki arah pembangunan yang mampu membaca potensi zaman.

Menurut Eka, desa membutuhkan pemimpin yang tidak hanya berbicara tentang pembangunan secara umum, tetapi mampu melihat potensi yang ada di wilayahnya dan mengubahnya menjadi peluang.

Pantai Siyut, menurutnya, merupakan salah satu potensi yang layak mendapatkan perhatian serius.

Dengan pengembangan yang tepat, kawasan tersebut diyakini dapat menjadi magnet baru bagi masyarakat lokal maupun wisatawan.

“Kami mendukung karena melihat ada harapan untuk pengembangan desa. Kami berharap potensi yang ada, termasuk Pantai Siyut, bisa dikembangkan lebih baik. Kami ingin ada tempat wisata yang kekinian, tetapi tetap berakar pada masyarakat dan budaya lokal,” ujarnya.

Harapan BSB: Tulikup Punya Ikon Wisata Baru

BSB berharap apabila gagasan pengembangan tersebut dapat diwujudkan, Pantai Siyut ke depan memiliki identitas baru sebagai salah satu ruang wisata dan ekonomi kreatif yang menjadi kebanggaan masyarakat Tulikup.

READ  Pria Jatuh ke Sungai Saat Mancing di Bawah Jembatan Imam Bonjol, Ditemukan Meninggal

Pantai tidak hanya menjadi bentang alam yang indah, tetapi juga menjadi tempat bertemunya berbagai aktivitas masyarakat.

Anak muda memiliki ruang berkreativitas. UMKM memiliki tempat memasarkan produk. Masyarakat mendapatkan peluang ekonomi. Wisatawan memperoleh pengalaman baru.

Semua itu diharapkan dapat berjalan beriringan.

Bagi Yayasan Braya Siyut Bersatu, dukungan kepada Tut Lengoh merupakan bagian dari harapan agar pembangunan Desa Tulikup ke depan semakin terbuka terhadap gagasan-gagasan baru, terutama yang menyentuh kebutuhan generasi muda dan penguatan ekonomi masyarakat.

“Harapan kami sederhana, Tulikup semakin maju, anak mudanya punya ruang, UMKM berkembang, dan potensi Pantai Siyut bisa benar-benar dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat,” pungkas I Wayan Eka Widanta.

Dukungan tersebut sekaligus menjadi harapan agar pembangunan Desa Tulikup ke depan tidak hanya berbicara tentang infrastruktur, tetapi juga tentang ruang kreatif, pariwisata, ekonomi masyarakat dan masa depan generasi muda.

Pantai Siyut punya laut, punya alam dan punya cerita. Tinggal bagaimana potensi itu ditata menjadi sebuah kekuatan baru yang mampu menghidupkan ekonomi dan membuat generasi muda bangga memiliki ruang tumbuh di desanya sendiri.(TBB)

Populer

Dari Supir Trek dan Warisan Keluarga, Bakso Balung Babi Beranak Tut Lonto Jadi Buruan Pecinta Kuliner di Bali 

Selama 37 Tahun Menekuni Aktuaria dan Hukum, Arya Bagiastra Bawa Perspektif Profesional dalam Tata Kelola PPPSRS

Mamaka Fun Run Vol. 3: Lari Lebih Besar, Komunitas Lebih Besar, Tujuan Lebih Besar

Lansia Terperosok ke Jurang Dalam di Karangasem Berhasil Dievakuasi

Pemkab Badung Berpartisipasi dalam Colours of Cultures Festival Ke-10

Terbaru

Dari Supir Trek dan Warisan Keluarga, Bakso Balung Babi Beranak Tut Lonto Jadi Buruan Pecinta Kuliner di Bali 

Selama 37 Tahun Menekuni Aktuaria dan Hukum, Arya Bagiastra Bawa Perspektif Profesional dalam Tata Kelola PPPSRS

Mamaka Fun Run Vol. 3: Lari Lebih Besar, Komunitas Lebih Besar, Tujuan Lebih Besar

Lansia Terperosok ke Jurang Dalam di Karangasem Berhasil Dievakuasi

Pemkab Badung Berpartisipasi dalam Colours of Cultures Festival Ke-10