Klungkung,BerandaBali.id – Membangun desa bukan semata-mata mendirikan infrastruktur atau mempercantik wajah wilayah. Lebih dari itu, pembangunan harus mampu menggerakkan ekonomi masyarakat, menghadirkan pelayanan yang berpihak kepada warga, membuka ruang kreativitas generasi muda, sekaligus menjaga adat dan budaya sebagai fondasi kehidupan desa.
Gagasan itulah yang menjadi arah perjuangan I Kadek Widiasa, calon Perbekel Desa Bakas nomor urut 1, menjelang Pemilihan Perbekel (Pilkel) yang dijadwalkan berlangsung pada 30 Oktober 2026.
Melalui visi “Mewujudkan Desa Bakas yang Maju Ekonominya, Sejahtera Warganya, dan Kuat Berlandaskan Adat Budaya”, I Kadek Widiasa menawarkan konsep pembangunan yang menempatkan masyarakat sebagai pusat perhatian. Kemajuan desa, dalam gagasan tersebut, tidak cukup hanya terlihat dari pembangunan fisik, tetapi juga harus dirasakan melalui meningkatnya kesejahteraan keluarga, berkembangnya usaha warga, membaiknya pelayanan publik, dan terpeliharanya warisan budaya Bali.
Ekonomi Desa Harus Bertumbuh dari Potensi Lokal
Salah satu perhatian utama dalam visi dan misi I Kadek Widiasa adalah penguatan ekonomi berbasis potensi desa. UMKM, pertanian, dan pariwisata berbasis budaya menjadi tiga sektor yang dipandang memiliki peluang untuk dikembangkan secara beriringan.
UMKM diharapkan semakin berdaya sebagai penggerak ekonomi keluarga. Sektor pertanian perlu mendapat perhatian sebagai bagian dari kehidupan masyarakat sekaligus penopang ekonomi lokal. Sementara itu, pariwisata berbasis budaya dapat menjadi peluang untuk memperkenalkan potensi dan keunikan Desa Bakas kepada masyarakat yang lebih luas.
Pendekatan ini menempatkan potensi lokal sebagai modal pembangunan. Desa tidak hanya menjadi wilayah administratif, tetapi juga ruang tumbuh bagi kreativitas, produktivitas, dan kesejahteraan masyarakatnya.
Jika dikelola melalui perencanaan yang tepat dan melibatkan masyarakat, ketiga sektor tersebut berpeluang saling menguatkan, menciptakan kesempatan usaha, serta memberikan nilai tambah bagi perekonomian desa.
Pelayanan Publik dan Infrastruktur yang Berpihak kepada Warga
Selain ekonomi, kualitas pelayanan pemerintahan menjadi bagian penting dari agenda yang ditawarkan I Kadek Widiasa.
Ia memasukkan peningkatan pelayanan kepada masyarakat melalui tata kelola pemerintahan yang sesuai dengan peraturan dan berorientasi pada kepentingan warga. Prinsip ini menempatkan pelayanan publik sebagai salah satu ukuran penting dalam penyelenggaraan pemerintahan desa.
Pembangunan infrastruktur juga menjadi perhatian. Dalam visi dan misinya, I Kadek Widiasa menekankan pentingnya sinergi dengan pemerintah kabupaten dan pemerintah pusat agar kebutuhan pembangunan Desa Bakas dapat didorong secara lebih terarah.
Sinergi tersebut menjadi penting mengingat pembangunan desa membutuhkan perencanaan yang matang, penentuan prioritas, serta dukungan berbagai pihak. Dengan demikian, pembangunan diharapkan tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan terhubung dengan kebutuhan masyarakat dan arah pembangunan yang lebih luas.
Persoalan Sampah Menjadi Bagian dari Pembangunan Desa
Di tengah kebutuhan menciptakan lingkungan yang bersih dan nyaman, pengelolaan sampah turut masuk dalam agenda pembangunan yang disampaikan calon nomor urut 1 tersebut.
Optimalisasi pengelolaan sampah dan peningkatan kebersihan lingkungan menjadi salah satu misi yang perlu mendapat perhatian bersama. Sebab, lingkungan yang bersih bukan hanya menyangkut keindahan desa, melainkan juga kualitas hidup masyarakat dan keberlanjutan lingkungan untuk generasi berikutnya.
Upaya tersebut membutuhkan tata kelola yang baik serta keterlibatan masyarakat. Kesadaran menjaga lingkungan perlu tumbuh sebagai kebiasaan bersama, sehingga kebersihan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah desa, tetapi juga bagian dari budaya hidup warga.
Adat, Budaya, Pemuda, dan Subak sebagai Kekuatan Desa
Di antara seluruh agenda pembangunan tersebut, pelestarian adat dan budaya tetap menjadi fondasi yang ditegaskan dalam visi I Kadek Widiasa.
Desa Bakas memiliki kehidupan sosial yang tidak dapat dipisahkan dari tradisi, nilai kebersamaan, dan kelembagaan masyarakat Bali. Karena itu, pembangunan diharapkan tetap berjalan seiring dengan upaya menjaga identitas budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi.
I Kadek Widiasa memasukkan pelestarian adat dan budaya, pengembangan kreativitas pemuda, serta penguatan sinergi dengan lembaga adat, Subak, dan seluruh masyarakat sebagai bagian dari misi ketiganya.
Penekanan terhadap generasi muda menjadi penting karena pemuda bukan sekadar penerus tradisi, melainkan juga penggerak gagasan dan inovasi. Kreativitas mereka perlu mendapatkan ruang agar mampu berkembang, berkontribusi dalam kehidupan sosial, dan ikut memperkenalkan potensi desa.
Sementara itu, sinergi dengan lembaga adat dan Subak diperlukan untuk menjaga keseimbangan antara pembangunan, kehidupan sosial, tradisi, dan keberlanjutan sektor pertanian.
Dengan pendekatan tersebut, adat dan budaya tidak hanya diposisikan sebagai warisan yang dijaga, tetapi juga sebagai kekuatan sosial yang dapat menyatukan masyarakat dalam membangun desa.
Pilkel Menjadi Momentum Menentukan Arah Bakas ke Depan
Pemilihan Perbekel Desa Bakas pada 30 Oktober 2026 akan menjadi momentum bagi masyarakat untuk menentukan pemimpin dan arah pembangunan desa pada periode mendatang.
Bagi I Kadek Widiasa, visi dan misi yang disampaikan menjadi tawaran arah pembangunan yang mencakup berbagai aspek kehidupan masyarakat, mulai dari ekonomi, pelayanan pemerintahan, infrastruktur, kebersihan lingkungan, hingga pelestarian adat dan budaya.
Tantangan berikutnya adalah bagaimana gagasan tersebut dapat diterjemahkan menjadi program yang terukur, disesuaikan dengan kebutuhan warga, serta dilaksanakan dengan tata kelola yang baik apabila memperoleh kepercayaan masyarakat.
Sebab, pembangunan desa yang berkelanjutan membutuhkan lebih dari sekadar visi. Diperlukan perencanaan, konsistensi pelaksanaan, transparansi, dan partisipasi masyarakat agar manfaat pembangunan benar-benar dapat dirasakan bersama.
Pada akhirnya, Desa Bakas yang maju bukan hanya desa yang berkembang secara fisik, melainkan desa yang mampu menguatkan ekonomi warganya, menghadirkan pelayanan yang baik, menjaga lingkungan, serta merawat adat dan budaya di tengah perubahan zaman.
Melalui visi ekonomi maju, warga sejahtera, dan adat budaya tetap kuat, I Kadek Widiasa nomor urut 1 membawa gagasan bahwa masa depan Desa Bakas perlu dibangun dengan keseimbangan antara kemajuan, kesejahteraan, dan jati diri budaya Bali.
(Tim)