I Nyoman Giri Artha Nomor Urut 2 Bawa Gagasan ANB: Aman, Nyaman, dan Bersih untuk Desa Siangan

Gianyar, BerandaBali.id – Pemilihan Kepala Desa Siangan memasuki tahapan penting dengan munculnya sosok muda I Nyoman Giri Artha, S.Pd., sebagai calon Kepala Desa Siangan nomor urut 2. Membawa semangat perubahan dan pembaruan, Giri Artha menawarkan gagasan pembangunan yang menempatkan masyarakat sebagai pusat pelayanan pemerintahan desa.

Dengan semangat “Bersatu untuk Siangan Maju, Muda, Berkarya, Bekerja untuk Masyarakat”, Giri Artha ingin menghadirkan wajah baru dalam tata kelola pemerintahan Desa Siangan yang lebih terbuka, responsif, adaptif terhadap perkembangan zaman, namun tetap berakar kuat pada adat dan budaya setempat.Gagasan tersebut dirangkum dalam visi “ANB — Aman, Nyaman, dan Bersih.”

Menurut konsep yang ditawarkan, Desa Siangan harus menjadi tempat yang aman untuk tinggal dan beraktivitas, nyaman bagi masyarakat dalam memperoleh pelayanan, serta bersih baik dari sisi lingkungan maupun tata kelola pemerintahan.

Dalam aspek keamanan, Giri Artha memandang bahwa menciptakan Desa Siangan yang aman bukan semata-mata menjadi tugas pemerintah desa atau pecalang. Keamanan merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.

Karena itu, pemerintah desa ke depan diharapkan tidak hanya menunggu warga datang menyampaikan persoalan, tetapi aktif hadir dan membangun komunikasi dengan masyarakat.

Ruang komunikasi juga akan diperkuat agar warga dapat menyampaikan keluhan, persoalan maupun saran secara terbuka.

Semangat yang dibawa sederhana, tetapi penting: setiap persoalan yang muncul jangan dibiarkan berlarut-larut, melainkan dicari jalan keluarnya bersama.

Bagi Giri Artha, ukuran sebuah desa yang nyaman bukan hanya dilihat dari kondisi infrastruktur. Kenyamanan juga lahir ketika masyarakat merasa dihargai, didengar dan mendapatkan pelayanan secara adil.

Karena itu, pelayanan pemerintahan desa menjadi salah satu perhatian utama.

Masyarakat yang datang ke kantor desa harus mendapatkan pelayanan yang ramah, terbuka dan tidak dipersulit. Setiap warga memiliki hak yang sama untuk memperoleh pelayanan publik.

READ  Perkuat Penanganan Karhutla, Brimob Polda Bali BKO ke Kalbar

Perangkat desa juga didorong bekerja sesuai tugas dan tanggung jawabnya, sekaligus saling mendukung demi kepentingan masyarakat.

Konsep tersebut diperkuat dengan keinginan agar pemerintah desa lebih sering turun langsung ke masyarakat untuk mendengar kebutuhan dan persoalan warga.

“Datang ke desa untuk dilayani, bukan untuk dikesampingkan,” menjadi salah satu pesan yang ingin ditekankan dalam gagasan tersebut.

Konsep ketiga adalah Bersih. Namun, bersih yang dimaksud Giri Artha tidak hanya berkaitan dengan persoalan sampah.

Ada tiga aspek yang menjadi perhatian, yakni bersih pemerintahannya, bersih lingkungannya, serta bersih dalam perencanaan dan pembangunan.

Dalam tata kelola pemerintahan, pengelolaan desa harus dilakukan secara terbuka, jujur dan dapat dipertanggungjawabkan. Setiap program serta penggunaan anggaran harus jelas, sehingga masyarakat mengetahui untuk apa anggaran desa digunakan dan siapa yang menerima manfaatnya.

Sementara dalam aspek lingkungan, Desa Siangan diarahkan memiliki sistem pengelolaan sampah yang lebih terpadu dan modern. Kesadaran menjaga kebersihan juga harus dimulai dari lingkungan rumah masing-masing dan menjadi tanggung jawab bersama.

Sedangkan dalam pembangunan, pemerintah desa harus terlebih dahulu mendengarkan kebutuhan masyarakat sebelum menetapkan program.

Dengan demikian, pembangunan tidak semata-mata berdasarkan keinginan pemerintah, tetapi benar-benar berangkat dari kebutuhan warga.

“Uang desa dari masyarakat, maka manfaatnya harus kembali kepada masyarakat,” demikian prinsip yang diusung.

Selain ANB, Giri Artha juga membawa gagasan digitalisasi pelayanan desa. Modernisasi tata kelola administrasi diharapkan dapat membuat pelayanan menjadi lebih cepat, transparan dan mudah diakses masyarakat.

Namun, kemajuan teknologi tidak boleh membuat Desa Siangan kehilangan jati dirinya.

Digitalisasi harus berjalan beriringan dengan pelestarian adat, tradisi, nilai, norma dan kebudayaan lokal. Dengan kata lain, modern dalam pelayanan, tetapi tetap kuat dalam menjaga akar budaya desa.

READ  Buka Utsawa Dharma Gita XXXIII Bali 2026, Gubernur Koster Tegaskan Pentingnya Membangun SDM Bali Unggul dan Berintegritas

Konsep ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan pemerintahan desa yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa meninggalkan identitas masyarakat Siangan.

Sebagai representasi generasi muda, I Nyoman Giri Artha membawa semangat pembaruan dengan mengedepankan kolaborasi bersama seluruh lapisan masyarakat.

Bukan hanya berbicara mengenai program, tetapi juga membangun pola pemerintahan yang dekat dengan warga.

Semangatnya dirangkum dalam gagasan “Inovasi Digital, Adat Terjaga, Maju Bersama Masyarakat.”

Pesan utama yang ingin disampaikan adalah bahwa pemerintahan desa tidak boleh berjarak dengan masyarakat.

Pemerintah harus hadir ketika masyarakat membutuhkan, membuka ruang komunikasi dan bekerja bersama untuk menyelesaikan persoalan desa.

Pada akhirnya, konsep ANB — Aman, Nyaman, Bersih diarahkan bukan sekadar menjadi slogan politik, melainkan menjadi prinsip dalam menjalankan pemerintahan.

Aman desanya, Nyaman warganya dan Bersih pemerintahannya.Dan satu pesan yang menjadi penegasan dari seluruh gagasan tersebut:

“Pemerintah desa hadir untuk masyarakat, bukan masyarakat harus selalu mengejar pemerintah,” ucapnya.

Dengan nomor urut 2, I Nyoman Giri Artha, S.Pd. menawarkan wajah baru bagi Desa Siangan melalui perpaduan semangat muda, inovasi, pelayanan publik, transparansi pemerintahan, pelestarian adat serta kepedulian terhadap lingkungan.

Kini, pilihan berada di tangan masyarakat Siangan untuk menentukan arah desa ke depan. Bersatu untuk Siangan maju, muda dalam gagasan, berkarya dalam tindakan, dan bekerja untuk masyarakat.(TBB)

Populer

Dari Supir Trek dan Warisan Keluarga, Bakso Balung Babi Beranak Tut Lonto Jadi Buruan Pecinta Kuliner di Bali 

Selama 37 Tahun Menekuni Aktuaria dan Hukum, Arya Bagiastra Bawa Perspektif Profesional dalam Tata Kelola PPPSRS

Mamaka Fun Run Vol. 3: Lari Lebih Besar, Komunitas Lebih Besar, Tujuan Lebih Besar

Lansia Terperosok ke Jurang Dalam di Karangasem Berhasil Dievakuasi

Pemkab Badung Berpartisipasi dalam Colours of Cultures Festival Ke-10

Terbaru

Dari Supir Trek dan Warisan Keluarga, Bakso Balung Babi Beranak Tut Lonto Jadi Buruan Pecinta Kuliner di Bali 

Selama 37 Tahun Menekuni Aktuaria dan Hukum, Arya Bagiastra Bawa Perspektif Profesional dalam Tata Kelola PPPSRS

Mamaka Fun Run Vol. 3: Lari Lebih Besar, Komunitas Lebih Besar, Tujuan Lebih Besar

Lansia Terperosok ke Jurang Dalam di Karangasem Berhasil Dievakuasi

Pemkab Badung Berpartisipasi dalam Colours of Cultures Festival Ke-10