Kadek Widiasa Apresiasi atas Deklarasi Damai Pilkel Klungkung 2026, Ajak Masyarakat Bakas Jaga Persatuan dan Persaudaraan

Klungkung,BerandaBali.id – Calon Perbekel Desa Bakas, Kecamatan Banjarangkan, Kabupaten Klungkung, I Kadek Widiasa nomor urut 1, menegaskan pentingnya menjaga perdamaian, menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi, serta mengedepankan etika dan sportivitas dalam pelaksanaan Pemilihan Perbekel (Pilkel) Serentak Kabupaten Klungkung 2026.

Komitmen tersebut disampaikan menyusul pelaksanaan Deklarasi Damai Pilkel Serentak Kabupaten Klungkung 2026 yang berlangsung di Balai Budaya Klungkung, Senin (12/10/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Klungkung bersama para calon perbekel dari desa-desa yang menyelenggarakan pemilihan.

Bagi Widiasa, deklarasi damai bukan sekadar tahapan formal dalam proses pemilihan, melainkan momentum penting untuk memperkuat komitmen seluruh calon dalam menciptakan pesta demokrasi yang aman, tertib, dan bermartabat.

Ia menyampaikan, seluruh tahapan Pilkel yang telah dilalui hendaknya menjadi pembelajaran bagi setiap calon untuk semakin dewasa dalam berdemokrasi. Persaingan untuk memperoleh kepercayaan masyarakat harus tetap berjalan dalam koridor aturan, etika, serta penghormatan terhadap sesama calon dan masyarakat.

“Setelah kita melalui tahapan demi tahapan, kemarin kita sampai pada tahapan kesepakatan bersama melalui Deklarasi Damai Pilkel Serentak Kabupaten Klungkung 2026. Puji syukur, kegiatan tersebut telah terlaksana dengan sangat baik,” ungkap Widiasa.

Menurutnya, esensi deklarasi damai adalah membangun kesadaran bersama bahwa setiap proses demokrasi harus mengutamakan perdamaian. Terlebih, dalam kontestasi pemilihan di tingkat desa, para calon dan masyarakat memiliki hubungan sosial yang dekat sehingga suasana kompetisi perlu dijaga agar tidak menimbulkan perselisihan berkepanjangan.

Widiasa tidak menampik bahwa perbedaan pilihan dalam proses pemilihan berpotensi menimbulkan gesekan maupun pengelompokan di tengah masyarakat. Karena itu, ia mengajak seluruh pihak untuk tetap mengedepankan etika, sopan santun, integritas, serta sikap saling menghormati.

“Dalam proses Pilkel ini, kita harus menjunjung tinggi perdamaian dan mengedepankan demokrasi dalam setiap upaya, terutama dalam memenangkan kepercayaan masyarakat. Jangan sampai perbedaan pilihan membuat masyarakat terpecah atau menimbulkan gesekan,” tegasnya.

READ  WNA Terseret Arus di Pantai Tembles, Tim SAR Lakukan Pencarian

Ia juga mengingatkan bahwa setiap calon harus siap mengikuti seluruh tahapan pemilihan sesuai ketentuan yang berlaku. Apa pun hasilnya nanti, keputusan yang ditetapkan melalui mekanisme dan peraturan perundang-undangan harus dihormati bersama.

Bagi Widiasa, kemenangan dalam Pilkel bukan semata-mata tentang memperoleh suara terbanyak, tetapi juga bagaimana seluruh proses dapat dilalui dengan cara yang baik, jujur, dan bertanggung jawab. Sikap tersebut dinilai penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat sekaligus menciptakan suasana kondusif di Desa Bakas.

Lebih jauh, ia berharap semangat perdamaian yang digaungkan melalui deklarasi tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Komitmen tersebut harus diwujudkan dalam perilaku nyata selama tahapan pemilihan hingga setelah masyarakat menentukan pilihannya.

Menurutnya, Pilkel merupakan bagian dari proses demokrasi desa yang pada akhirnya bertujuan memilih pemimpin untuk mengabdi kepada masyarakat. Karena itu, perbedaan dukungan semestinya tidak menghilangkan nilai persaudaraan, kebersamaan, dan semangat gotong royong yang menjadi fondasi kehidupan masyarakat desa.

“Harapan saya, setelah seluruh proses ini berakhir, kita kembali bersatu. Jika selama tahapan pemilihan ada perbedaan pilihan atau masyarakat sempat terkotak-kotak, mari kita kembali menjaga perdamaian dan menjunjung tinggi persaudaraan serta kebersamaan,” ujarnya.

Ia menegaskan, siapa pun yang nantinya memperoleh kepercayaan masyarakat harus diterima sebagai bagian dari keputusan demokrasi yang perlu dihormati bersama. Sebab, keberhasilan Pilkel tidak hanya diukur dari terpilihnya seorang perbekel, tetapi juga dari kemampuan seluruh elemen masyarakat menjaga keharmonisan setelah kontestasi berakhir.

Dengan semangat tersebut, I Kadek Widiasa nomor urut 1 berharap Pilkel di Desa Bakas dapat berlangsung aman, damai, dan demokratis. Ia ingin seluruh masyarakat tetap menjaga hubungan baik, terlepas dari perbedaan dukungan politik selama proses pemilihan.

Baginya, Pilkel bukan alasan untuk memutus persaudaraan, melainkan kesempatan untuk menunjukkan kedewasaan masyarakat dalam berdemokrasi. Sebab, setelah pemilihan selesai, seluruh elemen masyarakat tetap memiliki tanggung jawab bersama untuk membangun Desa Bakas yang lebih baik.

READ  SMAN 2 Raha, Kendari Jadi Kampiun Final Regional AXIS Nation Cup 2026 Sulawesi

Berbeda pilihan adalah bagian dari demokrasi, tetapi menjaga persaudaraan merupakan tanggung jawab bersama. (Tim)

Populer

Dari Supir Trek dan Warisan Keluarga, Bakso Balung Babi Beranak Tut Lonto Jadi Buruan Pecinta Kuliner di Bali 

Selama 37 Tahun Menekuni Aktuaria dan Hukum, Arya Bagiastra Bawa Perspektif Profesional dalam Tata Kelola PPPSRS

Mamaka Fun Run Vol. 3: Lari Lebih Besar, Komunitas Lebih Besar, Tujuan Lebih Besar

Lansia Terperosok ke Jurang Dalam di Karangasem Berhasil Dievakuasi

Pemkab Badung Berpartisipasi dalam Colours of Cultures Festival Ke-10

Terbaru

Dari Supir Trek dan Warisan Keluarga, Bakso Balung Babi Beranak Tut Lonto Jadi Buruan Pecinta Kuliner di Bali 

Selama 37 Tahun Menekuni Aktuaria dan Hukum, Arya Bagiastra Bawa Perspektif Profesional dalam Tata Kelola PPPSRS

Mamaka Fun Run Vol. 3: Lari Lebih Besar, Komunitas Lebih Besar, Tujuan Lebih Besar

Lansia Terperosok ke Jurang Dalam di Karangasem Berhasil Dievakuasi

Pemkab Badung Berpartisipasi dalam Colours of Cultures Festival Ke-10