Gianyar, BerandaBali.id – Pengabdian di tengah masyarakat tidak selalu hadir dalam bentuk pembangunan fisik. Kepedulian terhadap kesehatan, kebersamaan, serta upaya membangun kesadaran masyarakat juga menjadi bagian penting dari pelayanan pemerintahan desa.
Hal tersebut menjadi salah satu rekam jejak pengabdian I Ketut Gede Kesumawijaya, S.Sos., M.Ag., ketika masih dipercaya menjabat sebagai Pj. Perbekel Desa Sayan, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar.
Salah satu kegiatan yang dilaksanakan Pemerintah Desa Dinas Sayan berlangsung pada Sabtu, 15 Agustus 2026, bertepatan dengan rangkaian peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 dan Hari Jadi ke-68 Provinsi Bali.
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 15.00 WITA tersebut tidak sekadar menjadi momentum memperingati hari bersejarah, tetapi juga dikemas dengan kegiatan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, yakni pemeriksaan kesehatan bersama.
Program tersebut terlaksana melalui kerja sama dengan Kanwil Kesehatan Provinsi Bali, Puskesmas Ubud II, Pustu Desa Dinas Sayan, serta jajaran perangkat Pemerintahan Desa Dinas Sayan.
Kegiatan semakin semarak dengan keterlibatan berbagai unsur masyarakat, termasuk Yoga Ketawa Pondok Darman, Bandesa Adat Sayan, serta Pekenku Desa Adat Sayan.
Kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa pembangunan desa tidak dapat berjalan sendiri. Pemerintah desa, tenaga kesehatan, lembaga adat, komunitas, hingga masyarakat memiliki peran yang saling melengkapi dalam menciptakan lingkungan desa yang sehat, harmonis dan sejahtera.
Kesehatan Menjadi Bagian dari Pengabdian
Bagi Kesumawijaya, pelayanan kepada masyarakat harus menyentuh kebutuhan dasar warga. Kesehatan menjadi salah satu fondasi penting dalam mewujudkan masyarakat yang produktif dan berkualitas.
Karena itu, momentum peringatan HUT RI dan Hari Jadi Provinsi Bali tidak hanya diisi dengan seremoni, tetapi juga dimanfaatkan sebagai ruang untuk mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Kehadiran tenaga kesehatan melalui kegiatan cek kesehatan menjadi bentuk perhatian pemerintah desa terhadap kondisi warga sekaligus mendorong masyarakat agar semakin peduli terhadap kesehatan diri dan keluarga.
Di sisi lain, keterlibatan komunitas Yoga Ketawa Pondok Darman memberikan warna tersendiri. Kesehatan tidak hanya berkaitan dengan pemeriksaan secara medis, tetapi juga menyangkut kebugaran, kebahagiaan, dan kualitas kehidupan sosial masyarakat.
Semangat kebersamaan itulah yang menjadi salah satu nilai penting dalam kegiatan tersebut.
Kemerdekaan dan Bali Adalah Amanat Bersama
Dalam rangkaian kegiatan tersebut juga disampaikan pesan bersama yang mengingatkan masyarakat bahwa kemerdekaan Indonesia dan perjalanan pembangunan Bali merupakan tanggung jawab seluruh generasi.
“Kemerdekaan dan kejayaan Bali bukanlah warisan masa lalu semata, melainkan amanat yang harus dijaga—oleh generasi muda, sesepuh, semua unsur masyarakat dan diteruskan oleh pemuda sebagai generasi penerus.”
Pesan tersebut menjadi refleksi bahwa pembangunan desa bukan hanya tugas pemerintah. Kemajuan Desa Sayan membutuhkan keterlibatan seluruh komponen masyarakat, mulai dari generasi tua yang mewariskan nilai dan pengalaman, hingga generasi muda yang akan melanjutkan estafet pembangunan.
Harapannya, semangat kemerdekaan tidak berhenti pada perayaan, tetapi diterjemahkan menjadi kerja nyata dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.
Menjaga Sayan Tetap Asri, Damai dan Sejahtera
Di tengah dinamika pembangunan, Desa Sayan diharapkan tetap mampu mempertahankan karakter dan jati dirinya sebagai desa yang memiliki kekayaan budaya, adat, lingkungan serta kehidupan sosial masyarakat yang kuat.
Pesan bersama yang disampaikan dalam kegiatan tersebut juga memuat harapan agar Desa Sayan tetap asri, damai dan sejahtera, senantiasa berada dalam naungan Ida Sang Hyang Widhi Wasa, serta menjadi bagian dari perjalanan menuju Indonesia yang berdaulat, adil dan makmur.
Semangat tersebut kemudian diarahkan menuju cita-cita besar Indonesia Emas 2045.
Bagi Kesumawijaya, pengalaman ketika menjalankan tugas sebagai Pj. Perbekel menjadi bagian dari perjalanan pengabdian yang mempertemukan dirinya secara langsung dengan kebutuhan dan dinamika masyarakat Desa Sayan.
Kini, I Ketut Gede Kesumawijaya, S.Sos., M.Ag., kembali hadir dalam kontestasi Pemilihan Perbekel Desa Sayan sebagai calon nomor urut 1.
Rekam jejak kegiatan pemerintahan desa yang pernah dijalankan menjadi bagian dari pengalaman yang dapat menjadi bekal dalam memahami bagaimana pelayanan publik, kesehatan masyarakat, kolaborasi desa dinas dan desa adat, serta pembangunan sumber daya manusia perlu berjalan secara beriringan.
Sebab pada akhirnya, membangun desa bukan hanya tentang apa yang dibangun secara fisik, tetapi juga tentang bagaimana pemerintah hadir, mendengar, melayani dan berjalan bersama masyarakat.
Dari kesehatan, kebersamaan hingga menjaga adat dan lingkungan, pengabdian di Desa Sayan menemukan maknanya: membangun desa dengan hati, merawat kebersamaan, dan menyiapkan masa depan untuk generasi penerus. (TBB)