Peduli pada Lansia Ketua DPRD Gianyar Jenguk Ibu Desak Made Rai di Bedulu, Sudarsana: Jangan Sampai Ada Warga Berjuang Sendirian

 

Gianyar,BerandaBali.id — Kepedulian terhadap warga yang membutuhkan perhatian terus ditunjukkan Ketua DPRD Kabupaten Gianyar, I Ketut Sudarsana, S.T., M.Si. Kali ini, Sudarsana menyempatkan diri menjenguk Ibu Desak Made Rai, warga Banjar Tegalinggah, Desa Bedulu, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar.

Kunjungan tersebut bukan sekadar silaturahmi. Di balik kedatangan itu tersimpan pesan sederhana tentang kepedulian: memastikan seorang warga yang menjalani kehidupan dalam keterbatasan tetap mendapatkan perhatian dan pendampingan.

Ibu Desak Made Rai diketahui menjalani kehidupan seorang diri setelah sang suami berpulang. Kondisinya semakin berat karena ia juga mengalami keterbatasan dalam pendengaran. Meski demikian, ia tetap menjalani hari-harinya dengan tabah.

Dalam kunjungan tersebut, Ketua DPRD Gianyar didampingi Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Gianyar, Ni Made Ratnadi, S.E., serta Perbekel Desa Bedulu dan unsur kewilayahan setempat.

Kehadiran mereka sekaligus untuk melihat secara langsung kondisi Ibu Desak Made Rai dan memastikan berbagai kebutuhan maupun bantuan yang diperlukan telah mendapat penanganan.

I Ketut Sudarsana mengatakan, kepedulian terhadap masyarakat tidak cukup hanya dilakukan melalui laporan atau informasi dari pihak lain. Menurutnya, wakil rakyat perlu turun langsung untuk melihat kondisi warga, terutama mereka yang menjalani kehidupan dalam keterbatasan.

“Yang paling penting bagi kami adalah memastikan warga yang membutuhkan perhatian benar-benar mendapat perhatian. Karena itu, kami datang langsung untuk melihat kondisi Ibu Desak dan memastikan bantuan yang diperlukan sudah ditangani,” ujar Sudarsana.

Ia menegaskan, persoalan sosial di tengah masyarakat membutuhkan sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, pemerintah desa, kepala kewilayahan serta masyarakat. Dengan komunikasi dan koordinasi yang baik, berbagai persoalan warga dapat lebih cepat diketahui dan dicarikan jalan keluarnya.

“Jangan sampai ada masyarakat yang merasa berjuang sendirian. Ketika ada warga yang membutuhkan perhatian, kita harus hadir, mendengar dan memastikan ada penanganan,” tegasnya.

READ  Made Agus Mahayastra selaku bupati Pantau Langsung Pilkel Serentak, di kabupaten Gianyar 

Dalam kesempatan tersebut, Sudarsana juga mengapresiasi langkah pemerintah desa dan kepala kewilayahan yang telah memberikan perhatian terhadap kondisi Ibu Desak Made Rai.

Berdasarkan hasil peninjauan, kebutuhan bantuan bagi Ibu Desak disebut telah ditangani melalui koordinasi dengan kepala kewilayahan setempat. Hal tersebut menjadi kabar yang melegakan, karena kehadiran pemerintah di tingkat paling dekat dengan masyarakat menjadi sangat penting dalam memastikan warga tidak luput dari perhatian.

Bagi Sudarsana, perhatian kepada masyarakat bukan semata-mata mengenai bantuan dalam bentuk materi. Kehadiran, kepedulian dan kesediaan mendengarkan keluhan warga juga menjadi bagian penting dari pelayanan kepada masyarakat.

“Kadang yang dibutuhkan masyarakat bukan hanya bantuan, tetapi juga perhatian dan kepedulian. Ketika kita datang dan mendengarkan, mereka merasa tidak sendiri,” ungkapnya.

Sementara itu, kehadiran Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Gianyar, Ni Made Ratnadi, S.E., bersama jajaran terkait turut memperlihatkan pentingnya keterlibatan wakil rakyat dalam melihat langsung kondisi masyarakat di lapangan.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi yang lebih dekat antara wakil rakyat dengan masyarakat. Terlebih, kondisi sosial setiap warga berbeda dan membutuhkan perhatian yang tidak selalu dapat terlihat dari balik meja pemerintahan.

Di hadapan Ibu Desak, Sudarsana juga menyampaikan pesan agar tetap tabah dan menjaga kesehatan.

“Sehat-sehat nggih, Ibu Desak. Tetap semangat. Kami berharap Ibu selalu diberikan kesehatan dan kekuatan,” tuturnya.

Kunjungan sederhana itu pun meninggalkan pesan yang lebih besar: bahwa pembangunan tidak hanya berbicara mengenai jalan, gedung dan angka-angka dalam anggaran, tetapi juga tentang memastikan setiap warga, termasuk mereka yang hidup dalam keterbatasan, tetap merasa dilihat, didengar dan diperhatikan.

Sebab, di tengah hiruk-pikuk kehidupan, terkadang sebuah kunjungan singkat dan uluran perhatian mampu menjadi penguat bagi seseorang yang sedang menjalani hidup seorang diri. (Tim)

READ  Investasi dan Pariwisata Berkembang, Koster Ingatkan Bali tak Boleh Kehilangan Lahan Pertanian

Populer

Dari Supir Trek dan Warisan Keluarga, Bakso Balung Babi Beranak Tut Lonto Jadi Buruan Pecinta Kuliner di Bali 

Selama 37 Tahun Menekuni Aktuaria dan Hukum, Arya Bagiastra Bawa Perspektif Profesional dalam Tata Kelola PPPSRS

Mamaka Fun Run Vol. 3: Lari Lebih Besar, Komunitas Lebih Besar, Tujuan Lebih Besar

Lansia Terperosok ke Jurang Dalam di Karangasem Berhasil Dievakuasi

Pemkab Badung Berpartisipasi dalam Colours of Cultures Festival Ke-10

Terbaru

Dari Supir Trek dan Warisan Keluarga, Bakso Balung Babi Beranak Tut Lonto Jadi Buruan Pecinta Kuliner di Bali 

Selama 37 Tahun Menekuni Aktuaria dan Hukum, Arya Bagiastra Bawa Perspektif Profesional dalam Tata Kelola PPPSRS

Mamaka Fun Run Vol. 3: Lari Lebih Besar, Komunitas Lebih Besar, Tujuan Lebih Besar

Lansia Terperosok ke Jurang Dalam di Karangasem Berhasil Dievakuasi

Pemkab Badung Berpartisipasi dalam Colours of Cultures Festival Ke-10