Denpasar, BerandaBali.id – Dua belas tahun bukan sekadar perjalanan waktu bagi Partai Perindo. Di usia ke-12 yang diperingati pada 8 Oktober 2026, momentum tersebut menjadi ruang refleksi sekaligus penegasan kembali komitmen partai untuk hadir lebih dekat dengan masyarakat.
Di Bali, semangat tersebut mendapatkan energi baru di bawah kepemimpinan Ketua DPW Partai Perindo Bali, I Ketut Putra Ismaya Jaya, yang akrab disapa Jro Bima.
Di bawah nakhoda baru, Perindo Bali ingin membangun wajah partai yang tidak hanya hadir ketika momentum politik tiba, tetapi benar-benar tumbuh bersama masyarakat, mendengar aspirasi, memahami persoalan, serta menjadikan pengabdian sebagai bagian dari kerja politik.
“Perindo Bali bukan hanya sekadar partai. Perindo harus menjadi wadah untuk mengabdi dan melayani masyarakat Bali,” ujar Jro Bima.
Menurutnya, usia 12 tahun merupakan fase penting untuk menghadirkan semangat baru. Karena itu, HUT ke-12 tidak semestinya berhenti sebagai seremoni, melainkan menjadi momentum untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus mempertegas arah perjuangan Perindo Bali.
Jro Bima menekankan, kekuatan sebuah partai tidak hanya ditentukan oleh struktur organisasi maupun aktivitas politik, tetapi juga oleh seberapa jauh kader mampu membangun hubungan yang baik dengan masyarakat.
Untuk itu, ia mengajak seluruh kader Perindo Bali agar senantiasa menjaga integritas, memperkuat komunikasi, serta menampilkan politik yang simpatik dan merakyat.
“Kita ingin seluruh kader hadir di tengah masyarakat. Dengarkan aspirasi mereka, pahami persoalannya, dan perjuangkan melalui jalur yang sesuai dengan tugas dan fungsi partai,” katanya.
Bagi Jro Bima, masyarakat harus ditempatkan sebagai bagian penting dalam setiap langkah politik. Partai tidak boleh berjalan sendiri tanpa mendengar suara dan kebutuhan masyarakat.
Karena itu, Perindo Bali ingin menjadikan partai sebagai ruang terbuka bagi masyarakat untuk menyampaikan gagasan, kritik, harapan, maupun aspirasi pembangunan.
“Perindo Bali harus menjadi tempat untuk menampung aspirasi masyarakat Bali, kemudian memperjuangkannya melalui kerja politik yang bertanggung jawab,” tegasnya.
Momentum HUT ke-12 Partai Perindo yang diperingati serentak pada 8 Oktober 2026 juga menjadi kesempatan bagi jajaran partai, mulai dari tingkat pusat, provinsi hingga kabupaten/kota, untuk memperkuat kebersamaan melalui berbagai kegiatan.
Namun bagi Perindo Bali, setiap kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti pada seremoni. Lebih jauh, momentum ulang tahun harus mampu menghadirkan manfaat dan memperkuat keberadaan partai di tengah masyarakat.
Di bawah kepemimpinan Jro Bima, Perindo Bali juga menempatkan konsolidasi organisasi sebagai bagian penting dalam membangun kekuatan partai. Konsolidasi tidak hanya dimaknai sebagai penguatan struktur, tetapi juga menyatukan semangat seluruh kader agar memiliki visi yang sama dalam menjalankan pengabdian politik.
Semangat tersebut sekaligus menjadi bekal Perindo Bali dalam menyongsong berbagai agenda politik ke depan sesuai dengan ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Jro Bima berharap, HUT ke-12 menjadi pengingat bagi seluruh kader bahwa keberadaan sebuah partai politik selalu diikuti tanggung jawab sosial. Politik, kata dia, harus memiliki makna ketika mampu memberikan ruang bagi masyarakat untuk didengar dan diperjuangkan.
“Selamat HUT ke-12 Partai Perindo. Mari kita jaga semangat kebersamaan, integritas dan pengabdian. Dari Bali kita hadir dengan semangat perubahan dan pelayanan kepada masyarakat,” pungkas Jro Bima.(Tim)