Tak Sekadar Ganti Pemimpin, Kancana Usung Revolusi Pelayanan dan Pemerataan Pembangunan di Tusan

Klungkung,BerandaBali.id – Desa Tusan, Kabupaten Klungkung, membutuhkan kepemimpinan yang tidak hanya mampu menjalankan roda pemerintahan, tetapi juga menghadirkan kepastian pelayanan, mempercepat pembangunan, dan memastikan aspirasi masyarakat menjadi dasar dalam menentukan arah kemajuan desa.

Semangat itulah yang dibawa Ngakan Nyoman Kancana, S.H., calon Perbekel Desa Tusan nomor urut 4, melalui visi “Menuju Desa Tusan Era BARU (Berintegritas, Aman, Responsif, dan Unggul)”. Ia menawarkan gagasan perubahan yang bertumpu pada pembenahan tata kelola pemerintahan, peningkatan kualitas pelayanan publik, serta pemerataan pembangunan infrastruktur yang benar-benar dibutuhkan masyarakat.

Saat ditemui Newsyess.com di Desa Tusan, Minggu (27/9/2026), Kancana memaparkan sejumlah agenda yang ingin diperjuangkan apabila mendapat kepercayaan masyarakat untuk memimpin desa.

Baginya, kemajuan desa tidak cukup diukur dari banyaknya program yang direncanakan. Lebih dari itu, keberhasilan pemerintahan harus terlihat dari kemudahan warga memperoleh pelayanan, kondisi infrastruktur yang semakin baik, serta kemampuan pemerintah desa merespons persoalan masyarakat secara cepat dan tepat.

Pelayanan Publik Harus Profesional, Warga Tak Boleh Dipersulit

Salah satu perhatian utama Kancana adalah membangun budaya kerja aparatur desa yang profesional, disiplin, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.

Ia memandang kantor desa harus menjadi tempat masyarakat mendapatkan solusi, bukan justru menghadapi prosedur yang berbelit-belit atau ketidakpastian dalam mengurus berbagai keperluan administrasi.

Setiap warga, menurut gagasan yang diusungnya, berhak memperoleh pelayanan yang sama tanpa membedakan status sosial, latar belakang, maupun kedekatan personal dengan aparatur pemerintahan.

Prinsip pelayanan tanpa tebang pilih menjadi bagian penting dari upaya membangun kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah desa.

Untuk mewujudkannya, perangkat desa harus menjalankan tugas secara bertanggung jawab, menjaga kedisiplinan, serta memberikan informasi yang jelas kepada masyarakat. Setiap persoalan yang disampaikan warga juga perlu ditanggapi dengan cepat, sehingga masyarakat tidak dibiarkan menunggu tanpa kepastian.

READ  Bank ABJ Peduli di tengah Antrean BBM di Gianyar dengan Bagikan Air Mineral untuk Masyarakat yang Menunggu di Bawah Terik Matahari

Kancana ingin mendorong pemerintahan desa yang lebih terbuka dan tanggap terhadap kebutuhan masyarakat. Dengan demikian, perubahan tidak berhenti pada slogan, melainkan dapat dirasakan langsung melalui pelayanan sehari-hari.

Jalan Desa dan Irigasi, Infrastruktur yang Menyentuh Kebutuhan Warga

Selain pembenahan pelayanan publik, percepatan pembangunan dan perbaikan jalan desa serta jaringan irigasi menjadi agenda penting dalam gagasan Desa Tusan Era BARU.

Kancana menilai, infrastruktur yang memadai memiliki peran strategis dalam menunjang aktivitas masyarakat, baik untuk mobilitas sehari-hari maupun mendukung roda perekonomian desa.

Jalan desa yang layak akan mempermudah pergerakan warga, memperlancar akses menuju berbagai fasilitas, serta membantu distribusi hasil pertanian. Sebaliknya, kondisi jalan yang kurang memadai dapat menghambat aktivitas dan menambah beban masyarakat.

Perhatian serupa juga diarahkan pada jaringan irigasi. Bagi masyarakat yang menggantungkan penghidupan pada sektor pertanian, kelancaran pengairan merupakan salah satu kebutuhan mendasar yang berpengaruh terhadap keberlangsungan kegiatan usaha tani.

Karena itu, pembangunan maupun perbaikan infrastruktur harus dilakukan dengan mempertimbangkan tingkat kebutuhan dan manfaatnya bagi masyarakat.

Kancana mendorong agar pembangunan tidak hanya terpusat pada wilayah tertentu. Setiap bagian desa harus mendapatkan perhatian secara proporsional, sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan lebih luas.

Baginya, pemerataan bukan sekadar membagi proyek pembangunan, melainkan memastikan bahwa kebutuhan mendasar masyarakat mendapat tempat dalam penentuan prioritas pemerintah desa.

Aspirasi Warga Harus Menjadi Kompas Pembangunan

Kancana juga menekankan pentingnya melibatkan masyarakat dalam proses perencanaan dan pelaksanaan pembangunan.

Pemerintah desa, menurutnya, tidak dapat bekerja sendiri. Sinergi dengan Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Desa Adat, tokoh agama, tokoh adat, serta berbagai unsur masyarakat diperlukan untuk membangun kesepahaman mengenai kebutuhan dan arah kemajuan Desa Tusan.

READ  Gusyus, Kades Terpilih Tampaksiring: Pariwisata Harus Bikin Ekonomi Warga Bergeliat, Bukan Sekadar Datangkan Investor

Komunikasi dan musyawarah yang terbuka menjadi ruang untuk menyerap aspirasi, mengidentifikasi persoalan, serta menentukan program yang paling mendesak untuk dilaksanakan.

Dengan pendekatan tersebut, kebijakan pembangunan diharapkan tidak hanya lahir dari sudut pandang pemerintah, tetapi juga mencerminkan kebutuhan nyata masyarakat di lapangan.

Mulai dari perbaikan jalan, pembenahan irigasi hingga peningkatan pelayanan administrasi, seluruh program idealnya disusun berdasarkan skala prioritas yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.

Keterlibatan masyarakat juga menjadi bagian penting dalam membangun rasa memiliki terhadap program desa. Pembangunan tidak semata-mata menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi merupakan kerja bersama seluruh elemen masyarakat.

Desa Tusan Era BARU, Bukan Sekadar Pergantian Pemimpin

Keputusan Kancana maju dalam kontestasi pemilihan Perbekel Desa Tusan turut dilandasi keinginan menghadirkan kepemimpinan yang lebih definitif dan mengakhiri rentetan kepemimpinan sementara yang selama ini menjadi perhatian dalam dinamika pemerintahan desa.

Ia membawa gagasan agar Desa Tusan memiliki arah kepemimpinan dan pembangunan yang lebih jelas, dengan tata kelola pemerintahan yang profesional serta berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Visi Desa Tusan Era BARU dibangun di atas empat nilai utama.

Berintegritas berarti menjalankan pemerintahan dengan menjunjung kejujuran, tanggung jawab, dan kepercayaan masyarakat.

Aman berarti menjaga ketenteraman serta menciptakan lingkungan desa yang kondusif melalui kebersamaan seluruh elemen masyarakat.

Responsif menuntut pemerintah desa agar peka terhadap persoalan warga, cepat menanggapi kebutuhan, dan tidak membiarkan persoalan berlarut-larut tanpa kejelasan.

Sementara Unggul menjadi cita-cita untuk mendorong Desa Tusan berkembang dengan mengoptimalkan potensi yang dimiliki, memperbaiki kualitas pelayanan, serta memperkuat pembangunan yang memberikan manfaat nyata.

Keempat nilai tersebut menjadi landasan gagasan perubahan yang ditawarkan Kancana kepada masyarakat Desa Tusan.

Ukuran Keberhasilan Adalah Manfaat yang Dirasakan Masyarakat

READ  Ketut Gede Kesumawijaya Nomer  Urut 1  untuk sayan Bawa Semangat “Satu Hati” dan Gagasan Sayan Bersinar

Bagi Kancana, perubahan kepemimpinan baru akan memiliki arti apabila diikuti dengan perubahan cara kerja pemerintahan dan hasil pembangunan yang dapat dirasakan masyarakat.

Pelayanan yang cepat harus berjalan seiring dengan pembangunan infrastruktur yang merata. Profesionalisme aparatur harus dibarengi kesediaan mendengar aspirasi warga. Sementara setiap program pembangunan perlu diarahkan pada kebutuhan yang paling mendasar.

Masyarakat tidak hanya membutuhkan janji, tetapi juga kepastian bahwa pemerintah desa mampu bekerja, mengambil keputusan berdasarkan kebutuhan, dan menjalankan tanggung jawab secara konsisten.

Ketika warga dapat mengurus administrasi tanpa dipersulit, jalan desa semakin layak dilalui, jaringan irigasi berfungsi dengan baik, serta aspirasi masyarakat memperoleh ruang dalam pengambilan keputusan, di situlah perubahan mulai dirasakan.

Melalui visi Desa Tusan Era BARU, Ngakan Nyoman Kancana, S.H., calon Perbekel nomor urut 4, menawarkan gagasan kepemimpinan yang menempatkan pelayanan, pemerataan pembangunan, dan keterlibatan masyarakat sebagai fondasi kemajuan desa.

Bagi Desa Tusan, tantangan ke depan bukan sekadar menentukan siapa yang akan memimpin, tetapi juga memilih arah pemerintahan yang mampu menjawab kebutuhan warga dan membawa pembangunan secara berkelanjutan.

Sebab, desa yang maju bukan hanya desa yang memiliki program pembangunan, melainkan desa yang pemerintahannya dipercaya, pelayanannya dirasakan, dan hasil pembangunannya dapat dinikmati masyarakat secara adil.(Tim)

Populer

Selama 37 Tahun Menekuni Aktuaria dan Hukum, Arya Bagiastra Bawa Perspektif Profesional dalam Tata Kelola PPPSRS

Mamaka Fun Run Vol. 3: Lari Lebih Besar, Komunitas Lebih Besar, Tujuan Lebih Besar

Lansia Terperosok ke Jurang Dalam di Karangasem Berhasil Dievakuasi

Pemkab Badung Berpartisipasi dalam Colours of Cultures Festival Ke-10

Raih Penghargaan Nasional di ITMW 2026 Bupati Adi Arnawa Gagas Strategi Pariwisata Badung 5.0

Terbaru

Selama 37 Tahun Menekuni Aktuaria dan Hukum, Arya Bagiastra Bawa Perspektif Profesional dalam Tata Kelola PPPSRS

Mamaka Fun Run Vol. 3: Lari Lebih Besar, Komunitas Lebih Besar, Tujuan Lebih Besar

Lansia Terperosok ke Jurang Dalam di Karangasem Berhasil Dievakuasi

Pemkab Badung Berpartisipasi dalam Colours of Cultures Festival Ke-10

Raih Penghargaan Nasional di ITMW 2026 Bupati Adi Arnawa Gagas Strategi Pariwisata Badung 5.0