Turun langsung  ke Tengah Krama Kedewatan, Jayawijaya  Tegaskan Semangat “Ngayah Bersama, Paras-Paros” Menuju Desa yang Lebih Maju

Gianyar, BerandaBali. Id – Suasana pemilihan Perbekel Desa Kedewatan semakin dinamis. Calon Perbekel Desa Kedewatan nomor urut 2, AKP Purn. Ngakan Nyoman Jayawijaya, terus turun langsung menyapa masyarakat sekaligus menyampaikan visi dan misinya kepada krama desa.

Penyampaian visi dan misi tersebut berlangsung pada 11 dan 12 September 2026, bertempat di wilayah Br. Kedewatan dan Br. Lungsiakan LAN Payongan. Kehadiran Jayawijaya menjadi ruang bagi masyarakat untuk mendengar secara langsung gagasan, komitmen, serta arah pembangunan yang ditawarkan apabila dirinya mendapat kepercayaan memimpin Desa Kedewatan.

Mengusung semangat “Ngayah Bersama, Paras-Paros…”, Jayawijaya menempatkan kebersamaan sebagai salah satu fondasi penting dalam membangun desa. Baginya, pembangunan tidak cukup hanya mengandalkan program pemerintah desa, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh unsur masyarakat.

Dalam penyampaian visi-misinya, Jayawijaya menegaskan pentingnya membangun desa dengan semangat kebersamaan, gotong royong, keterbukaan, serta pelayanan kepada masyarakat. Pengalaman panjangnya sebagai seorang purnawirawan kepolisian juga menjadi bekal dalam membawa pendekatan yang mengedepankan kedisiplinan, ketertiban dan tanggung jawab.

Bagi Jayawijaya, menjadi Perbekel bukan sekadar menduduki jabatan, melainkan sebuah bentuk pengabdian kepada masyarakat dan desa.

Semangat ngayah menjadi kata kunci. Ia ingin pemerintahan desa hadir bukan berjarak dengan masyarakat, melainkan berjalan bersama masyarakat.

“Ngayah bersama” dimaknai sebagai kesediaan untuk bekerja dan mengabdi demi kepentingan desa, sedangkan semangat paras-paros menjadi pijakan dalam membangun hubungan yang harmonis, saling menghargai dan saling mendukung di tengah kehidupan masyarakat Kedewatan.

Penyampaian visi dan misi di Br. Kedewatan serta Br. Lungsiakan LAN Payongan juga menjadi kesempatan bagi Jayawijaya untuk mendengarkan aspirasi masyarakat secara langsung.

Ia menyadari bahwa setiap wilayah memiliki kebutuhan dan persoalan yang berbeda. Karena itu, pembangunan desa menurutnya harus berangkat dari kebutuhan nyata masyarakat, bukan hanya dari program yang dirancang di atas kertas.

READ  Jawab Pandangan Fraksi DPRD atas Ranperda APBD 2027, Bupati Sanjaya Tekankan Optimalisasi Pendapatan dan Pemerataan Pembangunan

Kedewatan memiliki potensi besar, baik dari sisi adat, budaya, sumber daya manusia maupun perkembangan ekonomi masyarakat. Potensi tersebut, kata Jayawijaya, harus dikelola secara bersama-sama agar memberikan manfaat yang lebih luas bagi krama.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara pembangunan dan karakter Desa Kedewatan sebagai desa adat yang memiliki nilai-nilai budaya dan kehidupan sosial yang kuat.

“Pembangunan harus tetap berpijak pada kepentingan masyarakat dan tidak boleh meninggalkan jati diri desa,” menjadi semangat yang terus dibawa dalam setiap penyampaian gagasannya.

Di tengah tahapan Pilkel Desa Kedewatan, Jayawijaya mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan momentum demokrasi desa sebagai bagian dari proses memilih pemimpin terbaik.

Ia juga mengedepankan politik yang santun, damai dan bermartabat. Perbedaan pilihan, menurutnya, merupakan bagian dari demokrasi dan tidak seharusnya menjadi alasan untuk memecah persaudaraan antarkrama.

Dengan pengalaman, kedisiplinan dan semangat pengabdian yang dibawanya, AKP Purn. Ngakan Nyoman Jayawijaya nomor urut 2 menawarkan kepemimpinan yang bertumpu pada kebersamaan.

Dari Kedewatan hingga Lungsiakan LAN Payongan, pesan yang ingin ditegaskannya sederhana namun kuat: desa tidak dibangun oleh satu orang, tetapi oleh seluruh masyarakat yang mau bergerak bersama.

Pilkel bukan sekadar tentang siapa yang menang dan siapa yang kalah. Lebih dari itu, Pilkel adalah tentang menentukan arah perjalanan Desa Kedewatan ke depan.

Dan melalui semangat “Ngayah Bersama, Paras-Paros…”, Jayawijaya menyatakan kesiapan untuk mengabdikan diri, bekerja bersama masyarakat dan membawa Kedewatan menuju masa depan yang lebih baik.

Newsyess.com — Mengabarkan dari Bali, untuk Bali. (Tim)

Populer

Dari Supir Trek dan Warisan Keluarga, Bakso Balung Babi Beranak Tut Lonto Jadi Buruan Pecinta Kuliner di Bali 

Selama 37 Tahun Menekuni Aktuaria dan Hukum, Arya Bagiastra Bawa Perspektif Profesional dalam Tata Kelola PPPSRS

Mamaka Fun Run Vol. 3: Lari Lebih Besar, Komunitas Lebih Besar, Tujuan Lebih Besar

Lansia Terperosok ke Jurang Dalam di Karangasem Berhasil Dievakuasi

Pemkab Badung Berpartisipasi dalam Colours of Cultures Festival Ke-10

Terbaru

Dari Supir Trek dan Warisan Keluarga, Bakso Balung Babi Beranak Tut Lonto Jadi Buruan Pecinta Kuliner di Bali 

Selama 37 Tahun Menekuni Aktuaria dan Hukum, Arya Bagiastra Bawa Perspektif Profesional dalam Tata Kelola PPPSRS

Mamaka Fun Run Vol. 3: Lari Lebih Besar, Komunitas Lebih Besar, Tujuan Lebih Besar

Lansia Terperosok ke Jurang Dalam di Karangasem Berhasil Dievakuasi

Pemkab Badung Berpartisipasi dalam Colours of Cultures Festival Ke-10