Denpasar, BerandaBali.id- Penggunaan bahan herbal sebagai bagian dari gaya hidup sehat semakin diminati masyarakat. Selain alami, ragam tanaman obat keluarga (TOGA) di Indonesia sangat melimpah dan mudah didapatkan. Namun, agar mendapatkan manfaat optimal tanpa risiko efek samping, pemanfaatan tanaman herbal perlu dilakukan dengan tepat.
Prinsip Dasar Penggunaan Herbal.Pilih bahan berkualitas: Gunakan bahan segar yang bebas dari jamur atau pestisida. Jika menggunakan produk kemasan, pastikan sudah terdaftar di BPOM.
Takaran yang sesuai: Obat herbal bekerja secara bertahap. Konsumsi sesuai dosis yang dianjurkan dan hindari mengonsumsi berlebihan.
Perhatikan reaksi tubuh: Hentikan penggunaan jika timbul reaksi alergi seperti gatal, mual, atau pusing.
Rekomendasi Bahan Herbal Populer dan Manfaatnya.
Kunyit: Mengandung kurkumin yang bersifat antiinflamasi dan antioksidan. Bagus untuk meredakan peradangan, menjaga kesehatan pencernaan, serta meningkatkan daya tahan tubuh.
Jahe: Efektif menghangatkan tubuh, meredakan mual, mengurangi nyeri otot, dan memperlancar sirkulasi darah.
Temulawak: Dikenal baik untuk menjaga fungsi hati (hepatoprotektor) dan membantu meningkatkan nafsu makan.
Daun Sambiloto: Memiliki kandungan zat pahit yang membantu menurunkan demam dan mengontrol kadar gula darah.
Cara Pengolahan yang Tepat
Pencucian: Cuci bersih semua bahan herbal dengan air mengalir sebelum diolah.
Perebusan: Gunakan wadah berbahan kaca, keramik, atau stainless steel. Hindari wadah aluminium karena dapat bereaksi dengan zat aktif herbal.
Perebusan ringan: Rebus bahan dengan api kecil hingga air menyusut setengahnya, lalu saring sebelum diminum saat hangat.
Penggunaan obat herbal sebaiknya difungsikan sebagai pendukung gaya hidup sehat. Bagi yang sedang mengonsumsi obat resep dokter, ibu hamil, atau penderita penyakit kronis, disarankan untuk berkonsultasi dengan tenaga medis terlebih dahulu sebelum mengonsumsi racikan herbal secara rutin. ( Dikutip dari beberapa sumber)