Buleleng,BerandaBali.id – Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Buleleng yang juga Ketua Fraksi Gerindra–PSI DPRD Provinsi Bali, Gede Harja Astawa, menegaskan kesiapan Partai Gerindra Buleleng menghadapi tahapan Pemilu 2029.
Penegasan tersebut disampaikan Harja Astawa saat menerima kunjungan Ketua KPU Kabupaten Buleleng Komang Dudhi Udiyana bersama jajaran di kantor DPC Partai Gerindra Kabupaten Buleleng, Selasa (6/10/2026).
Kunjungan KPU Buleleng tersebut menjadi momentum penting bagi Gerindra Buleleng untuk memperkuat komunikasi dan koordinasi dengan penyelenggara pemilu. Rombongan KPU turut didampingi perwakilan Kesbangpol Buleleng, Gunawan, serta perwakilan Bawaslu Buleleng, Gede Wiramariyusa.
Harja Astawa didampingi jajaran pengurus DPC Partai Gerindra Buleleng, termasuk anggota DPRD Kabupaten Buleleng dari Partai Gerindra, Loh Marleni, Gede Surajnya, dan Ketut Susana, serta pengurus lainnya.
Menurut Harja Astawa, silaturahmi tersebut tidak sekadar menjadi pertemuan antara penyelenggara pemilu dengan partai politik, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun komunikasi, koordinasi dan kerja sama dalam mewujudkan demokrasi yang semakin berkualitas.
“Teman-teman KPU datang dalam rangka bersilaturahmi dengan partai-partai yang ada di Buleleng, salah satunya DPC Partai Gerindra Kabupaten Buleleng. Sekaligus menjalin komunikasi, koordinasi dan kerja sama agar proses demokrasi ke depan lebih berkualitas, berkeadilan dan maksimal melibatkan peran serta masyarakat,” ujar Harja Astawa.
Dalam pertemuan tersebut, persiapan menuju Pemilu 2029 menjadi salah satu pembahasan utama. KPU menyampaikan bahwa persiapan perlu dilakukan sejak dini, dengan tahapan yang mulai dipersiapkan pada pertengahan 2027.
Bagi Harja Astawa, informasi tersebut menjadi perhatian serius bagi Gerindra Buleleng. Ia memastikan jajaran partainya akan mulai mempersiapkan diri dengan tetap mengikuti seluruh ketentuan dan regulasi yang ditetapkan.
“Persiapan Pemilu 2029 akan diawali di pertengahan tahun 2027. Kami tentu harus mulai bersiap-siap menghadapi pemilu tersebut,” katanya.
Soal Wacana Perubahan Dapil, Harja Astawa Pilih Tunggu Aturan
Harja Astawa juga menyoroti berbagai wacana yang berkembang di masyarakat terkait kemungkinan perubahan maupun pengembangan daerah pemilihan (dapil) menjelang Pemilu 2029.
Ia menegaskan, Partai Gerindra Buleleng tidak akan berspekulasi atau mengambil sikap berdasarkan isu yang belum memiliki kepastian hukum.
“Kalau terkait wacana yang berkembang, termasuk soal pengembangan dapil dan isu-isu lainnya, karena belum ada regulasi yang pasti, kami tetap berpegangan pada regulasi dan ketentuan yang sudah ada,” tegasnya.
Menurutnya, masyarakat memiliki hak untuk menyampaikan berbagai gagasan dan wacana terkait penyelenggaraan demokrasi. Namun, bagi partai politik, kepastian regulasi menjadi dasar utama dalam menentukan langkah politik.
“Wacana yang berkembang itu merupakan hak setiap masyarakat untuk mewacanakannya. Tetapi KPU konsisten berpegangan pada aturan yang masih ada dan berlaku,” ujarnya.
Sikap yang sama, kata Harja Astawa, juga menjadi pegangan DPC Partai Gerindra Kabupaten Buleleng.
“Selama belum ada ketentuan dan regulasi baru, kami akan tetap berpegang pada ketentuan dan regulasi yang sudah ada selama ini,” pungkasnya.
Bagi Harja Astawa, komunikasi antara partai politik, KPU, Bawaslu dan pemerintah menjadi bagian penting untuk memastikan demokrasi berjalan dengan baik. Ia berharap koordinasi yang dibangun sejak jauh hari dapat menciptakan proses Pemilu 2029 yang semakin tertib, transparan, berkeadilan dan melibatkan partisipasi masyarakat secara maksimal.
(Tim)