Siapkan 8 Tahun Membangun Sayan:  Kesumawijaya Perkuat SDM, Hidupkan Ekowisata hingga Benahi Irigasi Subak

Gianyar, BerandaBali id – Calon Perbekel Desa Sayan, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, nomor urut 1, I Ketut Gede Kesumawijaya, S.Sos., M.Ag., menegaskan komitmennya untuk membangun Desa Sayan secara menyeluruh apabila dipercaya masyarakat memimpin pemerintahan desa.

Kesumawijaya tidak hanya menawarkan program pembangunan fisik, tetapi juga menempatkan peningkatan kesejahteraan masyarakat, penguatan sumber daya manusia (SDM), pemberdayaan generasi muda, pelestarian budaya, pertanian, pariwisata berbasis kearifan lokal hingga perlindungan masyarakat rentan sebagai bagian penting dari agenda pembangunan delapan tahun ke depan.

Dengan semangat “Dedikasi Murni, Mewujudkan Tri Hita Sidhi Sayan Bersinar”, Kesumawijaya ingin pembangunan Desa Sayan dilakukan dengan melibatkan masyarakat sejak proses perencanaan hingga pelaksanaannya.

Delapan Tahun untuk SDM dan Pelestarian Budaya

Salah satu komitmen yang menjadi perhatian Kesumawijaya adalah pembangunan sumber daya manusia melalui pelestarian seni dan budaya.

Menurutnya, kesenian tradisional seperti tari, tabuh dan ukir bukan sekadar warisan masa lalu, tetapi merupakan identitas masyarakat Sayan yang harus terus hidup dan berkembang.

Karena itu, pembinaan dan pelestarian kesenian tradisional diproyeksikan menjadi salah satu program berkelanjutan selama delapan tahun masa kepemimpinan.

Di sisi lain, generasi muda juga akan menjadi perhatian utama. Optimalisasi Karang Taruna akan diarahkan sebagai wadah pengembangan potensi pemuda, termasuk dalam bidang olahraga, kreativitas, kewirausahaan dan kegiatan sosial.

Kesumawijaya juga menggagas pengembangan fasilitas olahraga di masing-masing banjar serta penyelenggaraan Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) Desa.

Porseni diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi ruang bagi anak-anak muda Sayan untuk berlatih, berkompetisi dan meraih prestasi sehingga mampu menjadi wakil Desa Sayan dalam ajang olahraga dan seni tingkat Kecamatan Ubud atau Porsenicam.

Bursa Kerja hingga Pelatihan Vokasi untuk Anak Muda

Kesumawijaya juga memberikan perhatian serius terhadap persoalan lapangan kerja.

Menurutnya, pembangunan desa harus mampu menciptakan peluang ekonomi yang nyata bagi masyarakat, khususnya generasi muda.

Karena itu, ia menyiapkan gagasan bursa kerja bagi anak muda, yang akan dipadukan dengan pelatihan vokasi melalui sinergi bersama Dinas Tenaga Kerja.

Program tersebut diharapkan mampu mempertemukan kebutuhan tenaga kerja dengan potensi SDM lokal.

Tidak hanya mencari pekerjaan, masyarakat juga akan didorong menjadi pelaku usaha melalui fasilitasi akses permodalan bagi usaha mikro berbasis Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku.

READ  Calon Kades Sayan Kesumawijaya Gagas Sayan Tuntas Kelola Sampah: Libatkan Sekolah, Masyarakat, Adat hingga TPS 3R

Pokdarwis di Setiap Banjar, Pariwisata Berbasis Kearifan Lokal

Program unggulan lain yang menjadi perhatian Kesumawijaya adalah pengembangan pariwisata berbasis masyarakat.

Ia menggagas pembentukan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) di setiap banjar adat dan banjar dinas sebagai motor penggerak pengembangan potensi wisata lokal.

Potensi setiap banjar akan dipetakan dan dikembangkan dengan mengedepankan kearifan lokal.

Kesumawijaya ingin anak muda tidak hanya menjadi penonton dalam perkembangan pariwisata, tetapi menjadi pelaku utama.

Pengelolaan destinasi, aktivitas wisata, ekonomi kreatif dan potensi budaya lokal diharapkan dapat membuka lapangan pekerjaan sekaligus menciptakan sumber pendapatan bagi masyarakat, banjar adat maupun Pemerintahan Desa Sayan.

Konsep tersebut juga diarahkan agar manfaat ekonomi pariwisata tidak hanya dinikmati pelaku usaha tertentu, tetapi dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

Irigasi Subak Jadi Prioritas

Selain SDM dan pariwisata, Kesumawijaya menempatkan sektor pertanian sebagai salah satu prioritas pembangunan Desa Sayan.

Baginya, pertanian bukan hanya persoalan ekonomi, tetapi juga bagian dari warisan budaya Bali dan keseimbangan alam yang sejalan dengan prinsip Tri Hita Karana.

Karena itu, kondisi irigasi menjadi perhatian khusus.

Ia menilai air merupakan nyawa pertanian. Ketika saluran irigasi rusak, dangkal, tertutup sampah atau material longsor, distribusi air menjadi tidak optimal dan pada akhirnya dapat berdampak terhadap produktivitas lahan.

Di lapangan, menurutnya masih terdapat saluran irigasi yang sudah tua, rusak, tidak tertata, mengalami pendangkalan, bahkan jalurnya tidak lagi ideal. Persoalan lainnya adalah pendataan jaringan irigasi yang belum tertata secara menyeluruh.

Karena itu, jika dipercaya memimpin Desa Sayan, Kesumawijaya berkomitmen melakukan pendataan dan pemetaan kondisi jaringan irigasi sebagai dasar menentukan skala prioritas perbaikan.

Upaya tersebut akan disinergikan dengan program pemerintah kabupaten dan provinsi serta perangkat daerah terkait, termasuk Dinas PUPR, dengan tetap menempatkan keberadaan Subak sebagai organisasi lokal yang memiliki nilai budaya dan ekologis.

Langkah Pertama: Wujudkan Visi-Misi ke Dalam RPJM Desa

Jika terpilih menjadi Perbekel Desa Sayan, Kesumawijaya menegaskan langkah pertama yang akan dilakukan adalah menerjemahkan visi dan misi ke dalam RPJM Desa sebagai pedoman pembangunan selama delapan tahun.

READ  Calon Kades Tusan Ngakan Nyoman Kancana Siapkan Program untuk Generasi Muda, DesaTusan Menuju Era Baru

Ia ingin sejak awal terdapat kesepakatan yang jelas mengenai arah pembangunan, prioritas program dan target yang hendak dicapai.

Komitmen tersebut juga dibarengi dengan tekad menciptakan pemerintahan desa yang tertib, transparan dan bersih.

Salah satu prioritas unggulan yang akan didorong sejak awal adalah pembentukan Pokdarwis di setiap banjar untuk mengembangkan pariwisata berbasis kearifan lokal.

Desa Sayan, kata dia, memiliki potensi yang dapat dikembangkan menjadi tujuan kunjungan wisata tanpa harus kehilangan karakter dan identitas masyarakatnya.

Pengembangan tersebut diharapkan dapat menjadi sumber pendapatan bagi masyarakat, pengelola, banjar adat serta Pemerintahan Desa Sayan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Ambal-Ambal Amburadul” Harus Dibangun Bersama

Kesumawijaya juga menyoroti persoalan lingkungan dan kondisi ambal-ambal yang masih perlu dibenahi.

Menurutnya, kondisi yang belum tertata tidak boleh menjadi alasan untuk menyerah. Justru persoalan tersebut harus menjadi tugas bersama untuk diselesaikan secara bertahap.

Ia menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam proses pembangunan.

Aspirasi warga akan menjadi bahan utama dalam Musyawarah Desa sehingga persoalan lingkungan, jalan, ambal-ambal dan kebutuhan pembangunan lainnya dapat ditentukan berdasarkan skala prioritas.

Penataan lingkungan juga diarahkan untuk memperkuat konsep ekowisata.

Kesumawijaya berpandangan bahwa Desa Sayan harus dibangun dengan tetap menjaga keasrian lingkungan. Keindahan alam dan lingkungan yang tertata bukan hanya penting bagi masyarakat, tetapi juga menjadi modal utama dalam pengembangan pariwisata.

Prinsip tersebut, menurutnya, sejalan dengan ajaran Niti Dharma, bahwa seorang pemimpin harus bekerja sungguh-sungguh untuk kepentingan masyarakat dan menjaga lingkungan demi kesejahteraan bersama.

Pengentasan Kemiskinan Harus Berbasis Data

Persoalan kemiskinan juga menjadi perhatian Kesumawijaya.

Ia berpandangan, pemerintah desa harus terlebih dahulu memahami penyebab kemiskinan sebelum menentukan bentuk intervensinya.

Beberapa persoalan yang perlu dipetakan antara lain masyarakat yang belum memiliki keterampilan khusus, tidak memiliki lahan atau alat usaha, mempunyai penghasilan tidak tetap, menghadapi beban keluarga besar, memiliki anggota keluarga yang sakit atau lansia, hingga pelaku usaha yang belum memahami pemasaran.

Dengan pemetaan tersebut, program penanggulangan kemiskinan diharapkan tidak bersifat seragam.

Masyarakat yang membutuhkan peningkatan keterampilan dapat diarahkan mengikuti pelatihan. Mereka yang membutuhkan akses usaha dapat difasilitasi dengan program pemberdayaan ekonomi, sementara kelompok rentan membutuhkan perlindungan sosial sesuai ketentuan yang berlaku.

READ  Bupati Sanjaya Apresiasi Semangat Gotong Royong Krama Kembang Merta dalam Pelaksanaan Karya Pitra Yadnya

Kesumawijaya juga menegaskan pentingnya memastikan masyarakat pekerja rentan memperoleh perlindungan melalui program jaminan sosial seperti BPJS Ketenagakerjaan, akses layanan kesehatan melalui program yang sesuai, serta bantuan sosial pemerintah bagi warga yang memenuhi persyaratan.

Perhatian khusus juga diberikan kepada masyarakat yang menghadapi kondisi seperti sakit menahun, penyandang disabilitas yang tidak mampu bekerja, lanjut usia yang hidup sendiri, serta keluarga yang berada dalam kondisi rentan.

Menurutnya, pemerintah desa merupakan bagian dari penyelenggaraan negara yang memiliki tanggung jawab untuk memastikan masyarakat tidak berjalan sendirian ketika menghadapi persoalan sosial dan ekonomi.

Semangat tersebut, kata Kesumawijaya, sejalan dengan amanat Pasal 34 UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945, yang menegaskan tanggung jawab negara terhadap fakir miskin, anak terlantar, sistem jaminan sosial, serta pemberdayaan masyarakat yang lemah dan tidak mampu.

Membangun Sayan dengan Kekuatan Masyarakat

Kesumawijaya menegaskan, seluruh program tersebut tidak akan berjalan apabila pembangunan hanya dilakukan oleh pemerintah desa.

Karena itu, ia ingin menjadikan masyarakat sebagai bagian utama dari proses pembangunan, mulai dari menyampaikan aspirasi, menentukan prioritas, mengawal pelaksanaan hingga melakukan evaluasi.

Baginya, pembangunan Desa Sayan bukan sekadar membangun infrastruktur, tetapi membangun manusia, menjaga budaya, memperkuat ekonomi, melindungi lingkungan dan memastikan kelompok masyarakat yang rentan tetap mendapatkan perhatian.

“Keadaan yang amburadul bukan alasan untuk menyerah, melainkan tugas utama untuk dibenahi. Desa Sayan harus dibangun bersama dengan keterlibatan masyarakat,” demikian semangat yang diusung Kesumawijaya.

Dengan visi tersebut, I Ketut Gede Kesumawijaya, S.Sos., M.Ag., calon Perbekel Desa Sayan nomor urut 1, menawarkan arah pembangunan yang menempatkan kesejahteraan masyarakat dan peningkatan SDM sebagai fondasi utama.

Dari pelestarian seni tradisional, pembinaan generasi muda, olahraga, bursa kerja, pemberdayaan ekonomi, pengembangan Pokdarwis, penguatan pertanian dan Subak, penataan lingkungan hingga pengentasan kemiskinan, seluruh program diarahkan pada satu tujuan: mewujudkan Desa Sayan yang lebih tertata, berdaya, lestari dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Dedikasi Murni, Mewujudkan Tri Hita Sidhi Sayan Bersinar.”.(Tim)

Populer

Dari Supir Trek dan Warisan Keluarga, Bakso Balung Babi Beranak Tut Lonto Jadi Buruan Pecinta Kuliner di Bali 

Selama 37 Tahun Menekuni Aktuaria dan Hukum, Arya Bagiastra Bawa Perspektif Profesional dalam Tata Kelola PPPSRS

Mamaka Fun Run Vol. 3: Lari Lebih Besar, Komunitas Lebih Besar, Tujuan Lebih Besar

Lansia Terperosok ke Jurang Dalam di Karangasem Berhasil Dievakuasi

Pemkab Badung Berpartisipasi dalam Colours of Cultures Festival Ke-10

Terbaru

Dari Supir Trek dan Warisan Keluarga, Bakso Balung Babi Beranak Tut Lonto Jadi Buruan Pecinta Kuliner di Bali 

Selama 37 Tahun Menekuni Aktuaria dan Hukum, Arya Bagiastra Bawa Perspektif Profesional dalam Tata Kelola PPPSRS

Mamaka Fun Run Vol. 3: Lari Lebih Besar, Komunitas Lebih Besar, Tujuan Lebih Besar

Lansia Terperosok ke Jurang Dalam di Karangasem Berhasil Dievakuasi

Pemkab Badung Berpartisipasi dalam Colours of Cultures Festival Ke-10