Gianyar, BerandaBali.Id– Ada kalimat sederhana, tetapi menyimpan makna yang dalam: surga akan memilih orang yang berani.
Bukan semata-mata orang yang paling kuat. Bukan pula mereka yang paling berkuasa, paling kaya, atau paling tinggi kedudukannya. Keberanian yang dimaksud adalah keberanian untuk memilih jalan yang benar, meski jalan itu tidak selalu mudah untuk dilalui.
Pesan penuh refleksi tersebut disampaikan Direktur Utama BPR Kanti, Made Arya Amitaba, SE., MM. Dalam pandangannya, keberanian sejatinya bukan tentang siapa yang mampu melawan orang lain, melainkan siapa yang mampu melawan rasa takut di dalam dirinya sendiri.
Sebab dalam perjalanan hidup, manusia akan selalu berhadapan dengan pilihan.
Ada saat ketika seseorang jatuh. Ada saat ketika melakukan kesalahan. Ada saat ketika berada dalam tekanan. Ada pula ketika seseorang mendapatkan kekuasaan dan memiliki kesempatan untuk menentukan nasib orang lain.
Di setiap titik itulah keberanian diuji.
“Surga akan memilih orang yang berani.”
Sebuah pesan yang bukan sekadar kalimat motivasi, tetapi juga menjadi renungan tentang bagaimana manusia seharusnya menjalani kehidupan.
Berani ketika jatuh untuk bangkit kembali.
Berani ketika salah untuk mengakui kesalahan.
Berani ketika diuji untuk tetap bertahan.
Berani ketika memiliki kekuasaan untuk tetap berlaku adil.
Dan yang paling penting, ketika kebenaran membutuhkan seseorang untuk berdiri, maka ia berani maju ke depan.
Keberanian Bukan Berarti Tidak Takut
Dalam kehidupan, rasa takut adalah sesuatu yang manusiawi. Tidak ada orang yang benar-benar terbebas dari rasa takut.
Namun, keberanian bukan berarti tidak memiliki rasa takut.
Keberanian adalah ketika seseorang tetap memilih melakukan sesuatu yang benar meskipun rasa takut itu ada.
Orang yang berani bukanlah mereka yang tidak pernah jatuh, melainkan mereka yang tidak menjadikan kejatuhan sebagai alasan untuk berhenti.
Begitu pula ketika melakukan kesalahan.
Kesalahan bukan akhir dari perjalanan. Yang lebih penting adalah keberanian untuk mengatakan, “Saya salah,” kemudian memperbaikinya.
Sebab mengakui kesalahan terkadang jauh lebih berat daripada mempertahankan sebuah kebohongan.
Di sinilah nilai kejujuran menemukan tempatnya.
BPR Kanti sendiri dalam perjalanan bisnisnya menempatkan kepercayaan, integritas, kehati-hatian dan profesionalisme sebagai nilai penting dalam menjalankan perusahaan. Situs resmi BPR Kanti juga menegaskan bahwa kepercayaan masyarakat merupakan kekuatan utama dalam perjalanan perusahaan.
Ketika Kekuasaan Menjadi Ujian
Ada satu fase kehidupan yang sering kali lebih sulit daripada ketika seseorang berada dalam kekurangan, yakni ketika seseorang sudah memiliki kekuasaan.
Ketika tidak memiliki apa-apa, mungkin mudah untuk berkata bahwa kita akan tetap jujur.
Namun ketika memiliki jabatan, kewenangan, kesempatan dan kekuasaan, di situlah karakter seseorang benar-benar terlihat.
Apakah kekuasaan digunakan untuk kepentingan pribadi?
Ataukah digunakan untuk memberikan manfaat bagi orang lain?
Menurut pesan yang disampaikan Made Arya Amitaba, keberanian sejati justru terlihat ketika seseorang memiliki pilihan untuk berlaku tidak adil, tetapi memilih untuk tetap berada di jalan kebenaran.
Karena kekuasaan tanpa keadilan hanya akan melahirkan ketakutan.
Sebaliknya, kekuasaan yang dibangun di atas integritas akan melahirkan kepercayaan.
Berani Berdiri Ketika Kebenaran Membutuhkan
Dalam kehidupan sosial maupun dunia kerja, terkadang kebenaran tidak selalu memiliki banyak suara.
Bahkan ada kalanya seseorang mengetahui sesuatu yang salah, tetapi memilih diam karena takut kehilangan posisi, takut tidak disukai, atau takut menghadapi konsekuensi.
Di titik inilah keberanian memiliki makna yang jauh lebih besar.
Ketika kebenaran membutuhkan seseorang untuk berdiri, maka jangan menunggu orang lain.
Berdirilah.
Bukan untuk mencari musuh.
Bukan untuk merasa paling benar.
Tetapi karena ada nilai yang harus dijaga.
Sebab diam terhadap sesuatu yang salah terkadang juga menjadi bentuk keberpihakan.
Keberanian untuk berdiri di pihak kebenaran membutuhkan hati yang kuat, pikiran yang jernih dan niat yang bersih.
Dari Keluarga, Kantor hingga Masyarakat
Pesan tersebut juga memiliki relevansi kuat dalam kehidupan sehari-hari.
Keberanian tidak harus selalu ditunjukkan dalam perkara besar.
Ia bisa dimulai dari rumah.
Berani meminta maaf kepada pasangan dan anak ketika melakukan kesalahan.
Berani mengatakan yang benar kepada keluarga.
Berani mendidik anak dengan nilai kejujuran.
Berani menolak sesuatu yang tidak baik meskipun banyak orang melakukannya.
Kemudian keberanian itu dibawa ke tempat kerja.
Berani bertanggung jawab terhadap pekerjaan.
Berani mengakui kekurangan.
Berani menyampaikan kebenaran kepada pimpinan.
Berani menjaga amanah nasabah dan masyarakat.
Dan akhirnya, keberanian itu menjadi karakter dalam kehidupan sosial.
BPR Kanti sendiri dalam berbagai program transformasi budaya menempatkan nilai kemanusiaan, budaya, pengabdian dan kepercayaan sebagai bagian penting dalam perjalanan perusahaan menuju konsep Community Bank.
Surga Bukan untuk Mereka yang Tak Pernah Salah
Pada akhirnya, manusia tidak dituntut menjadi makhluk yang sempurna.
Manusia bisa salah.
Manusia bisa jatuh.
Manusia bisa gagal.
Tetapi selalu ada kesempatan untuk bangkit.
Selalu ada ruang untuk memperbaiki diri.
Dan selalu ada pilihan untuk kembali kepada kebenaran.
Karena itu, pesan “Surga akan memilih orang yang berani” dapat dimaknai sebagai ajakan untuk menjalani hidup dengan keberanian moral.
Berani jujur ketika kebohongan terasa lebih mudah.
Berani meminta maaf ketika ego ingin menang.
Berani bertahan ketika ujian terasa berat.
Berani adil ketika memiliki kekuasaan.
Dan berani berdiri ketika orang lain memilih mundur.
Sebab pada akhirnya, ukuran keberhasilan manusia bukan hanya seberapa tinggi ia mampu naik, tetapi seberapa kuat ia tetap menjadi manusia ketika sudah berada di atas.
Bukan hanya seberapa banyak yang berhasil ia kumpulkan, tetapi seberapa banyak kebaikan yang mampu ia tinggalkan.
Dan bukan hanya bagaimana ia dipandang manusia, tetapi bagaimana ia mempertanggungjawabkan setiap langkahnya di hadapan Tuhan.
Surga akan memilih orang yang berani.
Orang yang berani bangkit ketika jatuh.
Berani mengakui kesalahan.
Berani bertahan ketika diuji.
Berani berlaku adil ketika memiliki kuasa.
Dan ketika kebenaran membutuhkan seseorang untuk berdiri
ia berani maju ke depan.
Sebab keberanian terbesar dalam hidup bukanlah mengalahkan orang lain.
Keberanian terbesar adalah mengalahkan rasa takut dalam diri sendiri untuk tetap memilih kebenaran. (Tim)