KLUNGKUNG | Berandabali. Id– Berawal dari usaha sederhana dengan gerobak kecil, I Ketut Lonto, yang akrab disapa Tut Lonto, berhasil merintis usaha kuliner bakso berbahan daging babi yang memiliki ciri khas tersendiri. Mengusung nama Bakso Balung Babi Beranak Tut Lonto, warung kuliner ini menawarkan perpaduan bakso, balung, bakso urat, serta bumbu rajang khas Bali yang menggugah selera.
Berada di Jalan Gunung Merapi, Semarapura Kangin, Kabupaten Klungkung, warung ini menjadi salah satu pilihan bagi pencinta kuliner lokal yang ingin menikmati sajian bakso babi dengan cita rasa khas. Lokasinya juga dapat ditemukan melalui Google Maps dengan kata kunci Bakso Beranak Tut Lonto.
Saat ditemui Newsyess.com pada Senin (19/10/2026), Tut Lonto menceritakan bahwa usaha yang dijalaninya bukan sekadar bisnis kuliner, melainkan juga kelanjutan tradisi keluarga yang telah mengenalkannya pada dunia bakso sejak lama.
“Memang dari keluarga, ibu saya juga berdagang bakso. Jadi, usaha ini ada kaitannya dengan warisan keluarga,” ungkapnya.
Berawal dari Gerobak Kecil
Sebelum dikenal dengan menu bakso beranak, Tut Lonto memulai usahanya secara sederhana. Pada awal berjualan, ia hanya menawarkan bakso biasa dan bakso urat menggunakan gerobak kecil.
Perjalanan usaha tersebut dimulai pada 2018 dengan modal awal sekitar tiga kilogram bahan baku. Dari jumlah yang terbatas itu, Tut Lonto perlahan membangun pelanggan, terutama dari lingkungan sekitar dan teman-temannya.
Kehadiran pelanggan yang terus bertambah menjadi penyemangat untuk mengembangkan menu. Ia kemudian menghadirkan bakso beranak, yakni bakso berukuran besar dengan isian bakso kecil di dalamnya, yang memberikan sensasi berbeda saat disantap.
Inovasi tersebut ikut memperkenalkan nama Bakso Beranak Tut Lonto kepada lebih banyak penikmat kuliner.
“Awalnya kecil-kecilan saja. Banyak teman yang datang dan mencoba. Dari sana, pelanggan mulai bertambah,” tuturnya.
Perkembangan usaha itu menjadi bukti bahwa bisnis kuliner tidak selalu harus dimulai dengan modal besar. Konsistensi menjaga rasa, keberanian berinovasi, serta dukungan pelanggan menjadi bagian penting dalam perjalanan Tut Lonto.
Bakso Balung dengan Bumbu Rajang Khas Bali
Salah satu daya tarik Bakso Balung Babi Beranak Tut Lonto adalah pilihan menunya yang menggabungkan bakso dengan balung atau tulang, serta bakso urat.
Perpaduan tersebut memberikan pilihan bagi pelanggan yang menyukai tekstur bakso yang kenyal maupun sensasi menikmati balung dalam sajian berkuah.
Keunikan lainnya terletak pada penggunaan bumbu rajang khas Bali yang menjadi bagian dari identitas cita rasa lokal. Sajian ini menawarkan alternatif kuliner berbahan daging babi yang berbeda dari bakso pada umumnya.
Selain bakso, pelanggan juga dapat menikmati lawar sebagai menu pendamping. Lawar khas Bali tersebut menggunakan kelapa parut dan bahan-bahan lain yang memberikan karakter rasa tersendiri.
Kehadiran lawar membuat pengalaman bersantap semakin dekat dengan tradisi kuliner masyarakat Bali. Pelanggan bisa menikmati bakso sekaligus mencicipi hidangan pendamping yang akrab dalam keseharian masyarakat setempat.
Harga Terjangkau, Bisa Makan dengan Rp30 Ribuan
Di tengah harga bahan baku yang terus berubah, Tut Lonto berupaya mempertahankan harga agar tetap terjangkau bagi pelanggannya.
Saat pertama kali berjualan pada 2018, semangkuk bakso dijual sekitar Rp10.000. Seiring waktu dan meningkatnya biaya bahan baku, harga kemudian disesuaikan. Saat ini, harga satu porsi bakso berada di kisaran Rp16.000.
Dengan pilihan menu bakso, balung, dan urat, pelanggan dapat menyesuaikan pesanan dengan selera masing-masing. Tersedia pula minuman dengan harga mulai sekitar Rp3.000, sedangkan lawar sebagai menu tambahan dibanderol sekitar Rp5.000.
Dengan anggaran sekitar Rp30.000, pelanggan sudah dapat menikmati bakso beserta minuman, tergantung pilihan menu dan pesanan. Harga tersebut menjadikan warung ini pilihan bagi masyarakat yang ingin menikmati kuliner lokal tanpa harus mengeluarkan biaya besar.
Bagi Tut Lonto, mempertahankan harga yang masuk akal menjadi salah satu cara agar usahanya terus berjalan dan pelanggan tetap bisa menikmati sajian yang ditawarkan.
“Yang penting usaha tetap jalan. Kalau harga terlalu mahal, belum tentu ada yang membeli. Jadi, kami berusaha menyesuaikan dengan keadaan,” ujarnya.
Mengutamakan Kesegaran Bahan Baku
Dalam menjalankan usaha kuliner, Tut Lonto menekankan pentingnya menjaga kualitas bahan yang digunakan. Ia menyebut bakso dibuat dengan memperhatikan kesegaran bahan baku dan menghindari penggunaan bahan pengawet.
Baginya, kepercayaan pelanggan merupakan hal penting yang harus dijaga. Ia ingin makanan yang disajikan kepada pembeli memiliki kualitas yang layak untuk dikonsumsi.
Prinsip tersebut menjadi bagian dari upayanya mempertahankan pelanggan di tengah persaingan usaha kuliner yang semakin beragam.
Ia juga menyampaikan bahwa produksi dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan penjualan harian. Dalam wawancara, Tut Lonto mengatakan dagangannya dapat habis pada hari yang sama ketika permintaan pelanggan berjalan baik.
Bagi pelaku usaha kecil, menjaga kualitas produk dan mengelola jumlah produksi secara tepat merupakan langkah penting agar usaha dapat terus bertahan.
Memberdayakan Keluarga dan Pekerja
Usaha Bakso Balung Babi Beranak Tut Lonto juga menjadi sumber penghidupan bagi keluarga. Dalam menjalankan warungnya, ia dibantu oleh sekitar enam orang pekerja, termasuk anggota keluarga.
Sistem pembayaran upah dilakukan setiap hari dengan kisaran sekitar Rp70.000 per orang, disertai makan. Pola tersebut menjadi salah satu cara agar pekerja dapat membawa pulang penghasilan secara rutin.
Warung ini beroperasi setiap hari mulai pukul 09.00 hingga sekitar pukul 20.00 WITA.
Tut Lonto memperkirakan omzet kotor usaha berkisar Rp2,5 juta hingga Rp3 juta per hari, bergantung pada jumlah pelanggan dan penjualan. Namun, angka tersebut masih harus digunakan untuk memenuhi kebutuhan bahan baku, operasional, serta upah pekerja.
Ia mengaku tidak semata-mata mengejar keuntungan besar. Baginya, usaha yang terus berjalan dan mampu menghidupi keluarga serta pekerja merupakan hal yang tidak kalah penting.
Di balik semangkuk bakso yang disajikan, terdapat kerja keras untuk menjaga keberlangsungan usaha dan memenuhi kebutuhan keluarga.
Tidak Berambisi Membuka Banyak Cabang
Meski usahanya telah memiliki pelanggan dari luar lingkungan sekitar, Tut Lonto mengaku belum memiliki rencana khusus untuk membuka cabang baru.
Ia memilih berkonsentrasi mengelola warung yang sudah ada, menjaga kualitas sajian, serta mempertahankan pelanggan yang selama ini memberikan dukungan.
Baginya, keberhasilan usaha tidak selalu harus diukur dari banyaknya cabang. Kemampuan mempertahankan usaha agar tetap hidup, memberikan penghasilan, dan memenuhi kebutuhan keluarga juga menjadi pencapaian tersendiri.
Dengan empat orang anak yang masih membutuhkan perhatian dan biaya pendidikan, usaha kuliner ini menjadi bagian penting dalam menopang kehidupan keluarganya.
Berharap Kuliner Lokal Tetap Dicintai
Di tengah maraknya pilihan makanan modern dan beragam merek kuliner, Tut Lonto berharap masyarakat Bali tetap memberikan tempat bagi usaha kuliner lokal, termasuk bakso berbahan daging babi yang memiliki penggemarnya sendiri.
Ia ingin Bakso Balung Babi Beranak Tut Lonto terus dikenal karena cita rasanya dan tetap menjadi pilihan pelanggan yang menyukai hidangan tersebut.
Perjalanan dari gerobak kecil hingga memiliki warung dengan pelanggan yang terus berdatangan menjadi pengingat bahwa usaha sederhana dapat tumbuh melalui ketekunan, dukungan orang-orang terdekat, serta kepercayaan konsumen.
Bagi Tut Lonto, mempertahankan usaha bukan sekadar soal berjualan dan memperoleh keuntungan. Lebih dari itu, usaha ini merupakan kelanjutan tradisi keluarga sekaligus sumber penghidupan yang ingin terus dijaga.
Dari Jalan Gunung Merapi, Semarapura Kangin, ia terus meracik harapan dalam setiap sajian bakso yang disuguhkan kepada pelanggan.
Sebuah perjalanan usaha lokal yang memperlihatkan bahwa di balik semangkuk bakso, ada cerita tentang warisan keluarga, kerja keras, dan tekad sederhana untuk terus bertahan.
Bakso Balung Babi Beranak Tut Lonto berlokasi di Jalan Gunung Merapi, Semarapura Kangin, Klungkung. Warung buka pukul 09.00–20.00 WITA. Pencarian lokasi dapat dilakukan melalui Google Maps dengan kata kunci Bakso Beranak Tut Lonto.
Catatan redaksi: Harga, omzet, jumlah pekerja, dan keterangan bahan baku dalam berita ini berdasarkan wawancara dengan pemilik saat ditemui pada 19 Oktober 2026. (Tim)