Sebelum Difungsikan sebagai Puspem, Pemkab Gianyar Gelar Karya Rsigana hingga Tawur Balik Sumpah

Gianyar,BerandaBali.id – Pemerintah Kabupaten Gianyar menggelar rangkaian upacara yadnya di Padmasana Pusat Pemerintahan (Puspem) Kabupaten Gianyar, Senin (19/10/2026).

Upacara yang meliputi Rsigana, Mlaspas, Mendem Pedagingan, Ngenteg Linggih, hingga Tawur Balik Sumpah tersebut menjadi bagian penting dalam menyucikan kawasan Puspem secara niskala sebelum kompleks perkantoran itu difungsikan sebagai pusat pemerintahan Kabupaten Gianyar.

Rangkaian karya ini menjadi wujud pelaksanaan tradisi dan keyakinan umat Hindu Bali dalam mempersiapkan suatu bangunan atau kawasan agar memiliki keharmonisan secara sekala dan niskala. Terlebih, Puspem Gianyar akan menjadi pusat aktivitas pemerintahan sekaligus tempat berlangsungnya berbagai kegiatan pelayanan kepada masyarakat.

Bupati Gianyar I Made Mahayastra hadir dan turut melaksanakan prosesi Mendem Pedagingan di Padmasana Puspem Gianyar. Turut hadir Wakil Bupati Gianyar Anak Agung Gde Mayun, Sekretaris Daerah Kabupaten Gianyar I Gusti Bagus Adi Widhya Utama, pimpinan perangkat daerah beserta jajaran, Ketua dan anggota DPRD Kabupaten Gianyar, serta para kepala desa dan bendesa se-Kabupaten Gianyar.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Kabupaten Gianyar, I Kadek Arnata, menjelaskan bahwa rangkaian upacara tersebut merupakan bagian penting dari tradisi umat Hindu sebelum suatu tempat mulai ditempati dan dimanfaatkan, khususnya bangunan yang memiliki fungsi strategis bagi kepentingan publik.

“Sebagai umat Hindu, sebelum suatu tempat mulai ditempati dan dimanfaatkan, terlebih dahulu dilaksanakan upacara penyucian secara niskala. Karena Puspem ini akan menjadi pusat aktivitas pemerintahan, maka dilaksanakan upacara dengan tingkatan yang lebih besar, yakni Tawur Balik Sumpah dan Tawur Rsigana, dilengkapi dengan Padudusan Alit serta Mendem Pedagingan,” jelas Arnata.

Menurutnya, rangkaian upacara ini bertujuan menetralisasi hal-hal negatif secara niskala yang diyakini mungkin ada selama proses pembangunan. Melalui pelaksanaan karya tersebut, kawasan Puspem diharapkan menjadi tempat yang suci, harmonis, dan memberikan kenyamanan bagi Bupati Gianyar beserta seluruh jajaran dalam menjalankan tugas pemerintahan.

READ  Empat Orang Terjebak di Perairan Benoa Akibat Mesin Jukung Mati

Rangkaian Karya Berlangsung hingga 24 Oktober

Pelaksanaan karya di Padmasana Puspem Gianyar telah dimulai sejak Jumat (16/10/2026), diawali dengan upacara Nuasen, Ngunggahan Sunari, dan Ngetegan.

Rangkaian kemudian berlanjut pada Sabtu (17/10) melalui prosesi Ngingsah dan Nyangling. Sehari berikutnya, Minggu (18/10), dilaksanakan Mendak Tirta dari Kahyangan Tiga dan Kahyangan Jagat.

Senin (19/10) menjadi salah satu tahapan utama dengan digelarnya upacara Rsigana, Mlaspas, Mendem Pedagingan, Ngenteg Linggih, dan Tawur Balik Sumpah di Padmasana Puspem Kabupaten Gianyar.

Selanjutnya, pada Selasa (20/10), akan dilaksanakan prosesi Mendak Ida Bhatara dari kantor Bupati Gianyar yang lama untuk kemudian diistanakan di Puspem. Pada hari yang sama, juga dijadwalkan prosesi pralina pada Padmasana di kantor bupati lama.

Rangkaian karya dilanjutkan dengan puncak piodalan pada Rabu (21/10), kemudian ditutup melalui upacara Nyineb pada Sabtu (24/10).

Dipuput Sulinggih, Mengedepankan Keharmonisan Sekala-Niskala

Seluruh rangkaian karya dipuput oleh para sulinggih dan pemangku sesuai tugas masing-masing. Yajamana karya adalah Ida Pedanda Gede Made Putra Kekeran dari Griya Kekeran, Blahbatuh; Ida Pedanda Made Dharma Kerti dari Griya Budha Saraswati, Batuan; serta Ida Jro Gede Bhujangga Giri Hari Bhawana dari Jero Gede Sengguan, Banjar Kebalian, Sukawati.

Sementara itu, puncak karya dipuput oleh Ida Pedanda Gede Made Jelantik Adnyana dari Griya Tegal, Celuk, Sukawati.

Pelaksanaan rangkaian upacara ini menegaskan bahwa persiapan Puspem Gianyar tidak hanya berorientasi pada kesiapan fisik bangunan dan kelengkapan administrasi, tetapi juga memperhatikan nilai-nilai adat, budaya, dan spiritual yang hidup di tengah masyarakat Bali.

Pemkab Gianyar berharap, melalui rangkaian karya tersebut, Puspem dapat menjadi lingkungan kerja yang aman, nyaman, harmonis, dan kondusif bagi seluruh jajaran pemerintah daerah. Dengan demikian, pusat pemerintahan ini diharapkan mampu mendukung optimalisasi penyelenggaraan pemerintahan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat Gianyar. (Tim)

READ  Dukung  penuh Tut Lengoh, Program “Satu Rumah Satu Sapi” Mantan Bendesa Adat Tulikup Kelod Dinilai Bisa Perkuat Ekonomi Warga Tulikup 

Populer

Gede Harja Astawa Soroti Kemacetan Jalan Gajah Mada, Minta Proyek Dipercepat: Tambah Tenaga Kerja atau Lembur!

HUT Ke-47 Sekaa Teruna Putra Laksana, Wabup Bagus Alit Sucipta Beri Apresiasi Pemuda Banjar Bersih, Darmasaba

Wabup Dirga Ajak Generasi Muda Jaga Kesehatan, Jauhi Narkoba, dan Peduli Sesama

Kapolsek Kuta Edukasi Pelajar tentang Bahaya Bullying dan Tertib Berlalu Lintas

Kiprah Arya Bagiastra Dari Mengawal Hukum Adat Bali hingga Tata Kelola Apartemen Jakarta, Mantapkan Langkahnya di Dunia Profesional

Terbaru

Gede Harja Astawa Soroti Kemacetan Jalan Gajah Mada, Minta Proyek Dipercepat: Tambah Tenaga Kerja atau Lembur!

HUT Ke-47 Sekaa Teruna Putra Laksana, Wabup Bagus Alit Sucipta Beri Apresiasi Pemuda Banjar Bersih, Darmasaba

Wabup Dirga Ajak Generasi Muda Jaga Kesehatan, Jauhi Narkoba, dan Peduli Sesama

Kapolsek Kuta Edukasi Pelajar tentang Bahaya Bullying dan Tertib Berlalu Lintas

Kiprah Arya Bagiastra Dari Mengawal Hukum Adat Bali hingga Tata Kelola Apartemen Jakarta, Mantapkan Langkahnya di Dunia Profesional