Gianyar, BerandaBali. Id– Dukungan terhadap bakal calon Perbekel Desa Tulikup, Dr. drh. I Ketut Gede Nata Kesuma, M.M.A., atau yang akrab disapa Tut Lengoh, terus mengalir dari berbagai tokoh masyarakat. Kali ini, dukungan datang dari Ir. Ketut Wita Wiradnya, mantan Bendesa Adat Tulikup Kelod yang dikenal memiliki pengalaman panjang dalam mengabdi dan memimpin desa adat selama dua periode.
Dukungan tersebut bukan semata-mata karena kedekatan personal, tetapi juga karena adanya kesamaan pandangan terhadap arah pembangunan Desa Tulikup ke depan, khususnya dalam memperkuat ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.
Salah satu program Tut Lengoh yang mendapat perhatian adalah “Satu Rumah Satu Sapi”, sebuah gagasan yang diarahkan untuk mendorong kemandirian ekonomi keluarga melalui pengembangan sektor peternakan.
Menurut Ketut Wita Wiradnya, program tersebut layak mendapat dukungan karena menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Peternakan, apabila dikelola secara baik dan berkelanjutan, bukan hanya menjadi aktivitas tambahan, tetapi dapat berkembang menjadi sumber pendapatan keluarga.
“Program satu rumah satu sapi ini sangat bagus kalau benar-benar dikawal dan dilaksanakan dengan baik. Ini bisa menjadi salah satu jalan untuk membantu meningkatkan ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Ia menilai, Desa Tulikup memiliki potensi yang dapat dikembangkan untuk mendukung program tersebut. Karena itu, diperlukan seorang pemimpin desa yang mampu melihat potensi masyarakat sekaligus menerjemahkannya menjadi program yang konkret.
Bukan Sekadar Sapi, Tetapi Investasi Ekonomi Keluarga
Program Satu Rumah Satu Sapi yang diusung Tut Lengoh tidak semata-mata dimaknai sebagai pemberian atau kepemilikan ternak. Lebih jauh, program ini dapat diarahkan menjadi investasi produktif bagi keluarga.
Dengan pola pembinaan yang tepat, masyarakat dapat memperoleh manfaat dari pengembangan ternak, mulai dari pemeliharaan, pengembangbiakan hingga peningkatan nilai ekonomi hasil peternakan.
Gagasan tersebut juga sejalan dengan visi Tut Lengoh yang mengedepankan pembangunan desa yang bertumpu pada kesejahteraan masyarakat.
Sebelumnya, Tut Lengoh menyampaikan bahwa program tersebut menjadi salah satu gagasan yang ingin didorong melalui sinergi pemerintah desa dengan masyarakat maupun pihak swasta. Konsepnya adalah membuka peluang agar masyarakat memiliki aset produktif yang dapat berkembang dari waktu ke waktu.
Dukungan dari tokoh seperti Ketut Wita Wiradnya menjadi penting karena pengalaman panjangnya di tengah masyarakat membuatnya memahami karakter, kebutuhan, sekaligus potensi Desa Tulikup.
Pengalaman Dua Periode Jadi Modal Memberikan Pandangan
Sebagai mantan Bendesa Adat Tulikup Kelod selama dua periode, Ketut Wita Wiradnya memiliki pengalaman dalam mengelola kehidupan masyarakat adat serta memahami dinamika pembangunan di tingkat desa.
Pengalaman tersebut membuat dirinya melihat bahwa pembangunan desa tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan fisik. Program yang menyentuh langsung kehidupan ekonomi masyarakat juga harus menjadi perhatian.
Karena itu, ia berharap siapa pun yang nantinya dipercaya memimpin Desa Tulikup mampu menjaga komunikasi dengan masyarakat, memperkuat sinergi dengan desa adat, serta menghadirkan program yang benar-benar dapat dirasakan manfaatnya.
Dukungan terhadap Tut Lengoh pun diharapkan menjadi bagian dari proses demokrasi desa yang berlangsung secara sehat, damai, dan bermartabat.
Tut Lengoh sendiri maju sebagai calon Perbekel Desa Tulikup nomor urut 3. Ia membawa semangat JAS – Maju, Harmoni, Jaya, dan Sejahtera, dengan slogan JEMET, ANTENG, SEKEN.
Program “Satu Rumah Satu Sapi” menjadi salah satu gagasan yang menarik perhatian karena menawarkan pendekatan pembangunan ekonomi yang langsung menyentuh rumah tangga masyarakat.
Bagi masyarakat Tulikup, gagasan tersebut bukan hanya berbicara mengenai ternak, tetapi tentang bagaimana sebuah rumah tangga dapat memiliki aset produktif, meningkatkan pendapatan, dan secara perlahan membangun kemandirian ekonomi.
Di tengah dinamika Pemilihan Perbekel Desa Tulikup, dukungan dari tokoh masyarakat seperti Ketut Wita Wiradnya semakin memperlihatkan bahwa gagasan dan program konkret menjadi salah satu pertimbangan penting masyarakat dalam menentukan pilihan.
Kini, masyarakat Tulikup tinggal menilai siapa sosok yang dianggap mampu membawa desa tersebut bergerak lebih maju, tetap harmonis, serta menghadirkan kesejahteraan yang benar-benar dirasakan hingga tingkat keluarga. (Tim)