Desa Adat Jadi Pilar Utama, Ngakan Nyoman Kencana Bawa Semangat Tusan Era BARU

Klungkung, BerandaBali.id – Penguatan Desa Adat menjadi salah satu perhatian utama yang diusung Ngakan Nyoman Kencana, S.H., dalam visi dan misi pencalonannya sebagai Calon Perbekel Desa Tusan. Ia menawarkan gagasan membangun Desa Tusan melalui pemerintahan yang berintegritas, terbuka, responsif, sekaligus mampu mendorong kemajuan ekonomi dan kehidupan sosial budaya masyarakat.

Gagasan tersebut terangkum dalam visi “Menuju Desa Tusan Era BARU (Berintegritas, Aman, Responsif, dan Unggul)”. Visi ini menempatkan pembangunan desa bukan semata-mata pada pembangunan fisik, tetapi juga pada penguatan tata kelola pemerintahan, pemberdayaan masyarakat, pelestarian budaya serta sinergi antara Desa Dinas dan Desa Adat.

Salah satu poin penting yang menjadi perhatian Kencana adalah membuka ruang dialog dan musyawarah yang lebih luas antara Pemerintah Desa dengan BPD, Desa Adat, tokoh agama, tokoh adat, serta seluruh lapisan masyarakat.

Gagasan tersebut juga didukung oleh pengalaman Kencana dalam berbagai organisasi dan kelembagaan masyarakat Desa Tusan. Ia pernah dipercaya menjadi Ketua Seke Teruna Kertha Mandala Banjar Kangin, Desa Tusan, selama dua periode, yakni 1994–1996 dan 1996–1998. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan pengabdiannya dalam kehidupan sosial dan kemasyarakatan desa sejak usia muda.

Kencana juga pernah menjadi anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Tusan selama dua periode, yakni 2007–2012 dan 2012–2017. Selain itu, ia pernah dipercaya menjalankan amanah sebagai Bendahara Banjar Kangin, Desa Tusan. Rekam jejak tersebut memperlihatkan keterlibatannya dalam berbagai ruang pengabdian masyarakat sekaligus kedekatannya dengan dinamika pemerintahan desa, adat dan kehidupan sosial warga.

Menurutnya, Desa Dinas dan Desa Adat memiliki peran yang saling melengkapi dalam menjaga keseimbangan kehidupan masyarakat. Karena itu, komunikasi dan kolaborasi harus terus diperkuat agar setiap kebijakan pembangunan desa dapat berjalan selaras dengan kebutuhan masyarakat sekaligus tetap menghormati nilai-nilai adat dan budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun.

READ  Perkuat Sinergi Pariwisata, Bupati Badung dan Bupati Wakatobi Sepakat Dorong Kunjungan Wisatawan

“Pembangunan desa harus dibangun bersama. Pemerintah desa, Desa Adat, BPD, tokoh masyarakat dan seluruh warga harus memiliki ruang untuk menyampaikan aspirasi, berdiskusi dan mencari solusi bersama,” demikian semangat yang tertuang dalam visi-misinya.

Penguatan Desa Adat juga diarahkan melalui upaya menumbuhkan kembali semangat gotong royong, kepedulian sosial dan pelestarian budaya lokal. Bagi Kencana, kemajuan desa tidak boleh membuat masyarakat kehilangan akar budaya dan nilai kebersamaan.

Karena itu, kegiatan kemasyarakatan dan kebudayaan diharapkan dapat terus hidup dan berkembang sebagai kekuatan sosial Desa Tusan.

Selain itu, potensi budaya yang dimiliki Desa Tusan juga dipandang dapat dikembangkan menjadi bagian dari sektor pariwisata. Kencana menawarkan pengembangan potensi wisata budaya dan agrowisata melalui penyusunan kajian master plan destinasi pariwisata sehingga pengembangannya memiliki arah yang jelas dan tetap memperhatikan karakter serta kearifan lokal desa.

Gagasan penguatan Desa Adat juga bersentuhan langsung dengan aspek ekonomi masyarakat. Salah satu agenda yang ditawarkan adalah mendorong Desa Adat Tusan untuk merelokasi puskesmas ke lokasi lain, sehingga kawasan yang ada dapat dipertimbangkan untuk pengembangan pasar adat.

Pasar adat diharapkan tidak hanya menjadi ruang transaksi ekonomi, tetapi juga dapat menjadi pusat aktivitas masyarakat dan ruang tumbuhnya pelaku UMKM serta usaha lokal.

Dalam konteks ini, Kencana juga ingin mengoptimalkan peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai mitra strategis dalam mengembangkan UMKM dan pelaku usaha perdagangan.

Dengan kolaborasi antara pemerintah desa, Desa Adat, BUMDes dan masyarakat, aktivitas ekonomi diharapkan dapat tumbuh lebih kuat sekaligus memberikan manfaat yang lebih luas bagi warga Desa Tusan.

Visi Tusan Era BARU juga menempatkan reformasi tata kelola pemerintahan sebagai fondasi pembangunan. Kencana menawarkan pemerintahan desa yang transparan, bersih dan akuntabel, antara lain melalui keterbukaan informasi publik dan digitalisasi pelayanan.

READ  Calon Kades desa Sayan Kesumawijaya Bidik Sayan Bersinar, Lahan Pertanian Tak Boleh Kalah oleh Beton

Profesionalisme serta kedisiplinan perangkat desa juga menjadi bagian penting dari misinya. Pelayanan kepada masyarakat diharapkan dapat berlangsung cepat, tepat dan tidak membeda-bedakan warga.

Keterbukaan tersebut dinilai penting untuk membangun kembali kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah desa.

Kencana juga menekankan pentingnya penyaluran bantuan pemerintah secara objektif, tepat sasaran dan bebas dari kepentingan pribadi. Prinsip keadilan sosial menjadi salah satu dasar agar program pembangunan benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan.

Di sektor pembangunan, percepatan perbaikan jalan desa dan jaringan irigasi menjadi salah satu agenda utama. Infrastruktur yang baik dinilai penting untuk memperlancar mobilitas warga, distribusi hasil pertanian dan aktivitas ekonomi masyarakat.

Sementara di sektor pertanian, Kencana menawarkan modernisasi melalui penyediaan dan penyaluran sarana pertanian serta kemudahan akses terhadap pupuk.

Di bidang lingkungan, ia juga mendorong optimalisasi TPS 3R. Sampah organik dan nonorganik diharapkan dapat dipilah sejak awal sehingga memiliki nilai ekonomi. Sampah yang masih memiliki nilai jual dapat dikonversi menjadi sumber pendapatan, sementara sampah organik dapat diolah menjadi kompos untuk mendukung kesuburan tanah dan pertanian masyarakat.

Rangkaian visi dan misi tersebut menunjukkan bahwa konsep Tusan Era BARU tidak hanya berbicara tentang perubahan pemerintahan, tetapi juga bagaimana seluruh kekuatan desa dapat bergerak secara bersama-sama.

Penguatan Desa Adat, pelestarian budaya, pemberdayaan ekonomi, pelayanan publik, pembangunan infrastruktur, pertanian dan kepedulian lingkungan ditempatkan sebagai bagian yang saling berkaitan dalam membangun Desa Tusan.

Dengan semangat Berintegritas, Aman, Responsif dan Unggul, Ngakan Nyoman Kencana menawarkan arah pembangunan yang menempatkan masyarakat sebagai bagian penting dalam setiap proses pengambilan keputusan.

Baginya, desa yang maju bukan hanya desa dengan infrastruktur yang baik, tetapi desa yang mampu menjaga adat dan budaya, memperkuat persatuan masyarakat, menciptakan pelayanan yang adil serta membuka ruang ekonomi bagi seluruh warganya.

READ  Djarum Raih Nomer Urut 3, siap Bawa Gagasan Perubahan untuk Desa Bona: Dari Tata Kelola Keuangan hingga Membuka Jalan Kerja bagi Generasi Muda

Visi dan misi tersebut disampaikan Ngakan Nyoman Kencana, S.H., pada 5 Agustus 2026, sebagai bagian dari gagasan dan komitmennya dalam kontestasi pemilihan Perbekel Desa Tusan. (TBB)

Populer

Dari Supir Trek dan Warisan Keluarga, Bakso Balung Babi Beranak Tut Lonto Jadi Buruan Pecinta Kuliner di Bali 

Selama 37 Tahun Menekuni Aktuaria dan Hukum, Arya Bagiastra Bawa Perspektif Profesional dalam Tata Kelola PPPSRS

Mamaka Fun Run Vol. 3: Lari Lebih Besar, Komunitas Lebih Besar, Tujuan Lebih Besar

Lansia Terperosok ke Jurang Dalam di Karangasem Berhasil Dievakuasi

Pemkab Badung Berpartisipasi dalam Colours of Cultures Festival Ke-10

Terbaru

Dari Supir Trek dan Warisan Keluarga, Bakso Balung Babi Beranak Tut Lonto Jadi Buruan Pecinta Kuliner di Bali 

Selama 37 Tahun Menekuni Aktuaria dan Hukum, Arya Bagiastra Bawa Perspektif Profesional dalam Tata Kelola PPPSRS

Mamaka Fun Run Vol. 3: Lari Lebih Besar, Komunitas Lebih Besar, Tujuan Lebih Besar

Lansia Terperosok ke Jurang Dalam di Karangasem Berhasil Dievakuasi

Pemkab Badung Berpartisipasi dalam Colours of Cultures Festival Ke-10