Gianyar, BerandaBali.id – Tahapan Pemilihan Perbekel (Pilkel) Desa Kenderan, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar, Tahun 2026 memasuki fase penting. Dua calon yang akan berkompetisi memperebutkan kepercayaan masyarakat untuk memimpin Desa Kenderan periode 2026–2034 sama-sama menunjukkan komitmen untuk menjaga pesta demokrasi tetap berlangsung aman, damai dan bermartabat.
I Dewa Gede Jaya Kesuma (DJK) dan I Made Darmawan, calon Perbekel nomor urut 2, memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan Deklarasi Damai Pilkel. Keduanya menilai deklarasi tersebut menjadi momentum penting untuk menyatukan komitmen seluruh peserta Pilkel agar kompetisi politik di tingkat desa tidak berubah menjadi konflik sosial.
Bagi kedua calon, perbedaan pilihan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari demokrasi. Namun, perbedaan tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk memutus hubungan persaudaraan di tengah masyarakat.
Deklarasi Damai juga dinilai sejalan dengan harapan Pemerintah Kabupaten Gianyar agar seluruh tahapan Pilkel berlangsung secara demokratis, jujur, tertib dan mengedepankan kebersamaan.
DJK: Demokrasi Harus Tetap Menjaga Persaudaraan
I Dewa Gede Jaya Kesuma (DJK) menilai Deklarasi Damai merupakan langkah positif dalam menciptakan suasana Pilkel yang kondusif. Menurutnya, setiap calon memiliki hak untuk menawarkan visi, misi dan program kepada masyarakat, sementara keputusan akhir sepenuhnya berada di tangan pemilih.
Ia menekankan pentingnya seluruh kandidat dan pendukung menjaga suasana tetap sejuk selama proses Pilkel berlangsung.
Baginya, kompetisi politik seharusnya menjadi ruang untuk menunjukkan gagasan terbaik dalam membangun Desa Kenderan, bukan menjadi arena untuk saling menjatuhkan.
DJK juga mengajak masyarakat menggunakan hak pilih secara bijaksana dan tetap menjaga hubungan baik meskipun memiliki pilihan politik yang berbeda.
Menurutnya, siapapun yang nantinya mendapatkan kepercayaan masyarakat harus mampu menjadi pemimpin bagi seluruh warga Kenderan, bukan hanya bagi kelompok atau pendukungnya.
I Made Darmawan: Deklarasi Damai Sangat Positif
Sementara itu, I Made Darmawan, calon Perbekel Desa Kenderan nomor urut 2, juga menyampaikan apresiasi terhadap Deklarasi Damai tersebut.
“Deklarasi damai ini bagus sekali. Biar suasana pemilihan berjalan dengan damai seperti harapan kita bersama. Proses demokrasi ini harus berjalan baik dan lancar,” ujar Darmawan.
Menurutnya, Pilkel bukan hanya momentum memilih seorang pemimpin, tetapi sekaligus menjadi pendidikan politik bagi masyarakat.
Karena itu, ia berharap seluruh proses demokrasi di Desa Kenderan dapat berlangsung dengan mengedepankan prinsip damai, jujur dan kebersamaan.
“Biarkan masyarakat yang menilai siapa pilihan mereka. Kita harus menghargai pilihan masyarakat. Itu yang terbaik bagi masyarakat dan bagi kita semua,” tegasnya.
Sepakat Hindari Black Campaign
Darmawan juga menegaskan pentingnya menghindari kampanye hitam atau black campaign dalam Pilkel Kenderan.
Menurutnya, kampanye negatif yang menyerang pribadi calon berpotensi menimbulkan perpecahan karena informasi yang disampaikan belum tentu sesuai dengan fakta.
“Black campaign itu harus kita hindari karena ada unsur subjektivitas. Belum tentu apa yang dikampanyekan secara negatif itu sesuai dengan kenyataannya,” katanya.
Ia berharap seluruh calon lebih mengedepankan adu visi, gagasan dan program.
“Mari kita bertarung secara positif. Kita adu visi dan gagasan, bagaimana kita bisa merangkul masyarakat dan memahami keinginan masyarakat,” ujarnya.
Siap Menang dan Siap Kalah
Dalam semangat demokrasi tersebut, Darmawan juga menegaskan kesiapan menerima apapun hasil Pilkel.
“Kami dari awal sudah mempersiapkan diri, baik secara mental maupun lainnya. Kami siap menang dan siap kalah,” katanya.
Menurutnya, kesiapan menerima kemenangan maupun kekalahan merupakan bagian penting dari kedewasaan dalam berdemokrasi.
Sikap tersebut juga sejalan dengan semangat Deklarasi Damai, bahwa persaingan selama tahapan Pilkel tidak boleh menghilangkan rasa kekeluargaan di antara calon maupun masyarakat.
Setelah Pilkel, Kenderan Tetap Satu Keluarga
Baik DJK maupun I Made Darmawan sama-sama mengingatkan bahwa kontestasi Pilkel memiliki batas waktu, sementara persaudaraan masyarakat Desa Kenderan harus dijaga untuk selamanya.
Karena itu, perbedaan pilihan politik diharapkan tidak berkembang menjadi konflik antarkeluarga, antarkelompok maupun antarmasyarakat.
Siapapun yang nantinya terpilih akan menghadapi tanggung jawab besar untuk membangun Desa Kenderan periode 2026–2034. Karena itu, dukungan seluruh masyarakat tetap dibutuhkan setelah proses pemilihan berakhir.
Darmawan pun mengajak masyarakat menyambut Pilkel dengan hati gembira dan penuh kasih sayang.
“Jangan saling menjatuhkan, jangan saling mencaci. Mari dukung sesuai hati nurani. Lihat figurnya dan bagaimana dia bisa membangun Desa Kenderan ke depan,” pesannya.
Deklarasi Damai Jadi Komitmen Bersama
Deklarasi Damai Pilkel Kenderan akhirnya tidak sekadar menjadi agenda seremonial. Momentum tersebut menjadi penegasan bahwa persaingan politik di tingkat desa harus tetap berada dalam koridor demokrasi yang sehat.
DJK dan I Made Darmawan sama-sama menempatkan kepentingan masyarakat dan keutuhan Desa Kenderan sebagai hal yang lebih utama dibandingkan kepentingan politik sesaat.
Sebab, siapapun yang nantinya keluar sebagai pemenang, tantangan berikutnya tetap sama: bagaimana membangun Desa Kenderan agar semakin maju, sejahtera, harmonis dan mampu menjawab harapan masyarakat selama periode 2026–2034.
Dengan semangat beda pilihan, tetap bersaudara, Pilkel Kenderan diharapkan menjadi pesta demokrasi yang bukan hanya menghasilkan pemimpin, tetapi juga memperkuat persatuan masyarakat desa. (TBB)