Dari Paruman Sulinggih untuk Bali: FORGAS Bali Dorong Kalender Wariga 2027 Jadi Pegangan Desa Adat”

Denpasar, BerandaBali.id –  Upaya memperkuat pelestarian adat, tradisi dan budaya Bali terus mendapat perhatian dari berbagai elemen masyarakat.

Salah satunya melalui penyamaan persepsi terkait wariga dan penentuan dewasa yang menjadi bagian penting dalam kehidupan adat masyarakat Bali.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah Forum Gerakan Adat Senusantara (DPD FORGAS) Provinsi Bali, Dr. Drs. Kadek Arya Bagiastra, S.E., S.H., M.H., M.M., MBA., FSAI., AAIJ., AMRP., CLA., CTA., CIAC, didampingi Sekretaris DPD FORGAS Bali Prof. Dr. Dra. Ni Ketut Srie Kusuma Wardani, M. Pd turut menghadiri undangan paruman sulinggih yang membahas persoalan tersebut. Pada Rabu, 23/9/2026 di Kantor Gubernur

Dalam paruman tersebut, para sulinggih dari berbagai wilayah di Bali diberikan kesempatan untuk menyampaikan pandangan, masukan dan hasil pembahasan mengenai sejumlah hal yang berkaitan dengan kehidupan manusia, dewa dan alam atau lingkungan, yang menjadi bagian tidak terpisahkan dari tatanan kehidupan masyarakat Bali.

Masukan dari masing-masing kabupaten/kota kemudian dihimpun untuk mendapatkan sebuah kesepahaman bersama.

Dari pembahasan tersebut, muncul kesepakatan agar hasil paruman tersebut ditindaklanjuti dan dituangkan dalam sebuah kalender Bali yang akan digunakan untuk tahun 2027.

Kadek Arya Bagiastra menjelaskan, pembahasan tersebut tidak semata-mata berbicara mengenai kalender, tetapi juga menyangkut keberlanjutan tradisi adat dan budaya Bali, khususnya wariga dan dewasa.

“Ini bukan menggeser apa yang sudah ada, tetapi mengembalikan kepada warisan leluhur yang sudah diwariskan secara turun-temurun,” ungkapnya.

Salah satu hal yang turut menjadi perhatian dalam pembahasan adalah pelaksanaan Hari Raya Nyepi Tahun 2027. Menurutnya, pembahasan mengenai penentuan tersebut harus ditempatkan dalam kerangka mengembalikan tradisi dan warisan leluhur, sekaligus membangun kesamaan persepsi di seluruh Bali.

Dengan adanya kesepakatan dari para sulinggih dan perwakilan wilayah, hasil pembahasan selanjutnya akan ditindaklanjuti untuk dituangkan dalam kalender Bali tahun 2027.

READ  Dari Dharma Gita hingga Video Kreatif, Utsawa Jnananing Sad Dharma III Cetak Generasi Hindu Berkarakter

Kalender tersebut diharapkan tidak sekadar menjadi penanggalan, tetapi juga dapat menjadi salah satu pegangan dalam menjalankan berbagai kegiatan adat dan keagamaan masyarakat Bali.

Sembilan Kabupaten/Kota Jadi Dasar Penyamaan Persepsi

Dalam proses pembahasan, pandangan dan masukan dari kabupaten/kota di Bali menjadi bagian penting.

Berbagai pendapat yang disampaikan kemudian dikumpulkan dan dibahas untuk mendapatkan satu pemahaman bersama.

Kadek Arya menilai, kesamaan persepsi tersebut penting agar tidak terjadi perbedaan pemahaman dalam pelaksanaan tradisi adat dan budaya Bali.

“Sudah lengkap, semuanya sudah satu pemikiran dan satu pandangan,” ujarnya.

Menurutnya, hasil kesepakatan tersebut nantinya menjadi dasar dalam penyusunan kalender Bali 2027 yang diharapkan dapat disebarluaskan hingga ke desa-desa adat di seluruh Bali.

Penerbitan kalender tersebut juga direncanakan mendapat dukungan pembiayaan dari Pemerintah Provinsi Bali. Mengenai mekanisme distribusi kepada masyarakat, ia menyebut teknisnya masih menunggu proses lebih lanjut.

FORGAS: Tradisi Harus Dijaga, Bukan Sekadar Diingat

Sebagai organisasi yang bergerak dalam penguatan adat dan budaya, FORGAS Bali menyatakan mendukung langkah penyamaan persepsi tersebut.

Kadek Arya menegaskan, adat dan budaya merupakan bagian penting dari identitas masyarakat Bali yang harus terus dirawat dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Menurutnya, keberadaan adat tidak hanya menyangkut umat Hindu, tetapi juga kehidupan masyarakat Bali secara keseluruhan.

Prinsip hidup bermasyarakat harus tetap menjunjung penghormatan terhadap tempat dan lingkungan sosial tempat seseorang berada.

“Di mana tanah dipijak, di situlah langit dijunjung,” katanya.

Ia berharap, penyusunan kalender Bali 2027 tersebut dapat menjadi momentum untuk memperkuat kembali pemahaman masyarakat terhadap warisan adat dan budaya Bali.

Lebih jauh, ia berharap berbagai tradisi yang berkaitan dengan wariga, dewasa dan tata kehidupan adat dapat menjadi pegangan bersama, termasuk bagi desa adat dalam menjalankan berbagai kegiatan kemasyarakatan.

READ  Ketut Gede Kesumawijaya  Calon Kades sayan Bentuk Tekwondo Sayan untuk Cetak Generasi Muda Berprestasi

“Harapannya, dengan adanya penerbitan ini, berbagai hal yang berkaitan dengan tradisi dan kehidupan masyarakat mudah-mudahan dapat membuat Bali menjadi lebih kuat dan semakin kokoh,” ujarnya.

Menurutnya, apabila hasil kesepakatan tersebut nantinya dapat diterapkan secara baik hingga ke tingkat desa adat, maka desa adat memiliki pegangan yang lebih jelas dalam menjaga serta meneruskan tradisi adat dan budaya.

“Ini bukan sekadar membuat kalender. Ini bagian dari upaya mengembalikan tradisi adat dan budaya yang sudah diwariskan leluhur secara turun-temurun,” tegasnya.

Penyusunan kalender Bali 2027 pun diharapkan menjadi jembatan antara warisan leluhur dengan kehidupan masyarakat Bali masa kini, sehingga tradisi tidak berhenti sebagai pengetahuan sejarah, melainkan tetap hidup dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sehari-hari. (Tim)

Populer

Dari Supir Trek dan Warisan Keluarga, Bakso Balung Babi Beranak Tut Lonto Jadi Buruan Pecinta Kuliner di Bali 

Selama 37 Tahun Menekuni Aktuaria dan Hukum, Arya Bagiastra Bawa Perspektif Profesional dalam Tata Kelola PPPSRS

Mamaka Fun Run Vol. 3: Lari Lebih Besar, Komunitas Lebih Besar, Tujuan Lebih Besar

Lansia Terperosok ke Jurang Dalam di Karangasem Berhasil Dievakuasi

Pemkab Badung Berpartisipasi dalam Colours of Cultures Festival Ke-10

Terbaru

Dari Supir Trek dan Warisan Keluarga, Bakso Balung Babi Beranak Tut Lonto Jadi Buruan Pecinta Kuliner di Bali 

Selama 37 Tahun Menekuni Aktuaria dan Hukum, Arya Bagiastra Bawa Perspektif Profesional dalam Tata Kelola PPPSRS

Mamaka Fun Run Vol. 3: Lari Lebih Besar, Komunitas Lebih Besar, Tujuan Lebih Besar

Lansia Terperosok ke Jurang Dalam di Karangasem Berhasil Dievakuasi

Pemkab Badung Berpartisipasi dalam Colours of Cultures Festival Ke-10