Dikritik Pelaku Pariwisata, I Made Darmawan Tegaskan: Pemimpin Harus Terbuka dan Tak Anti Kritik

Gianyar, BerandaBali.id -Kontestasi Pemilihan Perbekel Desa Kenderan, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar, periode 2026–2034, tidak hanya menjadi ruang adu gagasan dan visi-misi para calon, tetapi juga menjadi momentum bagi masyarakat untuk menyampaikan harapan, kritik, serta masukan terkait arah pembangunan desa ke depan.

Salah satu sorotan datang dari pelaku pariwisata Desa Kenderan, Drs. I Wayan Dumya, yang memberikan sejumlah catatan terhadap gagasan pembangunan desa, khususnya menyangkut pengembangan pariwisata, pengelolaan sampah, serta sinergitas antara desa dinas dan desa adat.

Menanggapi kritik tersebut, calon Perbekel Desa Kenderan, I Made Darmawan, justru menyambutnya secara positif. Ia menilai kritik dan masukan dari masyarakat merupakan bagian penting dalam proses membangun desa, terlebih bagi dirinya yang hadir sebagai kandidat yang ingin menawarkan pembaruan dalam tata kelola pemerintahan desa.

“Saya secara pribadi mengapresiasi dan berterima kasih kepada salah satu pelaku pariwisata yang juga merupakan warga kami di Desa Kenderan, yang telah menyampaikan kritik dan masukan terhadap visi-misi kami,” jelasnya, Sabtu,(22/8/2026) di Gianyar.

Menurutnya, kritik yang disampaikan tidak semestinya dipandang sebagai sesuatu yang harus dihindari. Sebaliknya, masukan konstruktif tersebut dapat menjadi bahan evaluasi sekaligus tambahan referensi dalam menyusun strategi pembangunan Desa Kenderan apabila nantinya masyarakat memberikan kepercayaan kepadanya untuk mengemban amanah sebagai Perbekel.

“Bagi kami, masukan seperti ini adalah sesuatu yang luar biasa. Sebagai pendatang baru dalam kontestasi ini, tentu kami membutuhkan data, membutuhkan informasi dan masukan dari masyarakat. Apapun bentuknya, apakah kritik maupun saran, akan kami tampung dan kami olah menjadi bahan untuk menentukan langkah ke depan,” paparnya.

Dirinya mengakui bahwa sektor pariwisata merupakan salah satu potensi penting yang dimiliki Desa Kenderan. Karena itu, pengembangannya tidak boleh dilakukan hanya berdasarkan asumsi, tetapi harus diawali dengan pemetaan potensi dan persoalan secara menyeluruh.

READ  Ketut Gede Kesumawijaya  Calon Kades sayan Bentuk Tekwondo Sayan untuk Cetak Generasi Muda Berprestasi

Dirinya menyebut, kritik I Wayan Dumya mengenai pentingnya menjadikan prestasi Desa Wisata Kenderan sebagai pijakan pembangunan ke depan merupakan masukan yang patut diperhatikan.

Menurut Ia, setiap capaian yang pernah diraih desa merupakan bagian dari sejarah sekaligus modal pembangunan yang tidak boleh diabaikan.

Termasuk pengalaman Desa Wisata Kenderan dalam ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2023 yang berhasil masuk 75 besar desa wisata terbaik dan kemudian meraih Juara Harapan II tingkat nasional kategori desa wisata berkembang.

“Potensi pariwisata harus kita lihat secara utuh. Kita membutuhkan data yang jelas, pemetaan potensi, kemudian strategi yang tepat. Dari sana baru kita menentukan apa yang menjadi prioritas dan bagaimana pariwisata itu bisa memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat,” bebernya.

Dirinya menegaskan, apabila dipercaya menjadi Perbekel, dirinya tidak ingin pembangunan pariwisata hanya berhenti pada slogan atau pencantuman program dalam dokumen visi-misi.

Pariwisata, menurut dia, harus mampu menjadi salah satu penggerak perekonomian desa sekaligus membuka ruang yang lebih luas bagi masyarakat untuk terlibat dan mendapatkan manfaat.

Darmawan juga menegaskan bahwa seorang pemimpin tidak boleh membangun tembok terhadap kritik. Justru, menurutnya, semakin besar tanggung jawab yang diemban, semakin besar pula kebutuhan seorang pemimpin untuk mendengarkan suara masyarakat.

“Seorang pemimpin itu harus siap menerima kritik. Jangan anti kritik. Karena kritik dan masukan masyarakat merupakan bagian dari proses kita memperbaiki diri dan memperbaiki tata kelola pemerintahan,” tegasnya.

Ia berpandangan, pemimpin desa tidak boleh hanya mengedepankan kepentingan kelompok atau kepentingan pribadi. Setiap kebijakan harus dikembalikan pada kepentingan masyarakat secara luas.

“Yang paling utama adalah kepentingan masyarakat. Jangan sampai kepentingan golongan atau kepentingan pribadi lebih dikedepankan daripada kepentingan masyarakat. Itu prinsip yang menurut saya sangat penting dalam menjalankan pemerintahan desa,” sebutnya.

READ  Mazda Hadir di BCA Expo Bali 2026, Hadirkan Pilihan SUV untuk Mobilitas Bali yang Berkembang

Selain sektor pariwisata, Darmawan mengatakan, persoalan pengelolaan sampah serta hubungan antara desa dinas dan desa adat juga menjadi perhatian dalam gagasan pembangunan yang ditawarkannya.

Menurutnya, kedua persoalan tersebut membutuhkan kolaborasi dan komunikasi yang baik. Tidak cukup hanya dengan mencantumkannya sebagai bagian dari visi dan misi, tetapi harus diterjemahkan ke dalam program yang dapat dilaksanakan dan dievaluasi.

“Kita tidak bisa bekerja sendiri. Pemerintahan desa membutuhkan kolaborasi dengan desa adat, masyarakat, pelaku usaha, pelaku pariwisata dan seluruh komponen yang ada di Kenderan. Semua harus duduk bersama dan berbicara berdasarkan kepentingan desa,” sebutnya.

Ia menilai Desa Kenderan memiliki banyak potensi yang dapat dikembangkan apabila seluruh elemen masyarakat bergerak dalam arah yang sama.

Karena itu, kritik dari masyarakat, termasuk dari pelaku pariwisata, menurut Darmawan justru dapat menjadi bahan untuk memperkaya perspektif dan memperbaiki gagasan yang telah disusunnya.

Darmawan menyebut masukan yang berkembang selama proses Pilkel bukan semata-mata bagian dari dinamika politik desa. Lebih dari itu, seluruh masukan tersebut dapat menjadi bekal bagi calon pemimpin untuk memahami persoalan yang benar-benar dihadapi masyarakat.

“Ini menjadi bekal kita bersama untuk menentukan arah pembangunan dan pembaruan Desa Kenderan ke depan. Pemimpin tidak mungkin mengetahui semuanya. Karena itu, harus mau mendengar masyarakat,” tuturnya.

Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga kontestasi Pilkel Kenderan tetap berlangsung secara sehat, demokratis dan bermartabat. Perbedaan pilihan, menurutnya, merupakan hal yang wajar dalam demokrasi, tetapi kepentingan Desa Kenderan harus ditempatkan di atas kepentingan politik sesaat.

Darmawan menegaskan, dirinya tidak melihat kritik yang disampaikan sebagai serangan pribadi. Ia justru memilih menjadikannya sebagai ruang dialog untuk menyempurnakan gagasan pembangunan desa.

READ  Ketua WHDI Badung Dukung Lomba Tradisional di Festival Kapal

“Sekali lagi, saya mengapresiasi masukan tersebut. Bagi saya, kritik yang konstruktif adalah bagian dari demokrasi dan menjadi bahan kita untuk belajar. Kalau nanti masyarakat memberikan kepercayaan kepada saya untuk ngayah sebagai Perbekel Desa Kenderan, tentu masukan seperti ini akan menjadi bagian dari proses kami dalam menjalankan pemerintahan,” katanya.

Pada akhirnya, Darmawan berharap Pilkel Desa Kenderan tidak sekadar menghasilkan seorang pemenang, tetapi melahirkan pemimpin yang mampu membuka ruang komunikasi, mendengar masyarakat, membaca potensi desa, serta berani melakukan pembaruan.

“Seorang pemimpin harus punya bekal, harus mau mendengar dan jangan anti kritik. Yang paling penting, kepentingan masyarakat harus selalu menjadi yang utama,” pungkasnya.

Dengan sikap terbuka terhadap kritik tersebut, Darmawan ingin menunjukkan bahwa kontestasi Pilkel bukan hanya tentang siapa yang menang dan siapa yang kalah. Lebih dari itu, momentum tersebut diharapkan menjadi ruang bersama untuk menguji gagasan, memperbaiki kekurangan dan merumuskan masa depan Desa Kenderan yang lebih baik. (TBB)

Populer

Gede Harja Astawa Soroti Kemacetan Jalan Gajah Mada, Minta Proyek Dipercepat: Tambah Tenaga Kerja atau Lembur!

HUT Ke-47 Sekaa Teruna Putra Laksana, Wabup Bagus Alit Sucipta Beri Apresiasi Pemuda Banjar Bersih, Darmasaba

Wabup Dirga Ajak Generasi Muda Jaga Kesehatan, Jauhi Narkoba, dan Peduli Sesama

Kapolsek Kuta Edukasi Pelajar tentang Bahaya Bullying dan Tertib Berlalu Lintas

Kiprah Arya Bagiastra Dari Mengawal Hukum Adat Bali hingga Tata Kelola Apartemen Jakarta, Mantapkan Langkahnya di Dunia Profesional

Terbaru

Gede Harja Astawa Soroti Kemacetan Jalan Gajah Mada, Minta Proyek Dipercepat: Tambah Tenaga Kerja atau Lembur!

HUT Ke-47 Sekaa Teruna Putra Laksana, Wabup Bagus Alit Sucipta Beri Apresiasi Pemuda Banjar Bersih, Darmasaba

Wabup Dirga Ajak Generasi Muda Jaga Kesehatan, Jauhi Narkoba, dan Peduli Sesama

Kapolsek Kuta Edukasi Pelajar tentang Bahaya Bullying dan Tertib Berlalu Lintas

Kiprah Arya Bagiastra Dari Mengawal Hukum Adat Bali hingga Tata Kelola Apartemen Jakarta, Mantapkan Langkahnya di Dunia Profesional