Jelang Pilkel Kedewatan, AKP Purn Ngakan Jayawijaya Pilih Berdoa, Harapan untuk Demokrasi Damai

Gianyar,  BerandaBali.id –  Ditengah geliat politik desa menjelang Pemilihan Perbekel (Pilkel) Desa Kedewatan, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, sebuah pesan damai justru lahir dari tempat yang penuh kesucian.

Pada momentum Purnama, Jumat (28/8/2026), calon Perbekel Desa Kedewatan AKP Purn Ngakan Nyoman Jayawijaya memilih mendekatkan diri kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Bersama jajaran Desa Adat Tanggayuda dan para krama, ia melaksanakan persembahyangan serta ngaturan pejati di Kahyangan Tiga Desa Adat Tanggayuda.

Bukan sekadar ritual keagamaan, persembahyangan tersebut menjadi simbol permohonan agar seluruh tahapan Pilkel Desa Kedewatan berjalan lancar, aman, tertib dan damai, sekaligus menjadi pengingat bahwa perbedaan pilihan politik tidak boleh meruntuhkan persaudaraan.

Dalam suasana Purnama yang sakral, hadir Bendesa Adat, Kelian Adat, Kelian Dinas, Petajuh, Petengen, para Jro serta krama sami Desa Adat Tanggayuda.

Mereka bersama-sama memanjatkan doa untuk kerahayuan desa dan kelancaran proses demokrasi yang tengah berlangsung.

Bagi AKP Purn Ngakan Nyoman Jayawijaya, pesta demokrasi di tingkat desa bukanlah pertarungan untuk memecah masyarakat.

Pilkel justru harus menjadi ruang bagi krama untuk menentukan pemimpin terbaik bagi masa depan Desa Kedewatan.

“Melalui persembahyangan ini, kita bersama-sama memohon agar pelaksanaan Pilkel Desa Kedewatan diberikan kelancaran, keamanan dan kedamaian. Apa pun pilihan masyarakat nantinya, yang terpenting persatuan dan kerukunan tetap terjaga,” terangnya.

Pesan yang dibawa AKP Purn Ngakan Nyoman Jayawijaya terasa sederhana, tetapi memiliki makna yang dalam.

Di tengah kontestasi politik desa, setiap calon tentu memiliki harapan dan dukungan masing-masing. Namun, ketika proses pemilihan berakhir, seluruh masyarakat akan kembali menjadi satu keluarga besar Desa Kedewatan.

Karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat agar tidak menjadikan perbedaan pilihan sebagai alasan untuk saling menjauh.

READ  Wakil Rakyat Harus Terus Belajar,  Wayan Tagel Winarta Aspirasi Masyarakat Gianyar Harus Diperjuangkan

Perbedaan pilihan, menurutnya, merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari demokrasi. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana seluruh proses tersebut dilalui dengan kedewasaan, rasa menyama braya dan saling menghormati.

“Siapa pun yang nantinya dipercaya masyarakat, semoga mampu menjalankan amanah dengan baik dan membawa Desa Kedewatan semakin maju, aman dan sejahtera,” harapnya.

Ngaturan pejati di Kahyangan Tiga Desa Adat Tanggayuda menjadi bagian penting dalam momentum tersebut. Doa dipanjatkan agar seluruh tahapan Pilkel diberikan kerahayuan, kertha raharja dan kelancaran, serta dijauhkan dari berbagai hal yang dapat mengganggu keamanan dan keharmonisan masyarakat.

Momentum Purnama semakin memperkuat makna spiritual kegiatan tersebut.

Ketika cahaya bulan purnama menerangi alam, doa pun dipanjatkan agar perjalanan demokrasi Desa Kedewatan juga mendapat penerangan dan tuntunan menuju kebaikan bersama.

Sebab pada akhirnya, Pilkel bukan hanya tentang siapa yang mendapatkan suara terbanyak.

Tentang bagaimana masyarakat memilih seorang pemimpin yang nantinya diharapkan mampu bekerja, mengabdi dan menjaga seluruh krama tanpa membedakan pilihan politik.

Dan dari Desa Adat Tanggayuda, pesan itu kembali ditegaskan: boleh berbeda pilihan, tetapi jangan sampai berbeda dalam menjaga persaudaraan.

Bagi AKP Purn Ngakan Nyoman Jayawijaya, kemenangan sejati bukan semata-mata ketika seseorang keluar sebagai pemenang dalam kontestasi. Kemenangan yang sesungguhnya adalah ketika seluruh tahapan Pilkel selesai dan krama Desa Kedewatan tetap bersatu, damai dan harmonis.

Kini, masyarakatlah yang akan menentukan arah masa depan Desa Kedewatan melalui pilihan mereka, dengan harapan seluruh proses demokrasi berlangsung dalam suasana lancar, jujur, aman dan penuh kedamaian.(TBB)

Populer

Dari Supir Trek dan Warisan Keluarga, Bakso Balung Babi Beranak Tut Lonto Jadi Buruan Pecinta Kuliner di Bali 

Selama 37 Tahun Menekuni Aktuaria dan Hukum, Arya Bagiastra Bawa Perspektif Profesional dalam Tata Kelola PPPSRS

Mamaka Fun Run Vol. 3: Lari Lebih Besar, Komunitas Lebih Besar, Tujuan Lebih Besar

Lansia Terperosok ke Jurang Dalam di Karangasem Berhasil Dievakuasi

Pemkab Badung Berpartisipasi dalam Colours of Cultures Festival Ke-10

Terbaru

Dari Supir Trek dan Warisan Keluarga, Bakso Balung Babi Beranak Tut Lonto Jadi Buruan Pecinta Kuliner di Bali 

Selama 37 Tahun Menekuni Aktuaria dan Hukum, Arya Bagiastra Bawa Perspektif Profesional dalam Tata Kelola PPPSRS

Mamaka Fun Run Vol. 3: Lari Lebih Besar, Komunitas Lebih Besar, Tujuan Lebih Besar

Lansia Terperosok ke Jurang Dalam di Karangasem Berhasil Dievakuasi

Pemkab Badung Berpartisipasi dalam Colours of Cultures Festival Ke-10