Gianyar, BerandaBali. Id– Menjelang menggunakan hak pilih dalam Pemilihan Perbekel (Pilkel) Desa Sayan, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, calon Perbekel Desa Sayan nomor urut 1, I Ketut Gede Kesumawijaya, S.Sos., M.Ag., mengawali hari pemungutan suara dengan melaksanakan persembahyangan.
Sebelum menuju Tempat Pemungutan Suara (TPS), Kesumawijaya terlebih dahulu melakukan sembahyang di Pura Prajapati Banjar Adat Penestanan Kaja. Persembahyangan tersebut menjadi bagian dari upaya memohon kerahayuan, kelancaran, serta ketenangan hati dalam menjalani momentum penting bagi masyarakat Desa Sayan.
Dengan suasana yang penuh khidmat, Kesumawijaya memaknai pelaksanaan Pilkel bukan semata-mata sebagai proses memilih pemimpin, tetapi juga sebagai bagian dari perjalanan masyarakat Desa Sayan dalam menentukan arah kepemimpinan desa untuk periode 2026–2034.
Usai persembahyangan, Kesumawijaya mengajak seluruh masyarakat Desa Sayan yang telah memiliki hak pilih untuk datang ke TPS masing-masing sesuai banjar dan menggunakan hak suaranya dengan penuh kesadaran.
Menurutnya, partisipasi masyarakat menjadi bagian penting dalam menentukan masa depan desa. Karena itu, ia mengingatkan warga agar tidak menyia-nyiakan kesempatan yang telah diberikan melalui hak pilih.
“Om Swastyastu. Sebelum melakukan hak pilih, tiang melakukan sembahyang di Pura Prajapati Banjar Adat Penestanan Kaja. Tiang mengajak seluruh warga agar melakukan hak pilihnya, datang ke TPS di masing-masing banjar,” ujar Kesumawijaya.
Ia juga mengajak masyarakat menggunakan hak pilih sebagai bentuk tanggung jawab sebagai warga negara sekaligus bagian dari upaya bersama menentukan pemimpin Desa Sayan untuk periode mendatang.
“Gunakan hak pilih sebagai warga negara yang baik dan untuk memilih pemimpin masa depan periode 2026–2034,” pesannya.
Ajakan tersebut disampaikan dengan semangat kebersamaan. Kesumawijaya berharap seluruh masyarakat dapat berpartisipasi dalam Pilkel Desa Sayan dengan suasana yang aman, tertib, dan penuh kedamaian.
Baginya, keberhasilan Pilkel tidak hanya ditentukan oleh siapa yang nantinya mendapatkan kepercayaan masyarakat, tetapi juga oleh seberapa besar masyarakat ikut berpartisipasi dalam proses demokrasi di tingkat desa.
“Ayo datang dan sukseskan Pilkel Desa Sayan. Matur suksma,” ucapnya.
Momentum pemungutan suara pun menjadi ruang bagi masyarakat Desa Sayan untuk menyalurkan suara sekaligus menentukan arah kepemimpinan desa selama delapan tahun ke depan.
Di tengah perbedaan pilihan, semangat persaudaraan dan keharmonisan masyarakat diharapkan tetap menjadi pijakan utama. Sebab, setelah pesta demokrasi usai, seluruh masyarakat akan kembali bersama-sama membangun Desa Sayan.
Persembahyangan sebelum mencoblos menjadi simbol bahwa ikhtiar dalam kehidupan bermasyarakat dapat berjalan beriringan dengan doa. Dari tempat suci, harapan akan kedamaian dan kebaikan Desa Sayan pun mengiringi langkah menuju TPS. (Tim)