Made Arya Amitaba Kembali Pimpin Sabha Desa Adat Sukawati periode 2026-203

GIANYAR | Berandabali. Id— Pengabdian di ranah adat kembali mendapat kepercayaan dari krama Desa Adat Sukawati. Made Arya Amitaba kembali dipercaya memimpin Sabha Desa Adat Sukawati sebagai Penghulu untuk periode 2026–2031.

Pengukuhan Sabha Desa Adat Sukawati tersebut berlangsung di Pura Desa Sukawati, Jumat, 12 September 2026, dalam suasana khidmat dan penuh semangat ngayah. Prosesi pengukuhan dilakukan oleh Ki Bandesa Desa Adat Sukawati, Ir. I Made Sarwa, MBA.

Kepercayaan terhadap Made Arya Amitaba ini merupakan kali kedua. Sebelumnya, ia dipercaya sebagai Penghulu Sabha Desa Adat Sukawati untuk periode 2021–2026. Kini, amanah tersebut kembali diberikan untuk lima tahun ke depan, periode 2026–2031.

Dalam struktur Sabha Desa Adat Sukawati, Penghulu merupakan ketua yang memiliki peran penting dalam menjalankan fungsi Sabha sebagai bagian dari tatanan kelembagaan adat. Sabha diharapkan mampu memberikan pertimbangan, pemikiran dan pandangan dalam berbagai persoalan yang berkaitan dengan adat, budaya serta kehidupan krama Desa Adat Sukawati.

Yang menarik, kepengurusan Sabha Desa Adat Sukawati periode 2026–2031 juga diperkuat sejumlah tokoh Sukawati dari berbagai latar belakang. Mereka seolah “turun gunung” untuk ngayah, membawa pengalaman, pengetahuan dan kapasitas masing-masing demi kepentingan desa adat.

Sejumlah tokoh yang dipercaya mendampingi Made Arya Amitaba di antaranya I Ketut Widia, S.H., Panyarikkan MDA Kabupaten Gianyar.

Kemudian I Kadek Diana, S.H., anggota DPRD Provinsi Bali, yang turut dipercaya duduk sebagai Angga Sabha Desa Adat Sukawati.

Selanjutnya, Drs. I Wayan Muliarsa, M.Si., mantan Kepala Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Bedulu/BPCB Bali, dipercaya sebagai Panyarikkan Sabha Desa Adat Sukawati.

Ada pula AKBP I Ketut Sugiarta Yogha, S.H., yang dipercaya sebagai Patajuh atau Wakil Ketua Sabha Desa Adat Sukawati. Perwira menengah Polri ini memiliki pengalaman di sejumlah posisi strategis di lingkungan kepolisian dan kini bertugas sebagai Kabagbinopsnal Ditresiber Polda Bali. Sebelumnya, ia juga pernah menjabat sebagai Kapolsek Kuta Selatan, Polresta Denpasar.

READ  WNA Ditemukan Meninggal di Kelingking Beach, Setelah Jatuh Dari Ketinggian 80 Meter

Selain itu, AA. Gede Ari Putra, tokoh Puri Sukawati, turut mengambil bagian dalam struktur Sabha Desa Adat Sukawati.

Kehadiran para tokoh tersebut memberikan warna tersendiri bagi kepengurusan Sabha Desa Adat Sukawati. Mereka datang dari latar belakang dan pengalaman yang berbeda, namun dipertemukan oleh satu semangat yang sama, yakni ngayah dan memberikan yang terbaik untuk desa adat.

Mulai dari pengalaman dalam kelembagaan adat, pemerintahan, hukum, kepolisian, pelestarian sejarah dan budaya hingga tokoh puri, seluruh potensi tersebut diharapkan dapat menjadi kekuatan dalam menjalankan tugas Sabha Desa Adat Sukawati.

Kembali dipercayanya Made Arya Amitaba sebagai Penghulu juga memperlihatkan adanya kesinambungan kepemimpinan. Pengalaman selama periode sebelumnya menjadi modal untuk melanjutkan pengabdian sekaligus menghadapi berbagai dinamika adat dan sosial yang berkembang di tengah masyarakat.

Terlebih, Desa Adat Sukawati memiliki akar sejarah dan budaya yang kuat. Di tengah perubahan zaman dan perkembangan kehidupan masyarakat yang semakin dinamis, keberadaan Sabha menjadi penting untuk menjaga agar nilai-nilai adat tetap hidup, namun tetap mampu berjalan beriringan dengan kebutuhan krama.

Karena itu, pengabdian di Sabha bukan sekadar soal posisi atau jabatan. Lebih jauh, ia merupakan tanggung jawab moral dan bentuk ngayah kepada desa, adat, leluhur dan krama.

Para tokoh yang dipercaya duduk dalam Sabha Desa Adat Sukawati diharapkan mampu menjalankan amanah dengan tulus, mengedepankan kepentingan bersama serta menjaga semangat paras-paros, sagilik-saguluk, salunglung sabayantaka.

Di bawah kepemimpinan Made Arya Amitaba untuk periode 2026–2031, dengan dukungan para tokoh Sukawati dan arahan Ki Bandesa Desa Adat Sukawati Ir. I Made Sarwa, MBA., Sabha Desa Adat Sukawati diharapkan semakin kokoh menjadi ruang pengabdian, tempat bertemunya pemikiran dan pengalaman, sekaligus salah satu pilar dalam menjaga adat, budaya dan keharmonisan kehidupan krama Sukawati.

READ  Calon Kades Sayan Ketut Gede Kesumawijaya Dorong UMKM Sayan Naik Kelas, Produk Lokal Jadi Kekuatan Ekonomi Desa

Lima tahun ke depan bukan sekadar tentang memimpin, tetapi tentang menjaga, mengabdi dan mewariskan nilai-nilai Sukawati kepada generasi berikutnya.

(Tim)

Populer

Dari Supir Trek dan Warisan Keluarga, Bakso Balung Babi Beranak Tut Lonto Jadi Buruan Pecinta Kuliner di Bali 

Selama 37 Tahun Menekuni Aktuaria dan Hukum, Arya Bagiastra Bawa Perspektif Profesional dalam Tata Kelola PPPSRS

Mamaka Fun Run Vol. 3: Lari Lebih Besar, Komunitas Lebih Besar, Tujuan Lebih Besar

Lansia Terperosok ke Jurang Dalam di Karangasem Berhasil Dievakuasi

Pemkab Badung Berpartisipasi dalam Colours of Cultures Festival Ke-10

Terbaru

Dari Supir Trek dan Warisan Keluarga, Bakso Balung Babi Beranak Tut Lonto Jadi Buruan Pecinta Kuliner di Bali 

Selama 37 Tahun Menekuni Aktuaria dan Hukum, Arya Bagiastra Bawa Perspektif Profesional dalam Tata Kelola PPPSRS

Mamaka Fun Run Vol. 3: Lari Lebih Besar, Komunitas Lebih Besar, Tujuan Lebih Besar

Lansia Terperosok ke Jurang Dalam di Karangasem Berhasil Dievakuasi

Pemkab Badung Berpartisipasi dalam Colours of Cultures Festival Ke-10