Puspem Gianyar Dipuji Kesumawijaya, Pelayanan Publik Kini Makin Modern

Gianyar, BerandaBali.id – Pembangunan Pusat Pemerintahan (Puspem) Kabupaten Gianyar mendapat apresiasi dari I Ketut Gede Kesumawijaya, S.Sos., M.Ag., Calon Perbekel Desa Sayan nomor urut 1 dalam kontestasi Pemilihan Perbekel (Pilkel) Desa Sayan, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar.

Menurut Kesumawijaya, keberadaan Puspem Gianyar bukan sekadar menghadirkan kawasan perkantoran pemerintahan yang megah dan modern.

Lebih dari itu, Puspem dinilainya sebagai sebuah lompatan besar dalam membangun tata kelola pemerintahan yang lebih terintegrasi, efektif, cepat, dan mampu menjawab tuntutan zaman.

“Pusat pemerintahan yang didirikan oleh Bapak Bupati I Made Mahayastra ini luar biasa. Ini merupakan suatu lompatan untuk zaman modern, terlebih di era globalisasi seperti sekarang,” jelasnya.

Dirinya menyebutkan, Bali saat ini tidak hanya menjadi destinasi wisata, tetapi juga memiliki posisi penting dalam percaturan ekonomi dan pemasaran dunia. Karena itu, menurutnya, sistem pemerintahan daerah juga harus mampu bergerak mengikuti perkembangan zaman.

Salah satu keunggulan utama Puspem Gianyar, kata dia, adalah penyatuan berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) dalam satu kawasan pemerintahan.

Dengan terpusatnya kantor pemerintahan, mulai dari kepala daerah, wakil kepala daerah, sekretariat daerah, DPRD hingga perangkat daerah lainnya, proses komunikasi dan koordinasi dinilai menjadi jauh lebih mudah.

“Kalau OPD-OPD menjadi satu, kemudian pimpinan daerah juga berkantor di sana, DPRD di sana, wakil bupati dan sekretaris daerah juga di sana, tentu pelayanan menjadi lebih cepat. Segala sesuatu lebih mudah dikomunikasikan, dikoordinasikan dan dikonfirmasikan,” ucapnya.

Dirinya mengatakan, Tidak hanya dari sisi pelayanan, Kesumawijaya melihat konsep Puspem juga dapat memberikan efisiensi dalam pelaksanaan berbagai kegiatan pemerintahan.

Menurut Dirinya, sebelumnya masing-masing OPD melaksanakan kegiatan di lokasi yang berbeda-beda. Dengan adanya kawasan pemerintahan terpadu, berbagai kegiatan dapat dilakukan secara lebih terpusat.

READ  Pastikan Dana Nasabah Aman, Putu Darmawan  Dirut, BPR Mitra Bali Artha Mandiri Dorong Masyarakat Cerdas Memilih Simpanan

“Dulu masing-masing OPD melakukannya di tempat yang berbeda. Sekarang sudah menjadi satu kesatuan. Ini tentu memberikan efisiensi, termasuk dalam pelaksanaan kegiatan-kegiatan pemerintahan,” ucapnya.

Dirinya menyoroti aspek pelestarian tradisi dan ritual yang tetap dapat berjalan di tengah konsep pemerintahan modern. Menurutnya, penyelenggaraan upacara dan kegiatan ritual secara terpusat juga berpotensi mengurangi pemborosan anggaran maupun penggunaan tempat secara berulang.

“Ini juga berkaitan dengan pelestarian ritual dan upacara-upacara yang kita lakukan. Kalau dilakukan secara terpusat, tentu ada efisiensi anggaran,” sebutnya.

Kesumawijaya menyadari bahwa pembangunan Puspem Gianyar merupakan investasi besar yang membutuhkan anggaran tidak sedikit.

Namun, ia melihat pembangunan tersebut bukan semata-mata sebagai pengeluaran, melainkan investasi jangka panjang bagi masa depan pemerintahan dan masyarakat Gianyar.

“Memang investasinya luar biasa dan membutuhkan dana yang besar. Tetapi ke depan, Puspem ini bisa menjadi pusat kajian pemerintahan dan bahkan menjadi acuan bagi daerah-daerah lain di Indonesia,” cetusnya.

Ia pun mengaku bangga sebagai bagian dari masyarakat Gianyar. Menurutnya, keberadaan pusat pemerintahan yang megah, modern, dan dilengkapi berbagai fasilitas merupakan sebuah kebanggaan tersendiri.

“Sebagai masyarakat Gianyar, tentu kita merasa bangga memiliki Puspem yang megah dan modern dengan fasilitas yang lengkap,” paparnya.

Lebih jauh, Kesumawijaya juga mengapresiasi gagasan pemanfaatan kawasan pusat pemerintahan lama di wilayah Batuan, Gianyar, apabila nantinya dikembangkan menjadi ruang terbuka hijau atau hutan kota.

Menurutnya, konsep tersebut dapat memberikan manfaat ekologis bagi masyarakat.

Kawasan hijau, kata dia, tidak hanya memperindah wajah kota, tetapi juga dapat menjadi ruang terbuka publik sekaligus membantu menjaga kualitas lingkungan, penyerapan air, serta ketersediaan oksigen.

“Kalau pusat pemerintahan yang lama nantinya bisa dijadikan semacam hutan kota, itu luar biasa. Ruang hijau seperti itu akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat, terutama dari sisi lingkungan,” ujarnya.

READ  Ukir Prestasi Nasional, BPR Bank Daerah Bangli Raih TOP GRC Awards 2026 Bintang 4, Dirut I Made Astawa Dinobatkan The Most Committed GRC Leader

Ia menilai gagasan pembangunan Gianyar yang dilakukan secara bertahap menunjukkan keberanian pemerintah daerah dalam menghadirkan inovasi.

Kesumawijaya menyebut Bupati Gianyar I Made Mahayastra sebagai sosok yang memiliki visi pembangunan yang kuat.

Menurutnya, sejumlah pembangunan strategis di Gianyar, mulai dari pengembangan pasar modern hingga pembangunan Puspem, menunjukkan adanya keberanian untuk melakukan perubahan.

“Beliau ini pionir. Pemikirannya dalam bidang pembangunan luar biasa dan telah memberikan banyak perubahan bagi Gianyar,” katanya.

Bagi Kesumawijaya, pembangunan fisik Puspem harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas pelayanan publik.

Ia berharap keberadaan pusat pemerintahan tersebut benar-benar mampu menghadirkan pelayanan yang cepat dan sederhana bagi masyarakat.

Konsep pelayanan satu pintu menjadi salah satu hal yang menurutnya sangat penting.

“Masyarakat nantinya bisa datang ke satu tempat dan proses pelayanan dapat diselesaikan dengan lebih cepat. Apalagi kalau didukung pusat pelayanan terpadu dan digitalisasi,” katanya.

Menurutnya, transformasi digital menjadi kebutuhan yang tidak bisa lagi dihindari dalam penyelenggaraan pemerintahan modern.

Masyarakat, kata dia, menginginkan pelayanan yang tidak berbelit-belit, tidak membutuhkan waktu panjang, serta dapat diakses dengan mudah.

“Harapan kita ke depan pelayanan masyarakat semakin cepat. Sistem digitalisasi harus terus dikembangkan sehingga masyarakat bisa mengakses pelayanan dengan cepat. Ini merupakan inovasi penting bagi pemerintahan daerah,” ujarnya.

Sebagai calon Perbekel Desa Sayan nomor urut 1, Kesumawijaya menilai transformasi digital seharusnya tidak berhenti di tingkat kabupaten.

Menurutnya, desa sebagai ujung tombak pelayanan pemerintahan harus mendapatkan perhatian yang sama.

Digitalisasi pelayanan desa dinilai dapat memangkas waktu, meningkatkan transparansi, mempermudah administrasi, sekaligus mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.

“Kalau di tingkat desa juga dibangun sistem digitalisasi yang baik, tentu pelayanan kepada masyarakat akan semakin cepat dan mudah,” tegasnya.

READ  Dukung  penuh Tut Lengoh, Program “Satu Rumah Satu Sapi” Mantan Bendesa Adat Tulikup Kelod Dinilai Bisa Perkuat Ekonomi Warga Tulikup 

Ia berharap semangat modernisasi yang terlihat dari pembangunan Puspem Gianyar dapat menjadi inspirasi bagi seluruh tingkatan pemerintahan, termasuk pemerintahan desa.

Bagi Kesumawijaya, kemajuan pemerintahan pada akhirnya bukan hanya diukur dari megahnya gedung yang dibangun, tetapi dari seberapa cepat, mudah, transparan, dan manusiawi pelayanan yang diterima masyarakat.

“Puspem ini adalah sebuah lompatan. Tetapi yang paling penting adalah bagaimana lompatan itu benar-benar dirasakan masyarakat melalui pelayanan yang cepat, mudah dan berkualitas,” pungkasnya.(TBB)

Populer

Dari Supir Trek dan Warisan Keluarga, Bakso Balung Babi Beranak Tut Lonto Jadi Buruan Pecinta Kuliner di Bali 

Selama 37 Tahun Menekuni Aktuaria dan Hukum, Arya Bagiastra Bawa Perspektif Profesional dalam Tata Kelola PPPSRS

Mamaka Fun Run Vol. 3: Lari Lebih Besar, Komunitas Lebih Besar, Tujuan Lebih Besar

Lansia Terperosok ke Jurang Dalam di Karangasem Berhasil Dievakuasi

Pemkab Badung Berpartisipasi dalam Colours of Cultures Festival Ke-10

Terbaru

Dari Supir Trek dan Warisan Keluarga, Bakso Balung Babi Beranak Tut Lonto Jadi Buruan Pecinta Kuliner di Bali 

Selama 37 Tahun Menekuni Aktuaria dan Hukum, Arya Bagiastra Bawa Perspektif Profesional dalam Tata Kelola PPPSRS

Mamaka Fun Run Vol. 3: Lari Lebih Besar, Komunitas Lebih Besar, Tujuan Lebih Besar

Lansia Terperosok ke Jurang Dalam di Karangasem Berhasil Dievakuasi

Pemkab Badung Berpartisipasi dalam Colours of Cultures Festival Ke-10